Mumtaz Rais Cekcok Dulu dengan Pramugari Sebelum Berselisih dengan Petinggi KPK Ketua POK DPP PAN Ahmad Mumtaz Rais (kedua dari kiri). (Foto: DPP PAN).

Merahputih.com - Putra Amien Rais, Mumtaz Rais disebut ribut dengan Kru Pesawat Garuda Indonesia dalam penerbangan GS 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta, Rabu (12/8).

Usut punya usut, keributan terjadi karena saat Mumtaz ditegur kru pesawat yang melarang dia menggunakan telepon genggamnya ketika pesawat akan boarding dari Gorontalo.

"Awal mulanya cek-cok antara anaknya siapa itu, MR ditegur oleh pramugari selama tiga kali," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (14/8).

Baca Juga:

Anaknya Amien Rais, Mumtaz Rais "Nyalon" Jadi Cakada Kabupaten Sleman

Kebetulan, tak jauh dari Mumtaz ada Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Nawawi Pamolango yang juga naik penerbangan tersebut.

Dirinya lantas menegur Mumtaz yang ribut dengan pramugari tersebut. Tapi, Mumtaz tidak terima dan akhirnya cek-cok mulut pindah ke keduanya.

Pesawat Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: PT Angkasa Pura II)

Hal ini pun diadukan di Pos Polisi Bandara Soekarno Hatta, setelah pesawat mendarat di sana.

"Itulah kemudian turun dari itu dia mengadu ke Pos Pol, tapi belum bikin laporan. Baru mengadu. Belum ada laporan (polisi)," katanya.

Direktur Utama Maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memaparkan, kronologi cekcok yang melibatkan Putra Amien Rais, Mumtaz Rais dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango. Peristiwa itu terjadi dalam penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta, Kamis (13/8/2020).

“Garuda Indonesia memastikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk selalu menegakkan aturan keamanan dan keselamatan penerbangan secara ketat terhadap seluruh penumpang selama penerbangan," kata Irfan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (14/8).

Baca Juga

Anak Amien Rais dan Pimpinan KPK Ribut di Pesawat, Ini Kronologinya

Peristiwa tersebut, kata Irfan, dipicu oleh salah satu penumpang di kelas bisnis yang kedapatan menggunakan telepon seluler. Tindakan tersebut dilakukan sebanyak dua kali: saat pesawat boarding dari Gorontalo dan ketika pesawat melakukan pengisian bahan bakar (refueling) sewaktu transit di Makassar.

Sesuai aturan keselamatan penerbangan, awak kabin telah menyampaikan teguran kepada penumpang, yakni Mumtaz Rais sebanyak tiga kali. Namun demikian penumpang yang dimaksud tetap tidak mengindahkan. (knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH