Napak Tilas Sejarah di Rumah Rengasdengklok Kembali Semarak Altar ruang tamu rumah Rengasdengklok, saksi bisu sejarah Proklamasi RI (Foto: wikipedia)

MerahPutih.Com - Rumah penahanan sementara Bung Karno dan Bung Hatta di Rengasdengklok mulai ramai dikunjungi warga. Apalagi menjelang HUT Kemerdekaan RI seperti sekarang ini.

Rumah yang pernah dijadikan para pemuda untuk mendesak Sukarno-Hatta agar segera proklamasikan kemerdekaan itu, kini menjadi salah satu peninggalan bersejarah.

Rumah bersejarah yang menjadi lokasi tempat beristirahat proklamator Sukarno-Hatta saat dibawa kelompok pemuda di Rengasdengklok, Karawang, ramai dikunjungi orang menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia untuk napak tilas.

"Pada hari-hari lain biasanya ada saja yang datang. Menjelang 17 Agustus semakin banyak yang datang, termasuk untuk napak tilas," kata Lanny Yanto Djoewari, ahli waris pemilik rumah bersejarah, saat ditemui di Rengasdengklok, Karawang, Sabtu (12/8).

Lanny mengatakan ada komunitas sepeda yang sudah mengagendakan napak tilas dengan cara bersepeda dari Bekasi hingga Rengasdengklok. Ada pula anak-anak sekolah yang datang berkunjung karena mendapat tugas dari gurunya.

"Ada beberapa anak sekolah yang datang berkelompok. Sepertinya mereka mendapat tugas dari gurunya supaya mengenal sejarah," tuturnya.

Puncak keramaian napak tilas biasanya terjadi pada 16 Agustus yang berlangsung hingga menjelang pagi hari. Pada 17 Agustus, rumah tersebut relatif sepi pengunjung.

"Kalau 17 Agustus kan biasanya banyak yang ikut upacara, baik di kantor atau sekolahnya, makanya di sini relatif sepi," katanya.

Pada 16 Agustus 1945, rumah milik Djiauw Kie Song tersebut, digunakan para pemuda sebagai tempat beristirahat bagi Sukarno dan Mohammad Hatta setelah sebelumnya dibawa dari Jakarta menuju markas Pembela Tanah Air (Peta) di Rengasdengklok.

Menurut Lanny, yang merupakan cucu menantu dari Djiauw Kie Song, rumah tersebut dipilih karena cukup besar dan berada tidak jauh dari markas Peta.(*)

Sumber: ANTARA



Eddy Flo

YOU MAY ALSO LIKE