Mulai September, Impor Mobil Mewah dan Supercar Dihentikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Demi menjaga fundamental ekonomi Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian memutuskan untuk menghentikan impor mobil mewah.

Keputusan pengendalian impor mobil mewah akan efekfif berlaku mulai September 2018.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan kendaraan yang akan terkena dampak langsung adalah mobil yang berkapasitas di atas 3.000 cc dan yang masuk kategori supercar.

"Tapi kalau yang sudah on the way, ya dilanjutkan saja. Untuk kategorinya dari sisi harga sudah tinggi dan kami sudah punya kriteria sesuai PPnBM. Misalnya kategori supercar. Kan tidak ada supercar yang tidak mewah," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (6/9).

Dari sisi jumlah, lanjutnya, sebenarnya kuota impor mobil mewah selama ini termasuk kecil untuk Indonesia.

Namun dengan pelarangan impor mobil mewah ini, pemerintah ingin menunjukkan komitmennya pada produksi mobil dalam negeri.

Menkeu Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MP/.Rizki Fitrianto)

"Memang dari segi jumlahnya tidak besar, tetapi melalui kebijakan ini menjadi signal bahwa kita prioritaskan pada produksi nasional yang ikut menggerakkan ekonomi kita," jelasnya.

Pemerintah berharap dengan kebijakan pengendalian impor termasuk untuk mobil mewah, membuat industri otomotif dalam negeri dapat meningkatkan kapasitas ekspornya agar bisa mendatangkan devisa bagi negara.

Airlangga Hartarto sebagaimana dilansir Antara menyebutkan, beberapa sektor andalan yang dapat memacu nilai espor, antara lain industri makanan dan minuman, industri bahan kimia dan barang kimia, industri pengolahan logam, industri tekstil dan produk tekstil, serta industri pengolahan karet.

"Jadi kami berharap sekarang industri bisa melihat kesempatan ini untuk mengganti produk impor, karena sekarang barang itu jadi lebih mahal menjadi 15-20%. Ini yang kita bikin pemihakan pada industri dalam negeri," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Rabu (5/9).

Dengan penyesuaian tarif baru ini, beban impor yang selama ini menggerogoti devisa negara bisa berkurang sebesar 2 persen dibandingkan tahun lalu.

"Untuk studinya kenaikan 2-4 persen tarif bea masuk, nilai impor kita akan turun sekitar 1 persen. Jadi kalau PPh dianggap kurang lebih sama dengan bea masuk, penurunan impor sekitar 2 persen year on year," imbuhnya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Tersangka Suap PLTU Riau-1 Eni Saragih Ajukan Diri Jadi Justice Collabolator



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH