Naomi Campbell Ingin Majalah Vogue Punya Edisi Afrika Naomi Campbell (Sumber: Instagram)

MAJALAH Vogue belum lama ini mendapat kritikan. Pasalnya, majalah yang bergerak di dunia fesyen tersebut dianggap kurang beragam

Atas alasan tersebut, model Inggris, Naomi Campbell memberi saran agar majalah Vogue seharusnya menerbitkan edisi Afrika sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi benua itu kepada industri busana global.

"Seharusnya ada majalah Vogue edisi Afrika. Kita sudah punya Vogue Arab untuk edisi berikutnya," kata model berkulit hitam itu, Minggu (2/4).

Lebih lanjut Campbell menjelaskan kalau Afrika belum pernah mendapatkan kesempatan untuk tampil di dunia fesyen.

"Afrika tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk tampil dan bahan, kain, serta desain mereka sudah diterima di tingkat global," kata model kelahiran Inggris itu.

Naomi Campbell (Sumber: Instagram)
Naomi Campbell (Sumber: Instagram)

Sayangnya, seperti yang diberitakan Reuters melalui Antara, Conde Nast Internasional, perusahaan yang menerbitkan Vogue, tersebut tidak bisa dihubungi untuk diminta komentarnya.

Industri busana global dalam beberapa tahun belakangan ini banyak mendapat kritikan karena sebagian besar model untuk perancang besar, serta rumah mode adalah kaum kulit putih.

"Masyarakat sudah menyadari bahwa ini bukan masalah warna kulit untuk menentukan apakah Anda bisa melakukan pekerjaan itu," kata Campbell.

Meski demikian, ia sudah melihat ada tanda-tanda bahwa industri busana sudah lebih beragam seperti penunjukan Edward Enninful sebagai pemimpin redaksi Vogue Inggris pada April 2017 lalu.

Enninful yang kelahiran Ghana adalah editor berkulit hitam pertama dalam sejarah 100 tahun usia majalah tersebut dan juga pria pertama yang menempati jabatan itu.


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH