Najwa Mundur Dari Metro TV untuk Jadi Mensos? Ini Prediksinya Najwa Shihab. (Instagram @Najwashihab)

MerahPutih.com - Setelah memutuskan mundur dari Metro TV, Najwa Shihab disibukkan dengan berbagai kegiatannya sebagai Duta Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Namun, kini kian santer beredar kabar, Najwa mundur dari program Mata Najwa karena bakal ditunjuk sebagai Menteri Sosial. Dia menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang akan maju di Pilkada Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, peluang Najwa menempati posisi Mensos terbilang kecil. Pasalnya, tidak ada kendaraan politik yang mendorong putri Quraish Shihab itu untuk masuk dalam komposisi kabinet kerja.

"Saya gak terlalu yakin (Najwa menjadi Mensos) kalau Najwa sebagai individu. Tapi kalau misalnya Najwa didorong oleh Nasdem bisa iya," ujar Ray saat dihubungi MerahPutih.com, Jumat (11/8) malam.

Menurut Ray, posisi Mensos akan menjadi salah satu pos yang diperebutkan oleh partai-partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintah. Pasalnya, posisi ini sangat strategis bagi parpol karena bersinggungan langsung dengan rakyat.

"Menurut saya posisi Mensos ini akan jadi rebutan partai-partai politik. Karena ini posisi menteri yang sangat dekat dengan publik. Sangat seksi," ungkapnya.

Bahkan, ia memprediksi, dalam jangka waktu kedepan pos-pos menteri yang bakal diincar Parpol adalah Menteri Sosial (Mensos) dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT).

"Karena dengan mengisi jabatan itu, orang potensial jadi populer, orang dapat menggalang massa dan seterusnya," jelasnya.

Lebih lanjut Ray menambahkan, apabila Khofifah tetap ngotot berlaga di kontestasi Pilkada Jatim dan mundur sebagai Mensos, Ray meyakini posisi yang ditinggal Khofifah bakal diisi oleh kader PKB lainnya.

"Kalaupun didepak (PKB keluar koalisi), mungkin akan diambil oleh Golkar. Jadi intinya, ini jabatan yang sangat seksi bagi partai. Sehingga tidak akan dilepaskan kepada individu-individu profesional," tandasnya.

"Kecuali Najwa didorong oleh Nasdem, itu lain lagi cerita. Pertanyaannya Nasdem akan diberi jatah lagi atau tidak. Secara pribadi karena dia profesional menurut saya enggak. Jokowi, justru sekarang mencari orang yang akan memperkuat posisi dia secara politik di 2019," pungkasnya. (Pon)



Thomas Kukuh

YOU MAY ALSO LIKE