Makanan Menjadi Sumber Kontaminasi Virus Corona, Benarkah? Makanan sangat tidak mungkin menjadi sumber penularan COVID-19. (Foto: Unsplash/Dan Gold)

MENIKMATI makanan di masa pandemi ini bisa amat menerbitkan keraguan. Ada kekhawatiran virus bisa menular lewat makanan. Namun, kini keraguan itu terjawab.

Sebuah tim ahli kontaminasi makanan mengatakan makanan sangat tidak mungkin menjadi sumber penularan COVID-19. Komisi Internasional untuk Spesifikasi Mikrobiologi untuk Makanan (ICMSF) melihat bukti sangat sedikit virus corona dibawa ke dalam makanan atau kemasan.

Baca juga:

Alat Penilai Risiko Terbaru Ini Mampu Prediksi Tingkat Kematian Kasus Akibat Virus Corona

1
Seseorang mungkin saja mengonsumsi sesuatu yang terpapar virus. (Foto: Unsplash/Brian Mc Gowan)

Temuan mereka mencerminkan laporan sebelumnya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS. Badan itu menyebut tidak ada risiko nyata terkena virus yang menyebabkan COVID-19 dari makanan atau kemasan makanan. "Sampai saat ini, belum ada bukti bahwa makanan, kemasan makanan, atau penanganan makanan merupakan sumber atau jalur penularan penting untuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.

Mereka menegaskan, tidak ada makanan yang harus dianggap sebagai risiko atau jaminan pertimbangan sebagai vektor SARS-CoV-2. Walaupun ada kemungkinan orang bisa makan sesuatu yang terkontaminasi virus dan terinfeksi dengan cara itu, itu tidak pernah terlihat terjadi.

Meskipun demikian, dilansir laman CTV News, badan tersebut tetap menyarankan kamu untun bijaksana dalam menekankan praktik kebersihan makanan yang baik.

Beberapa negara telah membatasi impor makanan, menguji produk impor, atau meminta perusahaan untuk menyatakan produk mereka bebas virus corona. Atas hal itu, ICMSF mengatakan semua ini tidak diperlukan.

"Fokus bisnis makanan harus melindungi pekerja makanan, konsumen, dan pelanggan restoran agar tidak terinfeksi oleh penyebaran SARS-CoV-2 dari orang ke orang," ujar mereka.

Kekhawatiran atas penularan virus COVID-19 melalui permukaan dimulai pada akhir Maret setelah sebuah penelitian diterbitkan di New England Journal of Medicine.

Baca juga:

Kenali Penyakit Lain Anak yang Terkena COVID-19

2
Bisnis makanan harus fokus melindungi orang dari paparan. (Foto: Unsplash/Nathália Rosa)

Penelitian ini memperlihatkan bahwa dalam kondisi tertentu di laboratorium dan artifisial, SARS-CoV-2 dapat dideteksi hingga 3 jam dalam aerosol, hingga 4 jam pada tembaga, dan hingga 24 jam pada karton. "Adapun pada plastik dan baja tahan karat bisa dua hingga tiga hari," kata Jamie Lloyd-Smith, seorang ilmuwan yang mempelajari berapa lama SARS-CoV-2 dapat bertahan di berbagai permukaan.

Namun, penelitian tersebut tidak memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat membantu menonaktifkan virus, seperti sinar matahari atau disinfektan. "Atau mempertimbangkan berbagai tingkat virus," kata Lloyd-Smith.

Kebanyakan ahli sepakat bahwa yang terpenting saat ini ialah mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Itu semua merupakan cara terbaik untuk memastikan keamanan kesehatan. (lgi)

Baca juga:

Antibodi Virus Corona Mampu Bertahan Selama Empat Bulan

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard

LAINNYA DARI MERAH PUTIH