Kuasa Hukum Tak Akan Wakili Munarman Bacakan Surat Pembelaan Sejumlah aparat keamanan tampak bersiaga menjaga pintu masuk PN Jakarta Timur sidang perdana terdakwa Munarwan di Jakarta, Rabu (1/12/2021). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Merahputih.com - Persidangan terhadap mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman dalam perkara terorisme kembali berlanjut. Sidang lanjutan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (15/12).

Dijadwalkan Munarman akan membacakan eksepsi secara langsung di ruang persidangan.

"Sidang dimulai pada pukul 09.00 WIB," tulis Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (15/12).

Baca Juga:

Bakal Diadili Kasus Terorisme, Munarman FPI Resmi Berpindah Tangan

Adapun anggota tim kuasa hukum Munarman, Aziz Yanuar mengungkapkan pihaknya akan menggunakan kesempatan itu untuk membantah semua dakwaan JPU terhadap kliennya.

"Proses (pembuatan eksepsi), Insha Allah pak Munarman akan membacakan eksepsi sendiri dan kami kuasa hukum juga akan membacakan eksepsi," tuturnya.

Munarman didakwa tiga pasal, yakni Pasal 13 huruf c, Pasal 14 Juncto Pasal 7, dan Pasal 15 Juncto Pasal 7 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan, melakukan tindak pidana teroris dengan sengaja menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan," kata JPU saat membacakan dakwaan.

Baca Juga:

Munarman FPI Disidang Sehari Sebelum Peringatan Aksi 212

Munarman disebut terlibat dalam tindakan terorisme lantaran menghadiri sejumlah agenda pembaiatan di Makassar, Sulawesi Selatan; Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada 24-25 Januari dan 5 April 2015.

Perbuatan itu dilakukan Munarman dengan mengaitkan munculnya Islamic State of Iraq (ISIS) di Suriah sekitar awal 2014 yang dideklarasikan Syekh Abu Bakar Al Baghdadi.

Adapun Munarman ditangkap di kediamannya di Perumahan Modern Hills, Cinangka, Pamulang, Tangerang Selatan, 27 April 2021.

Baca Juga:

Munarman FPI Jalani Sidang Perdana Perkara Terorisme

Munarman ditangkap terkait kasus kegiatan baiat terhadap Negara Islam di Irak dan Suriah atau NIIS yang dilakukan di Jakarta, Makassar, dan Medan.

Berdasarkan keterangan polisi, Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Wagub DKI Enggan Komentari soal Desakan Pencopotan Direksi TransJakarta
Indonesia
Wagub DKI Enggan Komentari soal Desakan Pencopotan Direksi TransJakarta

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku belum mau berkomentar lebih serius hal tersebut.

Pansus Cipta Kerja DPD Bahas Dampak Putusan MK Terkait JR UU Ciptaker
Indonesia
Pansus Cipta Kerja DPD Bahas Dampak Putusan MK Terkait JR UU Ciptaker

Putusan MK justru memberikan ketidakpastian di daerah

DKI Jadi Provinsi Paling Demokratis 4 Tahun Berturut-turut
Indonesia
DKI Jadi Provinsi Paling Demokratis 4 Tahun Berturut-turut

Provinsi DKI Jakarta menduduki peringkat satu nilai indeks demokrasi sebesar 89,21 secara nasional.

Lelang Pembangunan Sirkuit Formula E Gagal, PSI: Kalau Tidak Mampu Bilang
Indonesia
Lelang Pembangunan Sirkuit Formula E Gagal, PSI: Kalau Tidak Mampu Bilang

"Kami dari PSI, menunggu penjelasan. Kami berharap Pemerintah DKI Jakarta terbuka, kalau tidak mampu bilang, jangan dipaksa, nanti sirkuitnya jeblos. Tambah molor, tambah panik, pasti berantakan," tutup Michael.

Wakil Wali Kota Bandung Akui Nggak Sanggup Nanggung Hidup Rakyat Jika Lockdown
Indonesia
Wakil Wali Kota Bandung Akui Nggak Sanggup Nanggung Hidup Rakyat Jika Lockdown

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, pihaknya tidak punya kemampuan untuk menanggung hajat hidup warga Bandung selama lockdown.

Cuma Ngobrol Ringan, DPR Pastikan Sahkan Andika Jadi Panglima TNI
Indonesia
Cuma Ngobrol Ringan, DPR Pastikan Sahkan Andika Jadi Panglima TNI

"Besok Insya Allah jam 10 Paripurna dan Pak Jenderal Andika juga diundang ke hadapan Paripurna," kata anggota Komisi I Abdul Haris Almasyhari.

Syarat Vaksin Booster untuk Mudik Dinilai Tak Tepat
Indonesia
Syarat Vaksin Booster untuk Mudik Dinilai Tak Tepat

Kebijakan pemerintah terkait mudik Lebaran dengan syarat sudah vaksin booster menuai kritik. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani menilai, tak relevan menjadikan vaksin booster sebagai syarat perjalanan mudik.

Hak Interpelasi Formula E Diyakini Tidak Bakal Terealisasi
Indonesia
Hak Interpelasi Formula E Diyakini Tidak Bakal Terealisasi

Sekretaris Komisi D DPRD DKI ini menegaskan, anggota Fraksi Gerindra tidak akan membelot mengikuti jejak PDIP dan PSI menyetujui interpelasi untuk cecar Anies.

Jawaban di Balik Hakim Vonis Jumhur Hidayat Bersalah tanpa Ditahan
Indonesia
Jawaban di Balik Hakim Vonis Jumhur Hidayat Bersalah tanpa Ditahan

Hakim secara gamblang menegaskan Jumhur tidak perlu ditahan, meskipun terbukti bersalah.

Perayaan Tri Hari Suci Paskah di Gereja Katedral Dijaga Ketat Aparat Kepolisian
Indonesia
Perayaan Tri Hari Suci Paskah di Gereja Katedral Dijaga Ketat Aparat Kepolisian

Perayaan Tri Hari Suci hingga paskah bagi umat Katolik di Gereja Katedral Jakarta mulai berlangsung Kamis (14/4) sore.