Nadiem Diwanti-wanti Kurikulum Darurat Jangan Malah Bikin Susah Guru dan Siswa Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Anggota Komisi X DPR RI F-PPP Illiza Sa’aduddin Djamal mengingatkan kurikulum Darurat dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim harus memiliki fokus dan target yang jelas agar mudah diterjemahkan di lapangan.

"Baik oleh guru dan sekolah maupun oleh peserta didik dan wali murid," kata Illiza dalam keteranganya, Selasa (11/8).

Baca Juga:

Pembelajaran Jarak Jauh Dinilai Tak Ideal

Menurut dia, kurikulum darurat tersebut harus membuat penilaian akhir terhadap siswa lebih fleksibel. Terutama, pihak sekolah dan guru diberikan kebebasan dalam memberikan penilaian bagi para murid. Targetnya, kurikulum darurat mesti memastikan siswa memiliki kompetensi dasar dan memperhatikan pembentukan karakter siswa.

Di tengah keterbatasan Kurikulum Darurat tersebut, Illiza berharap kebijakan ini bisa menjadi awal bagi kemendibud untuk mengevaluasi carut marut sistem pendidikan kita selama ini.

"Dan secara prinsip, perubahan yang terjadi dalam jangka waktu singkat akibat kurikulum darurat ini perlu dimaklumi oleh semua pihak," ungkap bekas Wali Kota Banda Aceh ini.

Salah satu peserta siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta proses mengerjakan tugas merangkum kajian Ramadhan oleh dai cilik dari channel Youtube sekolah, di Solo, Senin (4/5/2020). ANTARA/HO/Humas SD MUhammadiyah PK Kottabarat Surakarta
Salah satu peserta siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta proses mengerjakan tugas merangkum kajian Ramadhan oleh dai cilik dari channel Youtube sekolah, di Solo, Senin (4/5/2020). ANTARA/HO/Humas SD MUhammadiyah PK Kottabarat Surakarta

Illiza juga meminta Kemendikbud harus memperhatikan semua masukan baik dari hasil Rapar Kerja dengan Komisi X DPR RI dan masuk dari berbagai stakeholder lain untuk untuk bisa merumuskan sistem pendidikan era baru di tengah pademi ini.

"Pemerintah mesti memperhatikan kesenjangan infrastruktur antar daerah, terutama daerah dan pusat serta daerah tertinggal dengan perkotaan dalam menyusun dan menerapkan kurikulum darurat tersebut," tutup anggota dewan yang terhormat itu.

Baca Juga:

Bikin Betah Belajar, Seperti Inilah Sosok Guru Idaman Milenial

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim telah menerbitkan kurikulum darurat yang dapat diterapkan saat pandemi Corona. Sekolah pun memiliki 3 opsi terkait kurikulum darurat saat pandemi virus Corona ini.

Keputusan ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Kepmen itu diteken Nadiem Makarim pada 4 Agustus 2020.

Nadiem menyatakan kurikulum darurat ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Namun, sekolah tidak harus menerapkan kurikulum darurat ini melainkan punya 3 opsi, yaitu:

  1. Tetap mengacu pada Kurikulum Nasional.
  2. Menggunakan kurikulum darurat.
  3. Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

(Knu)

Baca Juga:

Ketika Cara Mengajar Guru Tergantikan oleh Aplikasi Mengajar


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH