Nadiem Makarim Jadi Mendikbud, Warganet Imajinasikan Hal 'Gila' Nadiem Makarim ditunjuk sebagai Mendikbud RI. (foto: Instagram @kawanbisnis)

MANTAN CEO Gojek, Nadiem Makarim, resmi ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Rabu (23/10). Nadiem tercatat sebagai yang termuda di jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Penunjukan pria 35 tahun itu sebagai mendikbud disambut warganet dengan optimisme dan imajinasi 'gila'. Tak sedikit warganet yang mengungkapkan optimisme mereka akan perubahan di dunia pendidikan Indonesia atas mendikbud baru ini.

BACA JUGA: Mengenal Nadiem Makarim, CEO Go-Jek yang Dipanggil Jokowi ke Istana Negara

Seperti diungkapkan pemilik akun @itsurrandomboi yang menebak akan ada hal besar dalam dunia pendidikan Indonesia. "Harapan terbaik untuk Nadiem," ujarnya.


Ada juga yang menganggap bahwa pemilihan Nadiem jadi tonggak revolusi dalam dunia pendidikan.


Selain ucapan selamat dan harapan terbaik untuk mendikbud baru, banyak juga warganet yang melontarkan imajinasi 'gila'. Semua itu terkait dengan perjalanan Nadiem sebagai founder dan CEO Gojek.

Warganet dengan akun Twitter @rodiaman_id mengusulkan adanya sistem aplikasi penilaian guru dengan sistem bintang. Seperti layaknya Gojek. Setiap siswa memberi bintang untuk guru yang mengajar. Bintang 1 bisa menimbulkan suspend, bintang 5 berarti bonus guru segera cair.

Ide gila lainnya diluncurkan terkait dengan pembayaran uang sekolah. Jika dulu uang sekolah dibayar tunai atau transfer bank, kini dengan Nadiem jadi mendikbud, warganet berimajinasi uang sekolah dibayar dengan Gopay. Dengan diskon dan cashback tentunya.

Revolusi lain yang dibayangkan warganet ialah kurikulum dan jadwal belajar anak sekolah sudah disatukan dalam aplikasi. Jadi saat guru akan mengajar, tinggal sebut, "Belajar sesuai aplikasi!" Khas pertanyaan driver Gojek kan?

nadiem makarim
Belajar sesuai aplikasi dong. (foto: istimewa)

Satu hal yang juga tak luput dari imajinasi warganet ialah sistem zonasi yang pada PPDB lalu membuat banyak orangtua murid kewalahan. Akun Twitter @DwiwaraP menyebut sistem zonasi dengan mudah diatasi dengan Gojek. "Sistem zonasi hilang. Asal pakai Gojek," katanya.

Ya, warganet memang paling bisa deh sumbang ide 'gila' semacam itu. Semoga saja Mendikbud Nadiem Makarim bisa menjawab optimisme warganet dan bekerja dengan baik.(dwi)

BACA JUGA: Mengenal Dokter Terawan, Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Maju

Kredit : dwi


Dwi Astarini