Naiknya Tarif Ojol akan Meningkatkan Angka Inflasi Pengemudi ojek online menunggu calon penumpang di kawasan Blora, Jakarta, Jumat (9/9/2022). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

MerahPutih.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terjadi serentak di seluruh wilayah pada awal september 2022.

Kenaikan harga BBM juga berdampak pada tarif ojek online yang tentunya akan meningkat.

Baca Juga:

Harga BBM Naik Belum Genap Sepekan, Tangki Pertamina Balongan Kebakaran lagi

Peneliti Indef, Nailul Huda memaparkan sejumlah dampak kenaikan tarif ojek online (ojol) yakni memicu peningkatan inflasi, berkurangnya produk domestik bruto (PDB), hingga pertambahan jumlah penduduk miskin.

Hal itu lantaran sektor transportasi merupakan penyumbang inflasi tertinggi kedua setelah makanan, minuman dan tembakau.

"Inflasi kita saat ini cukup tinggi di 4,69 persen (Agustus 2022). Adanya kenaikan BBM dan diikuti dengan kenaikan transportasi bisa mengerek inflasi jauh lebih tinggi lagi. Ini yang kita tidak mau," katanya dalam paparan rilis survei nasional Polling Institute bertajuk "Kenaikan Tarif Ojek Online di Mata Pengguna dan Pengemudi" secara daring di Jakarta, Minggu.

Dikutip dari Antara, Nailul menuturkan Indef telah menghitung jika kenaikan tarif ojol bisa memicu kenaikan inflasi hingga dua persen, maka secara makro akan mengurangi PDB hingga Rp1,76 triliun dan menyebabkan gaji atau upah tenaga kerja nasional secara riil turun 0,0094 persen.

"Selain itu, menurunkan pendapatan usaha sebesar 0,0107 persen, ada potensi penurunan jumlah tenaga kerja sebesar 14 ribu jiwa dan ada potensi kenaikan jumlah penduduk miskin 0,14 persen," katanya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: BBM Naik, Ratusan Sepeda Listrik Dibagikan Gratis

Sementara itu, jika kenaikan tarif ojol mendorong kenaikan inflasi nasional hingga 0,5 persen, maka pengurangan PDB diprediksi Rp436 miliar, upah tenaga kerja turun 0,0006 persen, potensi penurunan jumlah tenaga kerja hanya 869 jiwa dan kenaikan jumlah penduduk miskin juga relatif terbatas dengan 0,04 persen.

"Ini yang relatif masih bisa diterima oleh kondisi makro ekonomi kita," katanya.

Oleh karena itu, ketika sebelumnya pemerintah berencana untuk menaikkan tarif ojek online sebesar 30-45 persen, berbagai kalangan dengan keras mengkritisi karena dikhawatirkan bisa menyebabkan kenaikan inflasi yang imbasnya merembet ke semua bidang.

"Makanya ketika isunya akan naik 30-45 persen, itu kita kritis sekali. Kita tidak mau ini terlalu tinggi sehingga menyebabkan inflasi kita tinggi dan efek dominonya kemana-mana. Makanya kita minta hitung ulang karena terkait dengan dampak inflasi yang bisa saja terjadi," kata Nailul.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan kenaikan tarif ojek online sebesar 6-10 persen yang mulai berlaku Minggu ini. Penyesuaian tarif tersebut telah melalui kajian matang agar tidak terlalu mengurangi penumpang ojol meski tarif dinaikkan. (*)

Baca Juga:

Harga BBM Naik, Sopir Angkutan Umum di Solo Dapat Bantuan Sembako dari Polresta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolri Minta Objek Wisata Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Kapolri Minta Objek Wisata Terapkan Protokol Kesehatan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kesiapan penerapan protokol kesehatan libur Lebaran di objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali, Kamis (5/5).

Dihadiri Rusia, Menkeu AS Pastikan Lewatkan Beberapa Pertemuan G20
Dunia
Dihadiri Rusia, Menkeu AS Pastikan Lewatkan Beberapa Pertemuan G20

Washington dan sekutunya akan lebih lanjut melakukan konsultasi mengenai sanksi yang dikenakan pada Rusia, termasuk fokus untuk menggagalkan penghindaran sanksi yang sebelumnya dijatuhkan.

Mendag Sebut IUAE–CEPA untuk Tingkatkan Ekspor ke Kawasan Teluk dan Timur Tengah
Indonesia
Mendag Sebut IUAE–CEPA untuk Tingkatkan Ekspor ke Kawasan Teluk dan Timur Tengah

"Persetujuan ini menjadi pintu masuk Indonesia ke UEA yang merupakan hub untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara tujuan nontradisional seperti di kawasan Teluk, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan," ucap Mendag Zulkifli Hasan

56 Oknum Polisi Diperiksa dan 3 Jenderal Diinapkan di Mako Brimob
Indonesia
56 Oknum Polisi Diperiksa dan 3 Jenderal Diinapkan di Mako Brimob

Sejumlah oknum polisi ikut terseret pasca-ditetapkannya mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam pembunuhan Brigadir J.

Sidang Ferdy Sambo, Usaha Makanan-Minuman di Kawasan PN Jaksel Ramai Pengunjung
Indonesia
Sidang Ferdy Sambo, Usaha Makanan-Minuman di Kawasan PN Jaksel Ramai Pengunjung

Persidangan kasus kematian Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo cs di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membawa berkah tersendiri bagi pengelola tempat tongkrongan.

Setelah UU TPKS Disahkan, Kini Aturan Turunan Harus Segera Dibuat Pemerintah
Indonesia
Setelah UU TPKS Disahkan, Kini Aturan Turunan Harus Segera Dibuat Pemerintah

Implementasi dari UU ini nantinya akan dapat menghadapi dan menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual, perlindungan perempuan dan anak yang ada di Indonesia.

Erick Thohir Bentuk PMO Kopi Nusantara, SCAI Siap Dukung Ekosistem
Indonesia
Erick Thohir Bentuk PMO Kopi Nusantara, SCAI Siap Dukung Ekosistem

Dalam kesempatan yang sama Erick Thohir juga melepas ekspor kopi perdana PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) tahun 2022.

Massa Aksi BEM SI Tiba di Gedung DPR
Indonesia
Massa Aksi BEM SI Tiba di Gedung DPR

Seribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tiba di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4). Mereka datang usai melakukan long march dari arah Jalan Pemuda depan Gedung TVRI.

Obat Sirop Anak Bakal Dikasih Label Aman
Indonesia
Obat Sirop Anak Bakal Dikasih Label Aman

Obat yang betul-betul tidak berbahaya dan aman nanti bisa dilepas secara bertahap.

Kemenag Jelaskan Pernyataan Menag Soal Azan yang Dianggap Kontroversial
Indonesia
Kemenag Jelaskan Pernyataan Menag Soal Azan yang Dianggap Kontroversial

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tengah menuai sorotan. Hal ini karena ucapannya soal suara azan.