Musim Pilkada, PWI Tegaskan Independensi Wartawan Harga Mati Ilustrasi. (pixabay/Engin_Akyurt)

Merahputih.com - Pilkada Serentak 2020 yang tengah berlangsung, tak hanya menuntut adanya independensi di kalangan penyelenggara pemilu hingga aparat keamanan. Wartawan pun juga diminta netral dan tak berpihak ke salah satu calon.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) secara bulat menekankan kembali independensi adalah harga mati bagi seorang wartawan dalam menjalankan profesinya. Hal itu merupakan amanat konstitusi dan semua peraturan perundang-undangan di bidang pers, kode etik jurnalistik, dan kode perilaku wartawan.

Baca Juga:

Wartawan Hati-Hati Dikadali, Pelajari Trik-Trik Ngeles Narasumber Ini

PWI bahkan memberikan sanksi bagi wartawan yang bersikap partisan dalam kontestasi Pilkada 2020 di daerahnya. Seperti diketahui beberapa anggota pengurus dan bahkan ketua provinsi ada yang terang terangan mendukung salah satu pasangan calon dalam pilkada tahun 2020 yang digelar di 270 daerah provinsi,kota dan kabupaten.

“Terhadap mereka yang melanggar dikenakan sanksi pemberhentian atau diminta mundur dari PWI”, kata Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang dalam keteranganya di Jakarta, Selasa (27/10).

Dalam Pilkada 2020 sudah seharusnya wartawan menjaga jarak yang sama dengan semua kontestan.

Begitulah mestinya wartawan berperan sehingga eksistensinya punya kontribusi merawat dan mengembangkan demokrasi, mengawal bangsa dan negara mencapai cita-citanya.

“Kontestasi pemimpin rakyat harus dijaga berjalan dengan sangat demokratis, supaya menghasilkan pemimpin amanah. Itu sebabnya Pilkada harus dijaga berlangsung jujur dan adil, tidak dikotori praktek money politics,“ tambah Ilham.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/Alexas_Fotos)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/Alexas_Fotos)

Ilham mengakui, sebagai individu wartawan memang tetap memiliki hak politiknya. Silahkan salurkan itu di TPS. Namun, ketika menjalankan profesi maka ia diikat oleh kode etik profesi. "Justru karena itu profesi ini tetap dihargai dan dipercaya sampai sekarang," sebut Ilham yang juga wartawan senior ini.

Ilham berharap, organasisasi pers mampu bertindak tegas menyingkirkan benalu – benalu yang hanya mencari keuntungan pribadi dari organisasi termasuk PWI. “Hanya dengan begitu Anda semua dapat meninggalkan legacy, seperti legacy yang diwariskan pendahulu kita, wartawan -wartawan pendiri PWI yang hebat-hebat,” tambahnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 100.359.152 orang terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Serentak 2020.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan jumlah tersebut tersebar di 298.939 tempat pemungutan suara (TPS). Mereka akan terlibat dalam 270 pemilihan yang tersebar di 309 kabupaten/kota.

"Total pemilih DPT 100.359.152. Laki-laki 50.164.426 atau 49,98 persen dan perempuan 50.194.726 atau 50,02 persen," kata Viryan.

Data tersebut telah banyak berubah sejak diserahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Juni. Saat itu, tercatat ada 105.852.716 orang pemilih dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

Kemudian KPU menggelar pencocokan dan penelitian (coklit) pada 15 Juli-13 Agustus. Dari sinkronisasi DP4 dan hasil coklit, KPU mencatat ada 107.801.389 orang pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Model A.KWK.

Baca Juga:

Sering Alami Kekerasan Saat Liput Demo, Polisi Siapkan Rompi Khusus Wartawan

Data itu kemudian direkapitulasi berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten/kota dan provinsi. Hasilnya, ada 100.309.419 orang yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Setelah diuji publik, data itu menjadi DPT Pilkada Serentak 2020.

"Selisih jumlah pemilih DPS dengan A.KWK berkurang 7.491.970, DPT dengan DPS bertambah 49.733," tuturnya.

Pilkada Serentak 2020 akan digelar 9 Desember mendatang, meski pandemi COVID-19 belum mereda. Saat ini, pilkada memasuki tahapan kampanye hingga 5 Desember. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masyarakat Keluhkan Masker Hingga Hand Sinitizer yang Langka
Indonesia
Masyarakat Keluhkan Masker Hingga Hand Sinitizer yang Langka

YLKI juga menerima aduan di bidang lainnya

Pemprov DKI Targetkan Pergub Pelaksanaan PSBB dalam Dua Hari
Indonesia
Pemprov DKI Targetkan Pergub Pelaksanaan PSBB dalam Dua Hari

Pergub itu dibuat oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemprov DKI dan ditargetkan regulasi itu akan selesai dalam dua hari ke depan.

Wakil Ketua KPK: Menteri Edhy Prabowo Ditangkap Bersama Keluarga
Indonesia
Wakil Ketua KPK: Menteri Edhy Prabowo Ditangkap Bersama Keluarga

Edhy ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 01.23.

 Jubir Corona Singgung Anak Muda Sebagai Biang Tertularnya Virus Corona ke Orang Tua
Indonesia
Jubir Corona Singgung Anak Muda Sebagai Biang Tertularnya Virus Corona ke Orang Tua

"Kita lindungi yang sakit agar dia bisa melakukan isolasi diri dengan baik, agar dia tidak menularkan kepada orang lain, agar dia tidak kontak dekat dengan orang lain dan agar dia tetap di rumah," ucap Yurianto

Syamsuddin Haris Ungkap Alasan Mau Jadi Dewan Pengawas KPK
Indonesia
Syamsuddin Haris Ungkap Alasan Mau Jadi Dewan Pengawas KPK

Mulanya, ia mengira anggota Dewas KPK dipilih oleh DPR RI alih-alih ditunjuk langsung oleh presiden.

Anies: Bukan Kiriman, Itu Air Lokal
Indonesia
Anies: Bukan Kiriman, Itu Air Lokal

Anies memerintahkan jajarannya untuk menghentikan seluruh kegiatan yang bersifat seremonial

Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One
Indonesia
Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One

Artinya sanksi penutupan bakal diberikan

Satpol PP DKI Bakal Bubarkan Warga Nekat Gelar Lomba 17 Agustus
Indonesia
Satpol PP DKI Bakal Bubarkan Warga Nekat Gelar Lomba 17 Agustus

Seluruh anggota Satpol PP DKI Jakarta mulai malam ini akan melaksanakan patroli sosialisasi seruan Gubernur Nomot 14 Tahun 2020.

Olah Raga Dibatasi 1 Jam di Ring Road SUGBK, Polisi Siap Sapu Warga yang Ngeyel
Indonesia
Masyarakat Senang Bioskop Dibuka Kembali, Tapi Minta Harga Tiket tidak Naik
Indonesia
Masyarakat Senang Bioskop Dibuka Kembali, Tapi Minta Harga Tiket tidak Naik

"Ya sesuaikan aja dengan yang sudah dianjurkan pemerintah," ungkap dia.