Nama Moeldoko Muncul dalam Sidang Kasus Suap dan Gratifikasi Nurhadi Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

MerahPutih.com - Nama Moeldoko muncul dalam sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Munculnya nama Moeldoko lantaran Rezky ingin membeli jam tangan merk Richard Mille yang diduga sama seperti Moeldoko.

Mulanya jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto mendalami pembelian jam tangan mewah oleh Rezky untuk Nurhadi. Rezky membeli jam tangan merk Richard Mille karena diduga sama seperti yang digunakan Moeldoko.

"Disampaikan ya kepada Saudara? Karena jam tangan tersebut seperti jam tangan yang dipakai oleh Pak Moeldoko?" tanya jaksa Wawan kepada seorang saksi bernama Marieta di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/2).

Baca Juga:

Nurhadi Dicecar 21 Pertanyaan Terkait Kasus Pemukulan Anak Buah Firli

Marieta mengakui, saat itu Rezky mengajak rekannya ke tempat penjualan jam tangan mewah miliknya. Jam tangan mewah yang ingin dibeli Rezky sama seperti milik Moeldoko. Namun, dalam persidangan tidak disebut jelas siapa sosok Moeldoko tersebut.

"Oh dia biasanya ngobrol sama ajudannya ke toko 'oh ini bagus ni kayak punyanya Pak Moeldoko, si babeh mau ni kayak gitu', kaya lagi cerita," ungkap Marieta.

Marieta mengaku tak mengetahui secara pasti siapa sosok rekan Rezky yang saat itu diajak ke tokonya. Menurut Marieta, Rezky membeli jam tangan Richard Mille Asia Ghotic seharga Rp 1.850.000.000 dengan pembayaran secara bertahap.

bekas Sekretaris Mahkamah Agung
Bekas Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi (kiri), saat meninggalkan Gedung KPK. ANTARA FOTO/Indrianto Suwarso

"Tadi 13 Oktober 2015 ya Richard Mille Asia Ghotic untuk keperluan Pak Nurhadi. Harganya di sini Saudara sebutkan Rp1.850.000.000, betul ya. Dibayarkan sebanyak tiga kali, sama ke rekening Jin Satchai sebesar Rp500 juta, kemudian Rp 700 juta, kemudian Rp500 juta," ujar jaksa Wawan.

"Di sini disebutkan bahwa pembayaran oleh Iwan Liman di tanggal 13 Oktober 2015, apa kaitannya Iwan Liman?" tanya jaksa Wawan.

Marieta menjelaskan, Rezky memang biasa mengambil jam tangan mewah di toko miliknya. Dia mengaku, Rezky biasanya membeli hanya melalui sambungan telepon dengan pembayaran secara bertahap.

"Biasanya Rezky ngambil dulu jam di toko, kita by phone dulu. Saya nagih setelah pengambilan, biasanya dia bayar bertahap tuh, kadang ada macet pembayaran, saya tahu dia kenal sama Iwan dekat, karena kadang si Rezky susah dikontak," ungkap Marieta.

Baca Juga:

Besok, Polisi Periksa Nurhadi terkait Kasus Pemukulan Petugas Rutan KPK

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono didakwa menerima gratifikasi senilai Rp37.287.000.000 dari sejumlah pihak yang berperkara di lingkungan pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, hingga peninjauan kembali.

Selain itu, Nurhadi dan menantunya juga turut didakwa menerima suap Rp45.726.955.000 dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap tersebut diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer. (Pon)

Baca Juga:

Hakim Tunda Sidang Nurhadi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bank Dunia Ingatkan Indonesia Soal Exit Strategy Pemulihan Ekonomi
Indonesia
Bank Dunia Ingatkan Indonesia Soal Exit Strategy Pemulihan Ekonomi

Bank Dunia menilai, kesehatan publik menjadi salah satu kunci terjadinya pemulihan yang cepat dan aman sehingga keputusan Indonesia membuka perekonomiannya harus dipastikan mengenai langkah menjaga kesehatan.

Pasien COVID-19 di RSHS Bandung Meningkat Pasca Lebaran
Indonesia
Pasien COVID-19 di RSHS Bandung Meningkat Pasca Lebaran

"Setelah lebaran mulai tanggal 19 (Mei) sampai saat ini sedikit naik, walaupun tidak terjadi lonjakan. Mudah-mudahan lonjakan ini tidak terjadi," kata Plh Direktur Pelayanan Medik Perawatan dan Penunjang RSHS, dr Yana Akhmad Supriatna Sp.PD-KP, di RSHS, Bandung, Senin (31/5).

Kominfo Perbaiki Sejumlah Jaringan Komunikasi yang Rusak Akibat Bencana Alam di NTT
Indonesia
Kominfo Perbaiki Sejumlah Jaringan Komunikasi yang Rusak Akibat Bencana Alam di NTT

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan aksi pemulihan terhadap infrastruktur telekomunikasi yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua DPD: Perbaikan Bangsa Harus Dilakukan dari Hulu Lewat Amandemen
Indonesia
Ketua DPD: Perbaikan Bangsa Harus Dilakukan dari Hulu Lewat Amandemen

LaNyalla menyampaikan perlunya memperbaiki sistem ekonomi negara ini

Autopsi Selesai, Terduga Pelaku Teror ZA Bakal Dimakamkan di Pondok Ranggon
Indonesia
Autopsi Selesai, Terduga Pelaku Teror ZA Bakal Dimakamkan di Pondok Ranggon

Pelaku teror masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan. Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri.

[HOAKS atau FAKTA] Detik-detik di Dalam Pesawat Sriwijaya Air Sebelum Jatuh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Detik-detik di Dalam Pesawat Sriwijaya Air Sebelum Jatuh

"Detik detik di dalam pesawat sebelum meledak dan jatuh #pesawatjatuh #pesawatsriwijaya #sriwijayaairsj182"

Tenaga Medis Bakal Divaksin Tiga Kali
Indonesia
Tenaga Medis Bakal Divaksin Tiga Kali

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut vaksinasi booster atau vaksinasi dosis ketiga akan segera dilakukan.

Anies Amini Pernyataan Setneg, Bamsoet Bakal Klarifikasi
Indonesia
Waspadai Angin Kencang Disertai Petir di Jakarta
Indonesia
Waspadai Angin Kencang Disertai Petir di Jakarta

Warga DKI Jakarta diminta waspadai dengan cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai petir di tiga wilayah pada Selasa (26/1).

[HOAKS atau FAKTA]: Ustaz Yahya Waloni Sahabat UAS Meninggal Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ustaz Yahya Waloni Sahabat UAS Meninggal Dunia

Sebuah akun Youtube Pena Istana mengunggah sebuah video dengan judul, ” U4S SANGAT TERPUKUL DIT1INGGAL S4HABATNYA”.