Musuh Besar Masa Depan Timnas Inggris Marcus Rashford. Image: REUTERS

MerahPutih.com - Kesuksesan di masa depan ada di tangan para pemuda. Idiom tersebut juga berlaku di jagat sepak bola. Karena itulah pembibitan pemain muda menjadi titik terpenting dari kemajuan sepak bola sebuah negara.

Beberapa waktu lalu, Roberto Mancini, yang kini menjadi pelatih Italia, mengeluhkan minimnya menit bermain yang didapat pemain muda Italia di Serie A. Hal ini sejatinya sudah lama terjadi di tanah Inggris.

Dalam lebih dari setahun terakhir, pemain muda Inggris mendominasi kompetisi sepak bola Eropa, bahkan dunia. Timnas U-17 hingga U-21 mereka sukses menguasai Piala Dunia, Kejuaraan Eropa, dan berbagai ajang kejuaraan tim muda.

Pemain timnas Inggris saat melawan Spanyol di UEFA Nations League. Foto: SkySports

Tidak heran jika publik di luar Inggris kerap menyebut masa depan timnas Inggris akan cerah. The Three Lions bakal menjadi kekuatan utama sepak bola dunia di masa depan.

Perkiraan itu makin kuat saat Inggris mampu menembus semifinal Piala Dunia 2018, pencapaian terbaik mereka dalam 28 tahun. Inggris sukses menuai hasil itu dengan sebuah tim yang memiliki rata-rata usia termuda.

Meski begitu, para petinggi Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) justru cemas masa depan timnas Inggris tidak secerah yang publik di luar kira. Minimnya menit bermain pemain muda menjadi penyebabnya.

"Kolam pemain semakin kecil," demikian kata pelatih Inggris, Gareth Souhgate.

Komentar Southgate di atas berdasarkan data statistik yang menyebut pemain Inggris hanya mencatat 30,4 persen dari total 7.200 menit di Premier League musim ini. Menurun dibandingkan musim lalu yang 33 persen.

Persentase semakin kecil jika menghitung hanya di enam klub besar alias the big six. Di kelompok ini, pemain Inggris hanya mencatat 20 persen.

Sejak dimulainya musim 2018-19 ini, ada 17 pemain Inggris berusia 17-21 tahun yang tampil di Premier League. Ini merupakan angka terendah di antara lima liga besar di Eropa. Memang musim 2018-19 baru dimulai, namun jika tren ini berlanjut sangat pantas bagi FA untuk menekan tombol tanda bahaya.

Pasalnya musim lalu, angka pemain lokal di bawah 21 tahun di Premier League juga terbilang rendah, hanya 43 pemain.

Ronaldo Vieira. Foto: Sampdoria

Sebagai pembanding, Ligue 1 Prancis untuk musim ini saja sudah menampilkan 62 pemain lokal berusia di bawah 21 tahun. Sedangkan musim lalu mencapai 88 pemain. Seperti diketahui, Prancis merupakan juara Piala Dunia 2018.

Southgate pernah mengatakan dirinya mungkin akan lebih memperhatikan para pemain yang memperkuat timnas Inggris U-21 sebagai calon penghuni timnas senior. Secara teori, tim U-21 merupakan arena ujian terakhir para pemain sebelum lulus menjadi pemain senior.

Namun kenyataannya dari 23 pemain timnas U-21 Inggris saat ini, hanya enam yang bermain di Premier League secara reguler dan tidak satu pun berasal dari klub papan atas. Catatan ini tentu menjadi "Red Flag" bagi sepak bola Inggris.

"Jika kami tidak secepatnya memperbaiki hal ini, situasinya akan semakin kronis, ujar Aidy Boothroyd, pelatih timnas Inggris U-21.

"Saya sendiri belum punya jawabannya. Tapi ini sangat mencemaskan. Federasi perlu bersatu dan fokus pada masalah jangka panjang ketimbang jangka pendek," lanjut Boothroyd.

Lalu bagaimana solusinya? Di sepak bola Inggris sendiri sebenarnya sudah memiliki aturan home-ground player atau pemain hasil didikan klub. Dalam aturan itu tiap klub harus memasukan delapan pemain yang sudah bergabung selama paling tidak tiga tahun sebelum usia 21 tahun. Namun ada lubang dalam aturan ini. Pemain yang home-ground tidak meski berasal dari Inggris. Sebagai contoh, Cesc Fabregas masuk dalam aturan ini.

Beruntung bagi Inggris, dalam dua tahun terakhir, beberapa pemain muda mereka sudah berani mencoba berpetualang ke negara lain, khususnya Jerman. Musim lalu ada tujuh pemain muda Inggris yang tampil di Bundesliga.

Sedangkan musim ini ada pula yang bergabung dengan klub Italia dan Spanyol, seperti Ronaldo Vieira di Sampdoria atau Patrick John Joseph Roberts bersama Girona.

Patrick John Joseph Roberts. Foto: Zimbio

Namun sejatinya, keputusan para pemain belia itu keluar dari Inggris ini juga menjadi cerminan bahwa mereka menilai bahwa pintu untuk tampil di Premier League sudah tertutup. Karena itu mereka memilih berpetualang ke luar Britania Raya.

Bagaimanapun, mengulang pendapat dari Southgate dan Boothroyd, Inggris harus segera mencari solusi terkait menit bermain pemain muda di Premier League. Jika tidak petaka sudah menanti di masa depan. (*/Bolaskor)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH