Mundur dari Partai Hanura, Gede Pasek Deklarasikan Partai Baru? I Gede Pasek Suardika (Foto: ANTARA )

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengundurkan diri dari partai besutan Oesman Sapta Oedang (OSO) tersebut. Pasek mengaku, ingin mengembangkan ide dan gagasan politik di tempat yang lebih nyaman.

"Karena ingin mengembangkan ide, gagasan politik di tempat yang lebih nyaman lah," kata Pasek kepada wartawan, Jumat (29/10).

Baca Juga

OSO Disebut Gelapkan Rp 200 M, Gede Pasek: Hati-hati Menuduh kalau Tak Punya Bukti

"Mau cari ruang yang lebih lega untuk bisa melakukan aktivitas, karena sudah 1,5 tahun banyak ide ide yang gabisa jalan, ide ide politik, ide ide kebangsaan, kegiatan," sambung dia.

Pasek tak secara lugas mengatakan akan mendirikan partai baru. Namun, Wakil Ketua Dewan Penasehat Hanura Inas Nasrullah Zubir sebelumnya mengatakan, Pasek akan mendeklarasikan partai baru di bulan Desember.

"Sepertinya kalau ingin sebuah kebebasan berekspresi lebih maksimal mungkin kita akan mencoba membuat ladang pengabdian baru, mungkin kesana arahnya," ujarnya.

Tangkapan layar surat pengunduran diri Gede Pasek Suardika sebagai sekretaris jenderal DPP Partai Hanura sebagaimana diunduh dari akun Facebook pribadinya di Jakarta, Kamis (28/10/2021). ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Tangkapan layar surat pengunduran diri Gede Pasek Suardika sebagai sekretaris jenderal DPP Partai Hanura sebagaimana diunduh dari akun Facebook pribadinya di Jakarta, Kamis (28/10/2021). ANTARA/Genta Tenri Mawangi

Pasek mengaku tidak akan mengajak kader Hanura lain untuk keluar bersamanya. Kepergian Pasek dari Hanura sudah disampaikan sejak lama.

Bekas politikus Partai Demokrat itu mengaku keluar secara baik-baik dari Partai Hanura bahkan masih membantu proses peralihan ke sekjen penggantinya.

"Saya juga harus punya rancangan dan langkah. Karena ini kan bukan hal yang baru sudah beberapa bulan lalu, komunikasi soal saya ingin mundur sudah beberapa bulan lalu," kata Pasek. (Pon)

Baca Juga

Gede Pasek: Pergantian Ketum Lewat Munaslub, Bukan dari Kumpul-kumpul

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dewas KPK Periksa Lili Pintauli Terkait Dugaan Gratifikasi MotoGP
Indonesia
Dewas KPK Periksa Lili Pintauli Terkait Dugaan Gratifikasi MotoGP

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) memeriksa Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, hari ini, Senin, (30/5). Lili diperiksa terkait laporan dugaan pelanggaran etik penerimaan tiket nonton ajang balap MotoGP di Sirkuit Mandalika, beberapa waktu lalu.

Tepis Isu Depresi, Kejagung Pastikan Wanita Emas Sehat Psikis dan Fisik
Indonesia
Tepis Isu Depresi, Kejagung Pastikan Wanita Emas Sehat Psikis dan Fisik

Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan Hasnaeni Moein atau dikenal dengan sebutan Wanita Emas telah dinyatakan sehat secara psikis maupun fisik oleh dokter.

Wantimpres Dorong Solo Terima Turis Asing
Indonesia
Wantimpres Dorong Solo Terima Turis Asing

Ia pun meminta Kota Solo bersiap menerima turis asing, agar mereka tak melulu berkunjung ke Bali dan Yogyakarta.

Bencana Hidrometeorologi Dominasi Kejadian di Jawa Barat
Indonesia
Bencana Hidrometeorologi Dominasi Kejadian di Jawa Barat

Sebagai provinsi yang paling banyak sungainya dan berada di iklim tropis, kata Ridwan Kamil, maka mayoritas kebencanaan di Jabar berhubungan dengan air.

Sidang Parlemen Dunia di Bali Sepakati Resolusi Damai Rusia - Ukraina
Dunia
Sidang Parlemen Dunia di Bali Sepakati Resolusi Damai Rusia - Ukraina

Indonesia yang paling pokok menginginkan ketegangan Rusia-Ukraina segera selesai.

KPU Solo Temukan 19 Nama Diduga Dicatut sebagai Anggota Parpol
Indonesia
KPU Solo Temukan 19 Nama Diduga Dicatut sebagai Anggota Parpol

"Ada 19 nama diduga dicatut oleh parpol sebagai anggota hingga nama ganda eksternal atau ditemukan terdaftar di lebih dari satu parpol," papar dia.

Maskur Husain Akui Terima Rp 1,8 Miliar dari Azis Syamsuddin
Indonesia
Maskur Husain Akui Terima Rp 1,8 Miliar dari Azis Syamsuddin

Maskur mengakui dirinya menerima uang Rp 1,8 miliar dari Azis Syamsuddin. Uang tersebut diduga untuk membantu mengamankan Azis dalam perkara yang sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dua Alasan Pemerintah Perbolehkan Warga Berwisata
Indonesia
Dua Alasan Pemerintah Perbolehkan Warga Berwisata

pemerintah memperbolehkan untuk jalan-jalan dengan berbagai syarat meski masih di bawah ancaman pandemi.

IKN Nusantara Harus Terkoneksi dengan Kota-kota Sekitarnya
Indonesia
IKN Nusantara Harus Terkoneksi dengan Kota-kota Sekitarnya

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara membutuhkan dukungan dari kota-kota di sekitarnya untuk menyuplai bahan baku dan barang-barang.

[HOAKS atau FAKTA]: PDIP Minta Anies Jangan Terus Bela Buruh
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: PDIP Minta Anies Jangan Terus Bela Buruh

Saat ini Anies tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk menaikkan UMP Jakarta. Tidak ada pernyataan dari PDIP untuk Anies agar tidak terus menerus membela buruh.