Mutasi Virus COVID-19 Jadi Ujian Efektivitas Vaksin Merah Putih Vaksinasi COVID di Istana. (Foto: Tangkapan Layar)

MerahPutih.com - Mutasi virus corona penyebab COVID-19 menjadi tantangan dalam pengembangan Vaksin Merah Putih yang dilakukan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dengan platform subunit protein rekombinan. Varian Corona Eek atau E484K terdeteksi muncul di wilayah DKI Jakarta.

"Vaksin apapun itu selalu begitu, apalagi virus mutasinya lebih cepat kalau bakteri-bakteri itu tidak terlalu cepat mutasinya kalau virus itu mutasinya sangat cepat," kata Kepala Lembaga Eijkman Amin Soebandrio di Jakarta, Rabu (7/4) dikutip Antara.

Baca Juga:

Selama Ramadan, Pemkab Sleman Gelar Vaksinasi COVID-19 ke Pemuka Agama

Amin menuturkan, pihaknya selalu mengumpulkan informasi terkini tentang mutasi-mutasi terbaru dari virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Pengembangan vaksin dan surveilans molekuler merupakan satu paket kegiatan di Eijkman.Pihaknya, telah memiliki teknologi untuk melakukan surveilans.

Amin mengatakan, dalam mengembangkan vaksin, ada dua hal yang perlu dikembangkan yakni surveilans molekuler untuk memastikan bahwa vaksinnya efektif untuk mengeliminasi virus yang bersirkulasi saat ini, sehingga harus dipantau terus, dan mengembangkan teknologi untuk mengukur kekebalan tubuh dan dengan mengukur kadar antibodi maka dapat dipantau apakah vaksin berhasil menciptakan imunitas dalam tubuh.

Saat ini, sudah terjadi beberapa mutasi pada virus corona penyebab COVID-19 namun diklaim belum sampai berdampak signifikan dan mengganggu kinerja vaksin seperti varian baru Corona penyebab COVID-19 asal Inggris (B 117), Afrika Selatan (B.1.351) dan Brasil (B.1.1.28).

Sementara itu, Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama menyampaikan bahwa E484K merupakan mutasi baru dan bukan varian baru. Mutasi E484K ini oleh sebagian pakar disebut 'mutasi Eek', yang maksudnya sesuatu yang mengkhawatirkan dan merupakan sebuah peringatan atau 'warning'.

"Ini terjadi karena mutasi ini nampaknya berdampak pada respons sistem imun dan mungkin juga mempengaruhi efikasi vaksin," papar Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Mantan Direktur Penyakit Menular di WHO Asia Tenggara itu menjelaskan E484K ada dalam variant of concern (VOC)-nya WHO per 1 April 2021, dan juga VOC nya "Center of Disease Control (CDC)" Amerika Serikat per 24 Maret 2021. Mutasi ini, pertama kali diidentifikasi pada varian yang dilaporkan dari Afrika Selatan (B.1.351) dan Brazil (B.1.1.28), lalu kemudian juga dilaporkan pada varian yang ada di Inggris.

"Inggris mengidentifikasi mutasi ini sesudah memeriksa 214.159 sampel sekuens, suatu jumlah yang cukup banyak. Sesudah ditemukan maka pemerintah Inggris melakukan penelusuran kontak yang intensif disertai kegiatan test dan analisis laboratorium lanjutannya," katanya.

Tjandra menambahkan, E484K juga disebut sebagai mutasi pelarian atau penghindaran (escape mutation) karena dapat membuat virus lolos dari pertahanan tubuh manusia. Data menunjukkan bahwa varian B.1.1.7 kalau ditambah mutasi E484K akan membuat tubuh perlu meningkatkan jumlah antibodi serum untuk dapat mencegah infeksinya.

"Kita sudah sama ketahui bahwa varian B.1.1.7 memang sudah terbukti jauh lebih mudah menular, sehingga kalau bergabung dengan mutasi E484K maka tentu akan menimbulkan masalah cukup besar bagi penularan COVID-19 di masyarakat," ujarnya.

Vaksinasi. (Foto: Pemprov Jabar)
Caption

Selain itu, kata dia, mutasi E484K juga nampaknya akan memperpendek masa kerja antibodi netralisasi di dalam tubuh. Dengan kata lain, orang akan jadi lebih mudah terinfeksi ulang sesudah dia sembuh dari sakit COVID-19. Namun, karena pengaruhnya terhadap antibodi maka mungkin akan ada dampaknya pada efikasi vaksin tetapi harus menunggu tunggu hasil penelitian selanjutnya tentang bagaimana dampak terhadap efikasi vaksin.

Tjandra menyampaikan, kalau memang nanti mutasi E484K dan atau mutasi atau varian baru lainnya memang akan membuat vaksin menjadi tidak efektif, maka para pakar dan produsen vaksin akan dapat memodifikasi vaksin yang ada sehingga akan tetap efektif dalam pengendalian COVID-19.

Paling tidak lanjut ia, terdapat empat pencegahannya, pertama, meningkatkan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta Menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Kedua, melakukan penelusuran kontak intensif pada keadaan khusus. Ketiga, mengawasi kedatangan dari luar negeri. Keempat, meningkatkan jumlah pemeriksaan whole genome sequencing. (*)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: PP Muhammadiyah Tolak Vaksinasi Penduduk KTP Non-Islam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setahun Pandemi COVID-19, Volume Limbah Medis Solo Naik 10 Persen
Indonesia
Setahun Pandemi COVID-19, Volume Limbah Medis Solo Naik 10 Persen

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Heri Widianto mengatakan, hal tersebut sebagai akibat tingginya operasional fasilitas layanan masyarakat dalam menangani kasus infeksius.

Pimpinan DPRD DKI Minta Anies Enggak Bikin Acara di Malam Pergantian Tahun
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Minta Anies Enggak Bikin Acara di Malam Pergantian Tahun

Dan sebaiknya di rumah juga jaga jarak sama keluarga

Jokowi Bakal Jadi King Maker di Pertarungan Pilpres 2024
Indonesia
Jokowi Bakal Jadi King Maker di Pertarungan Pilpres 2024

Konstelasi pilpres 2024 akan dipengaruhi juga oleh konfigurasi para ''king maker''. Pertarungan sesungguhnya justru terjadi di tingkat king maker.

Temui Mantan Kapolri, Listyo Dikasih Wejangan Hubungan Senior-Junior
Indonesia
Temui Mantan Kapolri, Listyo Dikasih Wejangan Hubungan Senior-Junior

Kapolri Jenderal Idham Azis menekankan, kepada jajarannya agar tetap solid setelah Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo terpilih sebagai calon kapolri.

Sertifikat Vaksinasi untuk Pelaku Perjalanan Masih Sebatas Wacana
Indonesia
Sertifikat Vaksinasi untuk Pelaku Perjalanan Masih Sebatas Wacana

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut, hingga saat ini, sertifikat vaksinasi belum menjadi syarat pelaku perjalanan.

Beri Sambutan KLB, Megawati Yakin Gerindra Partai Pancasilais
Indonesia
Beri Sambutan KLB, Megawati Yakin Gerindra Partai Pancasilais

Mega berharap Partai Gerindra agar terus eksis dan berjuang demi rakyat Indonesia.

Calon Penantang Gibran Dituding Pengikut Keraton Agung Sejagad dan Sunda Empire
Indonesia
Calon Penantang Gibran Dituding Pengikut Keraton Agung Sejagad dan Sunda Empire

Namun demikian, sebagai pasangan dari jalur independen justru mendapatkan cibiran dan tudingan negatif terutama di media sosial.

Di Penjara, Rizieq Shihab Pilih Fokus Selesaikan Tesis
Indonesia
Di Penjara, Rizieq Shihab Pilih Fokus Selesaikan Tesis

Pimpinan FPI Rizieq Shihab telah sepekan berada di rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya.

Meski Ditangkap, Djoko Tjandra Masih Berpeluang Bebas
Indonesia
Meski Ditangkap, Djoko Tjandra Masih Berpeluang Bebas

Djoko Tjandra masih bisa mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Gunung Merapi Memuntahkan Lava Pijar, 1.061 Warga Jateng Mengungsi
Indonesia
Gunung Merapi Memuntahkan Lava Pijar, 1.061 Warga Jateng Mengungsi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat sebanyak 1.061 orang yang masuk zona kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi atau berjarak 3 km dari puncak telah mengungsi.