Nama Ganjar Pranowo dan Erick Thohir Menguat di Internal PAN Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Kantor KPU RI Jakarta (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Nama bakal calon presiden yang akan diusung Partai Amanat Nasional (PAN) masih merujuk pada nama hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 27 Agustus 2022 lalu.

Selain Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas, dua nama bakal capres yang menguat adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca Juga:

PAN Hormati Keputusan Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar

"Di situ ada Ganjar ada Erick yang menguat di internal partai. Tentu ketua umum (Zulhas) pasti nomor satu, yang lain berpeluang juga," ujar Waketum PAN Yandri Susanto di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1).

Yandri juga menyinggung nama bakal capres dari Partai NasDem Anies Baswedan. Dukungan terhadap Anies, kata Yandri, juga menguat, tetapi masih kalah dengan nama Zulhas, Ganjar dan Erick.

Baca Juga:

Fraksi PAN Nilai Usulan Kenaikan Biaya Naik Haji Beratkan Jemaah

"Kalau dilihat secara mayoritas dan kecenderungan itu Ganjar sama Erick, tapi Anies juga lumayan kuat," ujarnya.

Meski begitu, Yandri mengatakan, nama-nama bakal capres PAN tersebut belum dibahas dalam forum Koalisi Indonesia Bersatu, yang digagas PAN, Golkar dan PPP.

"Belum (dibahas) juga karena masih dinamis. Itukan atas pemantauan saya sebagai pemenangan Pemilu, beberapa kali kunjungan ke daerah, berapa kali DPD datang ke Jakarta. Kecenderungannya itu," kata Yandri. (Pon)

Baca Juga:

Harapan Erick Thohir Setelah Peresmian Revitalisasi Taman Pracima Tuin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenag-UEA Teken MoU Pembangunan Solo Culture Center
Indonesia
Kemenag-UEA Teken MoU Pembangunan Solo Culture Center

Kementerian Agama (Kemenag) RI melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah UEA dan MBZ University.

DPRD DKI Pertanyakan Anggaran Tambahan Satpol PP Rp 516 Miliar
Indonesia
DPRD DKI Pertanyakan Anggaran Tambahan Satpol PP Rp 516 Miliar

Satpol PP DKI Jakarta akan mendapatkan anggaran tambahan sebesar Rp 516 Miliar pada APBD 2022.

KPK Siap Berantas Mafia Tambang
Indonesia
KPK Siap Berantas Mafia Tambang

"KPK tentu akan menyambut baik inisiasi Menkopolhukam untuk menyelesaikan kebocoran penerimaan negara dari sektor tambang atau sektor lainnya dalam hal kebocoran tersebut diduga karena adanya dugaan korupsi," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron

26.408 Peserta Ikuti UTBK 2022 di UNS Surakarta
Indonesia
26.408 Peserta Ikuti UTBK 2022 di UNS Surakarta

Sebanyak 26.408 peserta mendaftar untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah.

Arus Balik Mudik, 256.528 Penumpang Berangkat dari KAI Daop 8
Indonesia
Arus Balik Mudik, 256.528 Penumpang Berangkat dari KAI Daop 8

PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatatkan sebanyak 256.528 penumpang kereta api (KA) jarak jauh selama masa angkutan Lebaran 2022 mulai tanggal 22 April hingga 9 Mei 2022, yang berangkat dari stasiun wilayah setempat.

 Positif COVID-19 RI Bertambah 4.563 Kasus
Indonesia
Positif COVID-19 RI Bertambah 4.563 Kasus

Sehingga total menjadi 6.358.808 kasus.

Kunker ke Papua, Senator Ingatkan Pemekaran Jangan Dilakukan dengan Tergesa-gesa
Indonesia
Kunker ke Papua, Senator Ingatkan Pemekaran Jangan Dilakukan dengan Tergesa-gesa

Dalam rangka menjalankan tugas konstitusinya, Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Papua pada Senin (14/2).

Ketua DPR Wanti-wanti Adanya Perpecahan akibat Pemilu 2024
Indonesia
Ketua DPR Wanti-wanti Adanya Perpecahan akibat Pemilu 2024

Ketua DPR Puan Maharani menegaskan, pemilu bukan merupakan ajang untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Proyek Tol Terpanjang di Selatan Jawa Dilelang Ulang
Indonesia
Proyek Tol Terpanjang di Selatan Jawa Dilelang Ulang

Dengan demikian target konstruksi Tol Getaci akan mundur. Namun, Hedy memastikan pengadaan lahan untuk jalan tol tersebut tetap berjalan.

Fakta Terbaru Perkara Penembakan Antaranggota Polisi
Indonesia
Fakta Terbaru Perkara Penembakan Antaranggota Polisi

Bharada E, tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J ternyata tidak mahir menembak.