Mumpung Libur, Yuk Mampir ke Litbeat Festival Litbeat bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dalam industri buku. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

BESOK tanggal merah, sudah ada rencana mau pergi kemana nih? Nah, kamu mau gak sambil bermain tapi bisa dapat banyak ilmu keren tentang literasi? Mumpung libur coba deh mampir ke Litbeat Festival di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat.

Litbeat festival merupakan pelaku perbukuan yang digagas dan diorganisir olek Komite Buku Nasional (KBN), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Festival ini sudah berlangsung sejak hari ini, Senin (10/9) hingga Selasa (11/9), tepat pas tanggal merah.

Dalam festival tersebut ada 27 kelas yang berjalan secara paralel dan menghadirkan 59 narasumber dari dalam dan luar negeri. Intinya para nasumber ini keren-keren banget, mereka ahli di bidangnya dan akan membawakan materi terkait literasi terutama pergeseran orientasi yang dialami industri perbukuan.

litbeat
Festival Litbeat akan melibatkan 59 narsumber. (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Selain itu, festival yang diselenggarakan sekaligus untuk memperingati Hari Aksara Nasional juga dihelat dengan semangat empowering bagi para pelaku perbukuan di Indonesia. "Litbeat Festival bertujuan untuk menjadi wadah sharing dan diskusi," ujar Erlan Ermanca, ketua panitia Litbeat Festival saat membuka acara di lantai 2 Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Senin (10/11).

Litbeat Festival memang diselenggarakan pertama kalinya di Indonesia. Disamping menjadi wadah ilmu bagi para generasi penerus bangsa festival ini juga ingin memperkenalkan industri perbukuan yang dimiliki Indonesia. Pihak lembaga yang terlibat dalam acara ini termasuk Bekraf dan British Council.

litbeat
Litbeat Festival bekerjasama dengan Bekraf dan British Council. (Foto: MP/Ikhsan Didgo)

Kehadiran lembaga-lembaga tersebut juga tidak terlepas dari posisi Indonesia yang akan menjadi market focus country dalam London Book Fair 2019 nanti. "KBN tugasnya mempromosikan buku Indonesia ke seluruh dunia.
Sudah selayaknya acara bertaraf internasional diadakan di Jakarta," tutur ketua KBN, Laura Bangun Prinsloo.

Litbeat Festival juga akan menghadirkan stand pameran sekaligus menjual produk-produk kreatif. Laura juga berharap kegiatan ini tidak hanya diselenggarakan sekali, namun rutin setiap tahunnya.

Mengenai terjadijya pergeseran orientasi industri perbukuan Laura menginginkan fenomena tersebut agar dijadikan sebagai pemicu semangat menghidupkan literasi. Melalui Litbeat Festival inilah diharapkan para peserta dapat mengembangkan kemampuan literasi dari buku. "Fenomena ini harus kita jadikan tantangan dan peluang, bukan ancaman," tukasnya. (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH