Museum di Jakarta Ditutup Museum Bahari. Foto: Hariadhi

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan menutup museum dan destinasi kebudayaan lainnya mulai Minggu (16/5) sampai Senin (17/5).

Kepala Dinas Kebudayaan DKI, Iwan Henry Wardhana mengatakan, Pemprov DKI melakukan penutupan sebagai langkah antisipasi membludaknya pengunjung saat libur usai Lebaran seperti yang terjadi di beberapa tempat wisata.

Baca Juga

Wisata Kepulauan Seribu Ditutup

Selama tak beroperasi, lanjut Iwan, petugas tetap bertugas sesuai dengan jadwal piket yang ada. Petugas pun bertugas untuk penyemprotan disinfektan, sehingga saat dibuka kondisi museum atau tempat destinasi budaya lainnya sudah steril.

"Yang dikenakan disinfektan bukan area barang koleksi tapi di sekelilingnya, seperti kaca pelindung koleksi," kata Iwan di Jakarta, Minggu (16/5).

Beberapa museum dan tempat destianasi kebudayaan yang ditutup yaitu Museum Sejarah Jakarta, Museum Taman Prasasti, Museum MH Thamrin, Museum Joang 45, Pulau Cipir, Pulau Kelor, Pulau Onrust.

Museum Sejarah Jakarta

Kemudian, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, Museum Wayang dan Museum Bahari.

Lalu, destinasi budaya Miss Tjitjih, Wayang Orang Bharata (WOB), Gedung Latihan kesenian di lima wilayah kota, Rumah Si Pitung, TIM, Taman Benyamin Sueb, Gedung Kesenian Jakarta, Kawasan Perkampungan Budaya Betawi, dan Balai Budaya Condet.

Anak buah Gubernur DKI, Anies Baswedan ini juga menegaskan, pihaknya akan melakukan pembatasan pengunjung di museum jika nantinya buka melayani warga kembali.

"Nanti kami melakukan pembatasan pengunjung sebanyak 30 persen. Kalau membludak kami bagi per jam, misalnya satu grup 10 orang, nanti gantian grup lainnya," tutupnya. (Asp)

Baca Juga

Hari Ini Tempat Wisata Ancol Tutup

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Green Lifestyle, Kunci Ketersediaan Pangan Berkelanjutan Usai Pandemi
Indonesia
Green Lifestyle, Kunci Ketersediaan Pangan Berkelanjutan Usai Pandemi

Sistem pangan berkelanjutan adalah sistem pangan yang memberikan ketahanan pangan dan gizi bagi semua tanpa mengganggu ketahanan pangan dan gizi bagi generasi mendatang.

Jaringan GUSDURian Desak Jokowi Kembalikan Independensi KPK
Indonesia
Jaringan GUSDURian Desak Jokowi Kembalikan Independensi KPK

Jaringan GUSDURian juga meminta pemerintah bersikap transparan agar publik tidak curiga tes wawasan kebangsaan itu hanya jadi alat menyingkirkan pegawai KPK yang berintegritas.

Maklumat soal FPI, Polri Bantah Bredel Kebebasan Pers
Indonesia
Maklumat soal FPI, Polri Bantah Bredel Kebebasan Pers

"Itu ada tindak pidananya di UU ITE sehingga tidak diperbolehkan. Kami tidak artinya itu membredel berkaitan kebebasan pers, tidak,” sambungnya.

[HOAKS atau FAKTA]: Gedung Kejagung Kebakaran, Semua Koruptor Bakal Diputihkan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gedung Kejagung Kebakaran, Semua Koruptor Bakal Diputihkan

Faktanya, di artikel berita yang dibagikan, tidak terdapat pernyataan seperti yang ditulis di klaim. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memastikan, berkas penanganan perkara dan para tahanan aman dari kebakaran.

Komnas HAM Ingin Lihat Langsung Mobil Polisi dan Pengawal Rizieq
Indonesia
Komnas HAM Ingin Lihat Langsung Mobil Polisi dan Pengawal Rizieq

Jadwal pemeriksaan secara langsung tersebut akan diberitahukan kepada awak media

Polda Kepri Sesalkan Mantan Calon Taruna AKPOL Curhat di Medsos
Indonesia
Mudik Dilarang, Solo Buka Lagi Rumah Karantina
Indonesia
Mudik Dilarang, Solo Buka Lagi Rumah Karantina

Rumah karantina tersebut berfungsi untuk menampung pemudik melakukan isolasi selama 14 hari.

Sebelum Sahkan Perda Penanggulangan COVID-19, Ketua DPRD DKI Kedatangan Tamu
Indonesia
Sebelum Sahkan Perda Penanggulangan COVID-19, Ketua DPRD DKI Kedatangan Tamu

Melonjaknya penambahan kasus positif di Jakarta dipicu dengan padatnya mobilitas warga DKI

Ironi KPK Era Firli Bahuri, Kurang Personel Malah Pecat 51 Pegawai
Indonesia
Ironi KPK Era Firli Bahuri, Kurang Personel Malah Pecat 51 Pegawai

KPK sebetulnya tengah membutuhkan 100 orang tenaga baru.

Dukung Jokowi, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat
Indonesia
Dukung Jokowi, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat

Politikus Ferdinand Hutahaean memutuskan mundur dari Partai Demokrat.