Museum Layang-layang, Kepedulian pada Budaya Bangsa Museum Layang-Layang Indonesia di Jl. H. Kamang no 38 Pondok Labu, Jakarta Selatan (Foto: MP/Joe

MUSEUM Layang-Layang diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, I Gede Ardhika pada 21 Maret 2003. Museum ini adalah museum pelestarian budaya yang didirikan oleh Endang Ernawati Derajat.

Bangunan museumnya yang berupa rumah joglo dibawa langsung dari Trowulan, Jawa Timur. Kerja keras Endang sangat terasa pada museum itu. Sebelum mendirikan museum ini, Endang adalah seorang guru kesenian dari beberapa sekolah asing di Indonesia. Karena kepeduliannya dan rasa tertarik dengan layang-layang membuatnya mengoleksi layang-layang dan mulai belajar membuat layang-layang.

Baca Juga:

Tradisi Ngisis Keraton Kasepuhan Cirebon, Bersihkan Wayang Kulit Berusia Ratusan Tahun

museum
Endang Ernawati Derajat; layang-layang adalah salah satu peninggalan dari nenek moyang kita. (Foto: MP/Joe)

"Saya jadi mengingat bahwa kok enggak ada orang yang peduli terhadap ini, terhadap layang-layang. Padahal layang-layang adalah salah satu peninggalan dari nenek moyang kita kan? Nenek moyang dulu bikin layang-layang dari daun, sampai sekarang masih dipertahankan," jelas Endang saat ditemui merahputih.com di Museum layang-layang(5/7).

Pakar kecantikan ini juga menjelaskan bahwa tujuan utama memang untuk melestarikan budaya. Oleh karena itu sasaran dari museum adalah anak-anak, agar budaya ini tidak punah dan banyak anak-anak yang mengetahui sejarah layang-layang di Indonesia.

Tidaklah mudah bagi Endang membangun dan mengenalkan budaya layang-layang ini. Kerja asama yang ia ajukan ke beberapa sekolah Indonesia untuk membuat kelas kesenian tentang layang-layang selalu diacuhkan.

Namun kegigihan dan kesabarannya mendapat wadah untuk memperkenalkan budaya tersebut pada sekolah Asing yang berada di Indonesia. Ia juga mendapat bantuan dari Indonesia Heritage Society, dimana akhirnya Endang mendapat kesempatan untuk masuk majalah dan membuat buku, untuk memperkenalkan budaya Indonesia.

Baca Juga:

Serba Unik, Mengenal 4 Tradisi Lamaran Adat Khas Indonesia

museum
Memperkenalkan budaya layang-layang khas Indonesia. (Foto: MP/Joe)

Dari hasil kerja kerasnya itu, museum ini kemudian mencapai popularitasnya. Kegiatan museum ini bukan hanya memperkenalkan budaya layang-layang saja. Melainkan secara aktif teribat langsung berinteraksi pada masyarakat. Popularitas layang-layang Indonesia di luar negeri sangat tinggi. Endang mengatakan bahwa layang-layang Indonesia memiliki ciri khas yang tidak dimiliki layang-layang negara atau bangsa lainnya.

"Aset ini harus kita jaga. Waktu saya ke Muna di Sulawesi Tenggara, saya lihat hasil pembuatan layangannya, bagus dan alami. Kalau mau dibilang khas daerah situ, lalu saya ajak ke Jakarta buat bikin layang-layang di museum biar karya mereka dikenal," jelas Endang.

Para pembuat layang-layang itu membuat layang-layang beukuran 4 meter dengan bahan ribuan daun. Layang-layang ini kemudian masuk Rekor MURI. Ibu rumah tangga pencinta layang-layang ini ingin masyarakat terutama pemerintah untuk lebih memperhatikan seni dan budaya Indonesia. Ia berharap keberagaman budaya tidak punah.

Di masa lockdown, Museum Layang-Layang masih tetap buka, namun dalam format virtual bekerjasama dengan outing.id wisata sekolah. Jaan-jalan virtual ini diajak mengitari museum, menonton di ruang audio visual dan membuat layang-layang via zoom. (joe)

Baca Juga:

Destinasi Wisata di Yogyakarta Bakal Terapkan Cashless

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Makanan Nasi Kentut, Khas Negeri Aing
Kuliner
Makanan Nasi Kentut, Khas Negeri Aing

Nasa kentut hanyalah penamaan saja yang memperkaya khazanah penyebutan kuliner Indonesia.

Kita Enggak Cengeng!
Tradisi
Kita Enggak Cengeng!

Mau cari alasan apalagi buat ngeluh?

Jangan Dilewatkan, Destinasi Sarat Sejarah di Sekitar Danau Toba
Travel
Jangan Dilewatkan, Destinasi Sarat Sejarah di Sekitar Danau Toba

Sejumlah situs sarat sejarah dan legenda di sekitar Danau Toba amatlah unik.

Haji Batal Akibat Wabah Menerjang Mekkah
Tradisi
Haji Batal Akibat Wabah Menerjang Mekkah

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sampai turun tangan mengklarifikasi isu penggunaan dana haji untuk penguatan nilai rupiah

Bandros, Kue Tradisional Bandung yang Manisnya Pas di Lidah
Kuliner
Kala Gatotkaca dan Petruk Disuntik Vaksin COVID-19
Tradisi
Kala Gatotkaca dan Petruk Disuntik Vaksin COVID-19

Gatotkaca kemudian beranjak menemani Petruk untuk mengikuti vaksinasi yang dihelat di aula.

Menengok Tarsius dan Yaki di Cagar Alam Tangkoko
Travel
Menengok Tarsius dan Yaki di Cagar Alam Tangkoko

Rumah bagi yaki dan tarsius, dua satwa endemik dari Tanah Minahasa.

Waktunya Refreshing, Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka
Travel
Waktunya Refreshing, Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka

Gunung Gede Pangrango sempat ditutup selama dua bulan.

Okupansi Hotel di Yogyakarta saat Libur Nataru hanya 30
Travel
Okupansi Hotel di Yogyakarta saat Libur Nataru hanya 30

PHRI DIY berharap tamu atau para wisatawan asal DIY bisa membantu memulihkan reservasi kamar hotel di daerah ini

Tabuh Gamelan Sekaten Ditiadakan karena Pandemi COVID-19
Tradisi
Tabuh Gamelan Sekaten Ditiadakan karena Pandemi COVID-19

Keraton Kasepuhan Cirebon menunda dan meniadakan sejumlah tradisi yang biasanya digelar jelang dan saat Idul Fitri.