Mural: Seni Berburu Tembok Kosong Vito saat membuat mural di BSD. (Foto: Vito Fachdez)

BERAGAM motif dan gambar mural di tembok-tembok jalanan merupakan karya seni yang kini telah berkembang di tengah masyarakat. Hobi menggambar sampai ikut dalam suatu komunitas juga menjadi kegiatan yang seru bagi mereka para pecinta seni. Gambar visual yang mereka buat sering kali dijadikan media penyampaian suatu pesan, biasanya sih suara hati rakyat.

Kebiasaan nongkrong anak 'art' ini bukan hanya sekedar kumpul bareng teman saja, tetapi juga sering dijadikan tempat untuk sharing bareng soal karya mereka. Di komunitas ini pula mereka yang awalnya tidak kenal bisa saling mengenal satu sama lain.

Baca juga:

Ngabuburit ala ‘Ngabers’ TikTok, Valid Abis

Memang bukan hanya komunitas 'art' saja, melainkan hampir semua komunitas pasti memiliki kesan dan makna tersendiri. Mereka bisa saling tukar pengalaman dan menambah wawasan lewat komunitasnya.

Bagi sebagian orang mungkin menilai saling tiban mural menjadi ajang gagah-gagahan para pelaku street art. Namun, perlu digaris bawahi, mural itu berbeda dengan vandalisme atau grafiti.

Mural di JGTC Festival UI. (Foto: Vito Fachdez)

Vandalisme memiliki artian perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya dan barang berharga lainnya, sehingga yang lebih cocok untuk tiban-meniban yaitu seni grafiti.

Grafiti dan mural memang merupakan karya seni yang memiliki nilai estetikanya sendiri, dan tidak semua grafiti merupakan tindakan vandalisme. Hampir sama dengan mural, grafiti juga biasanya digambar pada media tembok.

Baca juga:

Ketika Bedak Beralih Fungsi di Tongkrongan

Namun, grafiti lebih menekan pada keindahan gambar bukan untuk menyampaikan kritik sosial. Alat yang digunakan untuk grafiti biasanya pilox atau spidol. Sedangkan mural biasa menggunakan media cat tembok atau cat kayu bahkan kapur tulis yang bisa menghasilkan gambar.

Vito Fachdez merupakan salah satu penggiat mural, komunitas yang Ia ikuti salah satunya yaitu VISUM. Ia sering menerima project menggambar visual di tembok dan juga sering mengikuti event yang berbau art. Dengan mengikuti komunitas seni, ia bisa mendapat banyak pengalaman dan ilmu baru terutama dalam hal melukis di dinding.

"Untuk urusan berkomunitas biasanya memang berkarya bareng, misalnya dari enggak kenal jadi kenal karena sering sharing-sharing karya," kata Vito kepada merahputih.com.

Mural bukan vandalisme. (Foto: Unsplash/Isi Parente)

Mahasiswa tingkat akhir ini juga menceritakan bahwa hasil karya seni biasanya menimbulkan reaksi dari masyarakat. Reaksi tersebut terkadang ada yang suka dan ada pula yang menilai bahwa mural hanyalah seni mengotor-ngotori tembok.

"Ada yang bilang wah ini ngotor-ngotorin, wah ini keren nih, ternyata bisa diginiin loh tempat gue yang kotor atau yang awalnya tembok polos, ternyata setelah digambar bisa jadi keren," ujarnya.

Beberapa orang yang awam mungkin berpikiran bahwa mural merupakan suatu tindakan vandalisme, karena memang tidak berizin. Tapi menurut Vito, itu tidak sepenuhnya vandalisme jika mereka berusaha memaksimalkan space dan dengan estetika yang bagus. Semuanya kembali lagi terhadap persepsi setiap orang yang menilai itu menjadi hasil karya seni.

Seiring perkembangan zaman, dalam menyampaikan aspirasi tak hanya melalui mural. Saat ini para pelaku mural sudah beralih ke platform digital. Mereka hanya perlu menggambar dari rumah dan membagikannya lewat sosial media dengan adanya platform digital. (ans)

Baca juga:

Begini Jadinya Punya Teman Musisi di Tongkrongan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bergaji Rp125 Juta per Bulan, Standar Orang Kaya Prancis
Hiburan & Gaya Hidup
Bergaji Rp125 Juta per Bulan, Standar Orang Kaya Prancis

Hanya 8% masyarakat Prancis yang tergolong kaya.

Tempe, Makanan Khas Indonesia yang Kaya Nutrisi
Fun
Tempe, Makanan Khas Indonesia yang Kaya Nutrisi

Tempe mudah diolah untuk berbagai masakan khas Indonesia

PlayStation 5 Resmi Dirilis, ini 5 Game yang Menemani
Fun
PlayStation 5 Resmi Dirilis, ini 5 Game yang Menemani

Baru akan dirilis sekiranya sebelum akhir 2021.

Lain K-Pop Idol, Lain Pula Lightsticknya
ShowBiz
Lain K-Pop Idol, Lain Pula Lightsticknya

Lightstick bukan sekedar penerang dalam kegelapan.

Biopik Legenda Hip-Hop Biggie Smalls Siap Rilis Maret 2021
ShowBiz
Biopik Legenda Hip-Hop Biggie Smalls Siap Rilis Maret 2021

Film dokumenter dari sang legenda yang diakui banyak pihak, termasuk keluarga mendiang Biggie Smalls.

Rumah Hantu 'Drive-In' Jepang Hadirkan Suasana Zombie Apocalypse
Travel
Museum MACAN Hadirkan 'Kisah Antah-berantah' untuk si Kecil
Fun
Museum MACAN Hadirkan 'Kisah Antah-berantah' untuk si Kecil

Kisah Antah-berantah menghidupkan dunia imajiner dalam fabel dan mitologi tradisional Bali.

Novel 'Shine' dari Eks Personil SNSD Masuk 5 Besar Best Seller New York Times
Fun
Novel 'Shine' dari Eks Personil SNSD Masuk 5 Besar Best Seller New York Times

Novel karya Jessica eks SNSD masuk dalam jajaran best-sellers.

Converse Rilis Sepatu Basket untuk Koleksi The Holiday
Fashion
Converse Rilis Sepatu Basket untuk Koleksi The Holiday

Koleksi sepatu basket dirilis dalam dua lini, yakni Hi Visibility (Hi-Vis) dan Polar Light.

Berkat RUU Baru, BTS Dapat Tunda Wajib Militer
ShowBiz
Berkat RUU Baru, BTS Dapat Tunda Wajib Militer

UU ini mengizinkan artis K-Pop yang diakui secara global untuk menunda wajib militernya