Napak Tilas Budaya Tiongkok dalam Festival Cheng Ho Semarang Facebook: Kementerian Pariwisata

MerahPutih Wisata - Sejarah Indonesia sudah dibentuk sejak ribuan tahun yang lalu, percampuran antar cultur dan budaya asing pun terjadi di tanah air, budaya Tiongkok salah satunya.

Yang membawa budaya Tiongkok ke tanah air adalah Laksamana Cheng Ho, karena kedatangan armada kapal Ceng Ho di Malaka inilah tercipta perpaduan budaya lokal dengan Tiongkok.

Hingga saat ini orang keturunan Tionghoa dan budayanya menjadi salah stau bagian dari kekayaan dan keragaman Indonesia, untuk itu Pemprov Jawa Tengah bekerja sama dengan Pengelola Klenteng Tay Kak Sie, Klenteng Sam Po Kong dan Komunitas Tionghoa Semarang mengadakan Pesona Budaya Cheng Ho.

Seperti yang dikutip dari Kementerian Pariwisata, Rangkaian tradisi perayaan 611 tahun Admiral Zheng He, atau lebih popular dengan sebutan Laksamana Cheng Ho kali ini lebih seru, lebih heboh. Diawali dengan diskusi “Fasilitasi Pengembangan WIsata Sejarah dan Religi, Cheng Ho dan Warisan Budaya” di Hotel MG Suit, Jalan Gajah Mada, Semarang. Diskusi itu ibarat menjadi reminder bagi public akan sejarah dan pengaruh panjang budaya Tiongkok yang terasa sampai sekarang.

Festival berlangsung dari tanggal 30 sampai 31 Juli 2016, akan ada berbagai kegiatan menarik seperti ritual sembahyang, malam budaya seminar dan business meeting, serta kirab budaya dari Klenteng Tay Kak Sie ke Klenteng Sam Poo Kong.

Warga akan menandu patung besar Ceng Ho daris atu kelenteng ke kelenteng lainnya di Kota Semarang yang menggambarkan perjalanan Ceng Ho dari Tiongkok sampai ke tanah air dan memutuskan untuk singgah di Semarang.

Cheng Ho mengunjungi kepulauan di Indonesia selama tujuh kali. Ketika ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa "Cakra Donya" kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh.

Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon), dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

Pernah dalam perjalanannya melalui Laut Jawa, Wang Jinghong (orang kedua dalam armada Cheng Ho) sakit keras. Wang akhirnya turun di pantai Simongan, Semarang, dan menetap di sana. Salah satu bukti peninggalannya antara lain Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu) serta patung yang disebut Mbah Ledakar Juragan Dampo Awang Sam Po Kong.

Cheng Ho juga sempat berkunjung ke Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan raja Wikramawardhana.

BACA JUGA:

  1. Cerita Mistis di Balik Jernihnya Air Danau Gunung Tujuh
  2. Panorama Asri Danau Gunung Tujuh
  3. Cerita Warga, Sumber Air Panas Semurup Kerap Dijadikan Lokasi Bunuh Diri
  4. Wisata Alami Air Panas Semurup
  5. Mitos Manusia Harimau Kerinci

 



Ana Amalia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH