Naik Kereta Api Jarak Jauh Kini Wajib Miliki Aplikasi Peduli Lindungi Ilustrasi - Sejumlah calon penumpang menunggu kedatngan KA di Stasiun Madiun, Jatim, Rabu (21/7/2021). (ANTARA/HO-Humas Daop 7 Madiun)

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dipastikan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai syarat perjalanan. Kebijakan ini berlaku mulai Sabtu, 28 Agustus.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menjelaskan, saat ini KAI masih menunggu detail aturan dari Kementerian Perhubungan untuk penerapannya.

"KAI siap mengikuti aturan serta kebijakan pemerintah dan siap mendukung semua kegiatan guna pencegahan penyebaran COVID-19 pada moda transportasi kereta api," ujar Joni dalam keterangannya, Kamis (26/8).

Baca Juga:

Tidak Penuhi Syarat, 3.439 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta

KAI telah mengintegrasikan aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding KAI untuk membantu proses validasi dokumen kesehatan calon pelanggan. Integrasi ini terwujud melalui kerja sama antara KAI dan Kementerian Kesehatan.

Terintegrasinya aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding KAI bertujuan untuk mempermudah pelanggan dan memperlancar proses pemeriksaan dokumen.

"Juga untuk menghindari pemalsuan dokumen,” ujar Joni.

Dengan terintegrasinya sistem tersebut, maka data vaksin dan hasil tes COVID-19 baik RT-PCR atau rapid test antigen calon pelanggan dari aplikasi Peduli Lindungi akan muncul pada layar petugas pada saat melakukan boarding di stasiun.

"Sehingga dapat mempermudah dan memperlancar proses pemeriksaan dokumen kesehatan pelanggan KA jarak jauh," jelas Joni.

Pengguna jasa saat melakukan boarding pass di Stasiun Cirebon. Pada masa libur panjang akhir pekan KAI Cirebon menjalankan 53 kereta ke berbagai tujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi bagi masyarakat. (ANTARA/Khaerul Izan)
Pengguna jasa saat melakukan boarding pass di Stasiun Cirebon. Pada masa libur panjang akhir pekan KAI Cirebon menjalankan 53 kereta ke berbagai tujuan untuk memenuhi kebutuhan transportasi bagi masyarakat. (ANTARA/Khaerul Izan)

Agar data vaksin dan hasil tes COVID-19 milik calon pelanggan terbaca pada sistem boarding KAI, calon pelanggan harus menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) yang sama. Terutama pada saat pemesanan tiket dan saat melakukan vaksinasi atau tes COVID-19.

Selain itu, klinik atau laboratorium tempat pelanggan melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen juga harus terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

Jika sudah sesuai dan data sudah diunggah oleh penyelenggara ke sistem, maka data vaksinasi dan hasil tes pelanggan akan muncul pada layar komputer petugas pada saat proses boarding.

Pada saat boarding, pelanggan tetap harus menunjukkan boarding pass, kartu identitas, dan surat keterangan lainnya sesuai persyaratan.

"Pelanggan juga diharapkan tetap membawa kartu vaksinnya dan surat negatif tes COVID-19 yang berlaku jika diperlukan untuk berbagai kepentingan lainnya," ujar Joni.

Baca Juga:

1.925 Calon Penumpang Ditolak Naik Kereta Api Gegara Bawa Anak di Bawah 12 Tahun

Joni yakin, integrasi aplikasi Peduli Lindungi dengan sistem boarding merupakan salah satu upaya KAI dan Kemenkes untuk menjamin keamanan perjalanan pelanggan pada pada masa pandemi.

"KAI terus melakukan transformasi digital di berbagai layanan untuk menghadirkan sebuah ekosistem transportasi kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan sehat,” tutup Joni. (Knu)

Baca Juga:

Aturan Baru Naik Kereta Api, Wajib Sudah Divaksin dan Bebas COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Denda pelanggar Prokes di Surabaya Terkumpul Rp 1,3 miliar
Indonesia
KPK Terapkan Kunjungan Daring, Edhy Prabowo Mengeluh
Indonesia
KPK Terapkan Kunjungan Daring, Edhy Prabowo Mengeluh

Edhy mengaku membutuhkan dukungan moral

Solo Raya Turun Level 3, Gibran Siapkan PTM Terbatas
Indonesia
Solo Raya Turun Level 3, Gibran Siapkan PTM Terbatas

Presiden Jokowi mengumumkan perpanjangan PPKM Jawa-Bali pada 31 Agustus-6 September.

Erick Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika Terkait Kasus Alat Rapid Test Bekas
Indonesia
Erick Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika Terkait Kasus Alat Rapid Test Bekas

"Langkah (pemberhentian) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang," kata Erick

Selain Black Box, Tim SAR Berhasil Kumpulkan 24 Kantong Jenazah
Indonesia
Selain Black Box, Tim SAR Berhasil Kumpulkan 24 Kantong Jenazah

TNI AL berhasil menemukan black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 128 di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

DPRD DKI dan Anak Buah Anies Bahas APBD 2021 di Puncak
Indonesia
DPRD DKI dan Anak Buah Anies Bahas APBD 2021 di Puncak

DPRD DKI Jakarta bersama Pemprov kembali menggelar rapat pembahasan terkait anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di Hotel Grand Cempaka, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Hoaks Vaksinasi COVID-19 Dikemas Dengan Bahasa Emosional
Indonesia
Hoaks Vaksinasi COVID-19 Dikemas Dengan Bahasa Emosional

Hoaks vaksinasi menimbulkan penolakan terhadap vaksin-vaksin lainnya yang sudah lebih lama beredar dan sangat diperlukan untuk kesehatan masyarakat.

Penyebar Video Muhammad Kece di Medsos bakal Dijerat UU ITE
Indonesia
Penyebar Video Muhammad Kece di Medsos bakal Dijerat UU ITE

"Risiko yang memposting akan dapat menjadi pelaku UU ITE,” tuturnya.

Doni Monardo Diduga Tertular COVID-19 saat Tengah Makan Bersama
Indonesia
Doni Monardo Diduga Tertular COVID-19 saat Tengah Makan Bersama

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meyakini dirinya terpapar saat makan karena terpaksa melepas masker.

Cak Imin Sebut Faktor Kebahagiaan Jadi Indikator Kesuksesan Pembangunan
Indonesia
Cak Imin Sebut Faktor Kebahagiaan Jadi Indikator Kesuksesan Pembangunan

Kebahagiaan dulu tidak dipercaya sebagai indikator keberhasilan sebuah pembangunan oleh ilmu sekularistik, tapi sekarang berbalik.