Napi Bebas Berulah Lagi, Komisi III DPR Desak Kemenkumham Hentikan Program Asimilasi Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana, Kamis (23/4). (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana mengkritik keras kebijakan Menteri Hukum dan HAM (Kemenhumham) Yasonna Laoly yang membebaskan ribuan tahanan dalam program asimilasi akibat wabah virus Corona atau COVID-19. Napi yang bebas tersebut dianggap meresahkan warga di tengah wabah COVID-19 karena mencuri lagi disaat warga sedang kesusahan.

"Saya meminta kebijakan tersebut dihentikan dahulu. Banyak persoalan baru yang muncul di tengah masyarakat akibat napi yang bebas justru mencuri lagi," ujar Eva usai mengadakan kegiatan rapid test gratis pada wartawan Soloraya di Ponpes Al-Muayyad Windan, Kabupen Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (23/4).

Baca Juga:

DPRD DKI Potong Anggaran Rp2 Triliun untuk Warga yang Terdampak Corona

Politisi Partai Nasdem ini mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat terkait adanya napi asimilasi yang kembali berulah. Bahkan, keluhan tersebut merata terjadi disejumlah daerah di Indonesia.

Warga mengikuti rapid test corona di Solo
Warga dan awak media mengikuti kegiatan rapid test Covid-19 yang diadakan Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana, Kamis (23/4). (MP/Ismail)

"Dalam membuat kebijakan seharusnya tidak membuat masyarakat resah dan ketakutan. Kebijakan melepas napi dalam program asimilasi ini harus dihentikan dan dilakukan evaluasi," kata dia.

Eva mengatakan sejak awal munculnya rencana melakukan asimilasi terhadap narapidana, dia telah berpesan kepada menteri agar tidak terjadi penyimpangan moral. Menurutnya, kementerian harus mengusut jika ada kejanggalan dalam proses pemberian asimilasi.

"Kami yang konsen dibidang keamanan negara tidak bisa tinggal diam. Jangan sampai ada moral hazard dalam proses ini, karena spiritnya adalah penanganan COVID-19," tegasnya.

Ia menilai keterlibatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) juga tidak optimal dalam memberikan pembinaan di luar penjara dengan banyaknya napi dibina dan dipantau. Bapas seharusnya berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk mendampingi napi.

"Ya sangat jelas sekali Bapas tidak menjalankan fungsinya secara optimal. Kalau seperti ini, tugas kepolisian akan semakin berat. Padahal polisi sudah mendapatkan tugas berat di tengah pandemi ini," katanya.

Baca Juga:

Mudik Dilarang, Jalur Alternatif Menuju Yogyakarta Ditutup

Eva menegaskan Komisi III DPR memberi kesempatan Menkumham untuk segera mengevaluasi kebijakan tersebut. Salah satu evaluasi yang dia usulkan yakni ditambahkannya syarat tes kejiwaan untuk napi yang akan menerima asimilasi.

"Syarat asimilasi harus diperketat lagi. Kami akan bicarakan lagi dengan Kemenkunham untuk mencari solusi terbaik," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Strategi Penanganan COVID-19 Melalui Pengembangan Vaksin dan Obat Herbal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapal Tanker Raksasa Pertamina Segera Tiba di Indonesia
Indonesia
Kapal Tanker Raksasa Pertamina Segera Tiba di Indonesia

Kapal yang dibangun sejak tahun 2018 tersebut merupakan kapal tanker minyak mentah tipe dek tunggal yang memiliki panjang 330 meter dan draft 21,5 meter.

Stasiun Semarang Tawang Banjir, Operasional KA Dialihkan ke Stasiun Poncol
Indonesia
Stasiun Semarang Tawang Banjir, Operasional KA Dialihkan ke Stasiun Poncol

Akibat banjir iru, menurut dia, aktivitas naik dan turun penumpang di Stasiun Tawang dialihkan ke Stasiun Poncol.

Gibran Positif COVID-19, Sempat Tinjau Vaksinasi Massal di Mal
Indonesia
Gibran Positif COVID-19, Sempat Tinjau Vaksinasi Massal di Mal

Putra sulung Presiden Jokowi ini kali terakhir terlihat saat menghadiri acara vaksinasi massal di Solo Paragon Mall pada Senin (12/7).

Jokowi Dinilai Belum Perlu Keluarkan Perppu Terkait UU ITE
Indonesia
Jokowi Dinilai Belum Perlu Keluarkan Perppu Terkait UU ITE

Untuk mengatasi polemik penerapan UU ITE di masyarakat cukup dengan revisi UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE

Ketua MPR Soroti Potensi Penularan Corona Gegara Kerumunan Pendaftaran Pilkada
Indonesia
Ketua MPR Soroti Potensi Penularan Corona Gegara Kerumunan Pendaftaran Pilkada

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KPU harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan saat pendaftaran peserta.

Catat Rekor Baru, Kasus Harian COVID-19 di Indonesia Tembus 4.168 Orang
Indonesia
Catat Rekor Baru, Kasus Harian COVID-19 di Indonesia Tembus 4.168 Orang

Dengan tambahan tersebut, total jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 240.687 kasus

Ada Pengerjaan MRT Fase 2, Hindari Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk
Indonesia
Ada Pengerjaan MRT Fase 2, Hindari Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk

Lalu, untuk tahap keempat yang berapa pada trotoar, ada terdapat 4 titik pengerjaan

Ribuan RT di DKI Terapkan Jam Malam, Wagub DKI: Warga Dilarang Berkeliaran
Indonesia
Ribuan RT di DKI Terapkan Jam Malam, Wagub DKI: Warga Dilarang Berkeliaran

Riza menjelaskan, karena diberlakukan jam malam, ribuan RT yang zona merah dibatasi keluar masuk wilayah maksimal hingga pukul 20.00 WIB.

Trump Diganti Biden, Iran Diminta Patuhi Kesepakatan Nuklir
Dunia
Trump Diganti Biden, Iran Diminta Patuhi Kesepakatan Nuklir

Trump hengkang dari kesepakatan itu pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi AS pada Taheran.

Kantor TNI dan Polri Diusulkan Jadi Tempat Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Kantor TNI dan Polri Diusulkan Jadi Tempat Vaksinasi COVID-19

Penggunaan kantor-kantor milik TNI dan Polri tersebut bisa digunakan sebagai langkah pencegahan