Nabung 3 Tahun, Buruh Tani di Magetan Beli Motor Pakai Uang Receh Sastro Kasdi (kanan), warga Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan yang berprofesi sebagai buruh tani ini membawa uang koinnya ke dealer motor. Foto: MP/Istimewa

MerahPutih.com - Seorang warga Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, bernama Sastro Kasdi membuat heboh di sebuah dealer karena membeli motor memakai uang receh senilai Rp12,5 juta.

Saat ditemui, pria yang berprofesi sebagai buruh tani ini mengaku uang receh untuk membeli sepeda motor itu dikumpulkan selama 3 tahun dari hasil kerjanya.

Baca Juga

Kutip Bansos COVID-19, Ketua RT di Jakarta Dipecat

"Ya uang receh Rp 1.000 ini saya tabung dan saya kumpulkan di ember biar nanti bisa buat beli sepeda motor," tuturnya saat dikonfirmasi, Kamis (25/3).

Selama 3 tahun, ia menghitung dan dirasa cukup untuk dibelikan sepeda motor di salah satu delaer. Tak hanya dari uang receh miliknya, Sastro juga dibantu oleh anaknya untuk membeli sepeda motor itu.

"Ya nggak uang saya saja ini, anak saya juga ikut bantuin beli sepeda motor ini," tandasnya.

Ilustrasi uang koin. Foto: Istimewa

Sementara itu, pegawai dealer motor di Magetan, Icho Viona Pratiwi merasa ada pengalaman baru dan unik menerima pembayaran pembelian sepeda motor dengan uang koin.

"Pak Sastro bawa uang koin banyaknya Rp12.5 juta dan sisanya dibayar pakai uang kertas Rp100 ribu. Untuk harga motornya Rp 21.8 juta. Dan harga yang disepakati Rp21.5 juta. Itu kebanyakan dibayar dengan uang receh," tutur Icho.

Untuk mempercepat proses transaksi, uang receh dari pembeli tersebut dibawa ke bank untuk dihitung lebih detil.

"Begitu sudah dihitung di bank, motor yang dibeli Pak Sastro sudah dikirim ke rumahnya," pungkas Icho. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga

Begini Kalau Bapak-Bapak Mau Touring

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Kebut Paripurna RUU Cipta Kerja, Demokrat: Mematikan Kepercayaan Masyarakat
Indonesia
DPR Kebut Paripurna RUU Cipta Kerja, Demokrat: Mematikan Kepercayaan Masyarakat

Pelaksanaan rapat paripurna tidak seharusnya dipercepat

RUU Cipta Kerja Disahkan, KIARA: Perampokan terhadap Kedaulatan Masyarakat Bahari
Indonesia
RUU Cipta Kerja Disahkan, KIARA: Perampokan terhadap Kedaulatan Masyarakat Bahari

Omnibus Law Cipta Kerja baru saja disahkan oleh Pemerintah dan DPR dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Senin (5/10) kemarin.

Pemimpin Milenial untuk 2024? Ini Kata Megawati
Indonesia
Pemimpin Milenial untuk 2024? Ini Kata Megawati

Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa Pilkada Serentak 2020 adalah bagian dari visi menuju pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2024.

Berikut Data Terkini Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet
Indonesia
Berikut Data Terkini Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet

Rinciannya, pasien terkonfirmasi positif berjumlah 1.543 orang, pasien suspek ada 4 orang.

Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Kejar Napi Asal Tiongkok ke Hutan Tenjo
Indonesia
Polisi Kerahkan Anjing Pelacak Kejar Napi Asal Tiongkok ke Hutan Tenjo

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengungkapkan saat ini telah menurunkan anggota Brimob Polda Metro Jaya dan anjing pelacak (K-9) untuk mencari keberadaan Cai Changpan.

Kemensos Didorong Tindaklanjuti Temuan Pungli Bansos oleh Tri Rismaharini
Indonesia
Kemensos Didorong Tindaklanjuti Temuan Pungli Bansos oleh Tri Rismaharini

Bamsoet juga meminta komitmen Kemensos untuk memastikan bantuan-bantuan sosial bagi masyarakat terdampak COVID-19 sesuai dengan data penerima

Rumah Sakit di Bandung Milik Semua Warga
Indonesia
Rumah Sakit di Bandung Milik Semua Warga

Sebagai ibu kota, Kota Bandung tentu memiliki banyak kelebihan di bandingkan daerah kabupaten/kota di Jawa Barat.

Pembahasan APBD-P Rawan Disusupi Anggaran 'Siluman'
Indonesia
Pembahasan APBD-P Rawan Disusupi Anggaran 'Siluman'

KOPEL melihat hal ini sebagai praktik yang tidak selayaknya dilakukan

Jakob Oetama di Mata Jokowi, Sosok Kritis tapi Santun
Indonesia
Jakob Oetama di Mata Jokowi, Sosok Kritis tapi Santun

Jokowi menyebut pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama sebagai tokoh pers yang punya daya kritis tinggi.

Bomber Gereja Katedral Tinggalkan Surat Wasiat, Izin Pamit dan Siap Mati Syahid
Indonesia
Bomber Gereja Katedral Tinggalkan Surat Wasiat, Izin Pamit dan Siap Mati Syahid

Identitas L dan YSF terkuak dari identifikasi tim Inafis Polrestabes Makassar