Munarman Diperiksa Polisi Terkait Kasus Penganiayaan Buzzer Jokowi Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

MerahPutih.com - Polisi rencananya juga bakal memeriksa Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman terkait kasus dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial yang juga pendukung Joko Widodo, Ninoy Karundeng. Hal itu karena nama Munarman kata polisi disebut salah satu tersangka dalam pemeriksaan.

Tersangka itu adalah S yang merupakan Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat tempat Ninoy diduga dianiaya. S melapor ke Munarman soal laporan pasca menganiaya Ninoy.

Baca Juga

Sekjen PA 212 Resmi Tersangka Penganiyaaan Buzzer Jokowi

"Nanti Pak Munarwan akan dimintai keterangan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (8/11)

Munarman juga diduga memerintah balik S usai menerima laporan ini. Di mana S diminta menghapus rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) masjid dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian. Rencananya Munarman dipanggil besok, Rabu 9 Oktober 2019. Dia akan diperiska sebagai saksi.

"Agendanya hari Rabu," kata dia lagi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Sebelumnya, sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Jokowi yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan.

Baca Juga:

Disebut Polisi Terlibat Dalam Penganiayaan Buzzer Jokowi, Begini Jawaban Munarman

Pada video tersebut terdengar jelas percakapan Ninoy dengan seorang pria, yang sedang menanyakan beberapa hal kepada Ninoy. Pria itu bertanya terkait kegiatan Ninoy yang diduga datang saat aksi unjuk rasa.

"Jawab baik-baik ya, yang suruh kamu datang ke sini itu siapa? Kerasin suaranya,"tanya pria tersebut dikutip dari video yang beredar, Selasa, 1 Oktober 2019.

Kemudian, Ninoy menjelaskan bekerja di Jokowi App. Ia pun menjelaskan, kedatangannya untuk meliput DPR dan demo. Namun, pria dengan suara berat itu kembali bertanya maksud dari kedatangan Ninoy. Hal itu lantaran ia mendapati sebuah tulisan dalam laptop milik Ninoy berunsur kata-kata kebencian yang diarahkan kepada tokoh-tokoh.

Baca Juga

Ninoy Karundeng Mengaku Diteror Sejumlah Orang

Menjawab pertanyaan tersebut, Ninoy mengaku khilaf akan perbuatannya. Tapi, pria tersebut beranggapan, Ninoy tidak khilaf, melainkan memang pekerjaan Ninoy di Jokowi App sengaja membuat hal demikian untuk bisa dibayar dan sebagai ladang pendapatan. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH