Muncul Klaster Kantor, Anies Diminta Gandeng Pemerintah Pusat Kumpulkan Pengelola Gedung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA/Livia Kristianti)

Merahputih.com - Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Pandu Riono menyarankan agar Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengirimkan surat ke pemerintah pusat untuk dilakukan peninjauan ulang penerapan protokol kesehatan di perkantoran. Mengingat, adanya lonjakan kasus COVID-19 di perkantoran di DKI Jakarta.

"Kumpulkan semua pengelola gedung apakah sudah menjalankan protokol kesehatan COVID-19 atau belum," kata Pandu saat dihubungi, Rabu (29/7).

Baca Juga:

Wapres Semangati Anak-anak untuk Optimistis di Masa Pandemi

Hal serupa perlu dilakukan untuk perkantoran swasta. "Harus diingatkan lagi. Kirimkan surat mengingat terjadi peningkatan klaster kantor sesuai dengan protokol kesehatan, mohon protokol kesehatannya di terapkan," tutur dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan PSBB transisi, Rabu (1/7/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan PSBB transisi, Rabu (1/7/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Aturan protokol kesehatan di perkantoran sudah cukup bagus. Khususnya pembatasan kapasitas 50 persen. Namun masalahnya banyak perkantoran yang melanggar dan cenderung menutupi ketika ada karyawannya terjangkit positif COVID-19.

"Kapasitas kerja dikantor 50 persen dilanggar. Kemudian banyak yang kantor karyawan positif tapi tidak dibuka. Sehingga menular ke karyawan lain. Harusnya ketika ada karyawan positif tidak masuk," ungkapnya.

Baca Juga:

Ini Pesan Ibu Negara di Hari Anak

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terdapat 440 pegawai terpapar corona dari 68 perkantoran di ibu kota. (Asp)

Kredit : asropihs


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH