Mundur Dari Stafsus Jokowi, Belva Devara Dipuji Politisi PSI Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi. Foto: ANTARA

MerahPutih.Com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi mengapresiasi lamgkab CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Staf Khusus Milenial Presiden

“Salute dan big respect kepada mas Adamas Belva yang sudah memberi contoh adab bernegara yang sangat baik dengan melepaskan jabatannya secara sukarela untuk menghindari conflict of interest,” kata pria yang karib disapa Uki itu, Selasa (21/4).

Baca Juga:

Belva Devara Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Stafsus Jokowi

Menurut Uki, apa yang dilakukan oleh Belva adalah wujud dari kedewasaan yang ditunjukkan dalam menjaga adab demokrasi di Indonesia, apalagi ini ditunjukkan oleh anak muda.

CEO Ruangguru Belva Devara mundur dari Stafsus milenial
Stafsus milenial Presiden Jokowi, Belva Devara mengundurkan diri (Foto: antaranews)

“Ini adalah babak baru kedewasaan berdemokrasi, yang ditunjukkan justru oleh generasi muda,” ujarnya.

Kontroversi Belva di Istana pasca perusahaanya, yakni Ruangguru mendapatkan “jatah” proyek penyelenggaraan pelatihan kerja dalam program Kartu Prakerja oleh pemerintah pusat.

Perusahaan yang dimaksud adalah Skill Academy yang merupakan anak usaha dari Ruangguru, dimana Belva di sana menjabat sebagai CEO dan Founder Ruangguru.

Baca Juga:

Ekonom INDEF Tantang Stafsus Milenial Jokowi Debat Terbuka

Persoalan Skill Academy dengan program Kartu Prakerja ini senter terdengar setelah CEO Amartha Mikro Fintek, Andi Taufan Garuda Putra mengklaim perusahaanya telah bekerjasama dengan Istana Negara sehingga menyurati para camat di seluruh Indonesia untuk melancarkan program yang digarap perusahaanya untuk mengatasi Covid-19, baik penyuluhan hingga penyediaan Alat Pelindung Diri (APD).

Karena ada keterlibatan tentang perusahaan yang dikomandani oleh Staf Khusus Presiden terkait dengan program kerja pemerintah itu, Uki sempat menyinggung bahwa ada kekhawatiran akan adanya konflik kepentingan di dalamnya.(Knu)

Baca Juga:

Dianggap Coreng Citra Pemerintah, Pengamat Desak Andi Taufan Dicopot dari Stafsus



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH