Munarman FPI Jalani Sidang Perdana Perkara Terorisme Densus 88 Antiteror menangkap Munarman terkait dugaan aksi teroris di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan. (ANTARA/HO-Polda Metro Jaya)

MerahPutih.com - Mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman kembali tampil ke publik setelah tak terdengar kabarnya akibat dipenjara dalam kasus dugaan terorisme.

Munarman kini bakal menjalani sidang perdana kasus dugaan tindak pidana terorisme, Rabu (1/12).

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Baca Juga:

Munarman FPI Disidang Sehari Sebelum Peringatan Aksi 212

Humas PN Jakarta Timur Alex Adam mengatakan, sidang dijadwalkan mulai pukul 09.000 WIB.

"Munarman (hadir) sidang online," jelas Alex kepada wartawan di Jakarta.

Alex mengatakan, agenda sidang yaitu pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum terhadap terdakwa.

Menurut Alex, sidang perdana tersebut akan digelar secara terbuka namun terbatas. Mengingat kini masih dalam masa pandemi COVID-19.

"Nanti pengaturannya diinfokan," ujarnya.

Sebelunya, Densus 88 Antiteror Polri telah melimpahkan Munarman beserta barang bukti terkait kasus tindak pidana terorisme ke Kejaksaan Agung RI. Pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap dua itu telah dilakukan pada 29 Oktober 2021.

Baca Juga:

Bakal Diadili Kasus Terorisme, Munarman FPI Resmi Berpindah Tangan

Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di rumahnya yang berlokasi di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4) lalu.

Penangkapan terhadap Munarman diduga berkaitan dengan kegiatan baiat teroris di tiga kota.

Baiat tersebut di antaranya dilakukan di Universitas Islam Negeri atau UIN Jakarta, Makassar dan Medan.

Dalam kasus ini, Polri mengklaim mengamankan bahan peledak saat melakukan penggeledahan di bekas Markas FPI, Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Salah satunya, yakni cairan TATP (triaceton triperoxide) atau biasa dikenal dengan The Mother of Satan.

Bahan peledak itu identik dengan bahan peledak yang diamankan dari terduga teroris di Condet, Jakarta Timur dan Bekasi.

Mereka ketika itu ditangkap lebih dahulu oleh Densus 88 Antiteror Polri pada akhir Maret 2021.

Selain itu, barang bukti lain yang diamankan yakni serbuk mengandung nitrat tinggi. Kemudian dokumen serta atribut FPI. (Knu)

Baca Juga:

Mabes Polri Janji Segera Serahkan Munarman ke Jaksa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gubernur Jawa Timur: Saya Minta Maaf
Indonesia
Gubernur Jawa Timur: Saya Minta Maaf

Semoga Allah SWT meringankan beban kita

Sehari Dibuka, Pengaduan ke Hotline Polantas Nakal Capai Ratusan
Indonesia
Sehari Dibuka, Pengaduan ke Hotline Polantas Nakal Capai Ratusan

Nomor tersebut nantinya bisa digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan anggota Polantas Polda Metro Jaya jika merasa dirugikan.

Pengamat Tegaskan Presidential Threshold Masih Diperlukan
Indonesia
Pengamat Tegaskan Presidential Threshold Masih Diperlukan

Capres terpilih akan sangat lemah karena dukungan electoral vote-nya tipis

Kemendag Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng di 47 Ribu Gerai
Indonesia
Kemendag Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng di 47 Ribu Gerai

Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengadakan kegiatan operasi pasar sebagai upaya stabilisasi harga minyak goreng, yang saat ini merangkak naik di pasaran.

Ini Lokasi Vaksin Keliling di DKI Jakarta Jumat (16/7)
Indonesia
Ini Lokasi Vaksin Keliling di DKI Jakarta Jumat (16/7)

Langkah ini sebagai upaya Pemerintah DKI dalam penanganan COVID-19

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Penegak Hukum Dunia
Indonesia
Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Penegak Hukum Dunia

Adapun tema yang di angkat dalam konferensi IAWP tahun ini adalah “Women at The Center Stage of Policing”

Pemprov DKI Tampik Tugu Sepatu Raksasa untuk Cari Keuntungan Iklan
Indonesia
Pemprov DKI Tampik Tugu Sepatu Raksasa untuk Cari Keuntungan Iklan

Pemprov DKI Jakarta menampik pemasangan instalasi sepatu raksasa di tiga untuk mendulang keuntungan sebagai pengiklan sepatu lokal merk Compass.

Penyebab Anton Medan Meninggal Dunia
Indonesia
Penyebab Anton Medan Meninggal Dunia

Ramdhan Effendi, atau yang biasa disapa Anton Medan meninggal dunia pada Senin (15/3). Mantan perampok dan bandar judi ini wafat di usia 63 tahun.

Kapolri Sebut Indonesia Bisa Gelar Event Internasional di Tengah Pandemi
Indonesia
Kapolri Sebut Indonesia Bisa Gelar Event Internasional di Tengah Pandemi

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Indonesia mampu melaksanakan event internasional dengan aman dan memperhatikan faktor kesehatan di tengah Pandemi COVID-19.

Jaksa Cecar Pejabat Kemensos Soal Perintah Hapus Dokumen Bansos
Indonesia
Jaksa Cecar Pejabat Kemensos Soal Perintah Hapus Dokumen Bansos

Jaksa mencecar Victor dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.