Mulai Besok, Penumpang KRL Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Sejumlah penumpang turun dari KRL di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/rwa.

MerahPutih.com - Penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) bakal dimintai bukti sertifikat vaksin oleh petugas.

Sertifikat ini dapat ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi, atau secara fisik (dicetak), ataupun secara digital dalam bentuk file foto.

Baca Juga

STRP tak Berlaku Lagi, Syarat Perjalanan Diganti Aplikasi PeduliLindungi

Petugas juga akan meminta pengguna menunjukkan KTP atau identitas lainnya guna dicocokkan dengan sertifikat vaksin.

Sertifikat vaksin yang diterima adalah sekurang-sekurangnya sertifikat vaksin dosis pertama. Syarat sertifikat vaksin ini mulai berlaku efektif pada Rabu 8 September 2021.

Selanjutnya mulai Sabtu (11/9) dokumen perjalanan yaitu STRP, surat tugas, surat keterangan kerja, maupun surat dari pemerintah setempat sudah tidak berlaku lagi sebagai syarat untuk naik KRL.

"Karena harus menunjukkan sertifikat vaksin,” jelas VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba dalam keterangan persnya, Selasa (7/9).

Sertifikat vaksin sebagai syarat menggunakan KRL berlaku untuk KRL Commuter Line Jabodetabek, KRL Yogyakarta-Solo, KA Prambanan Ekspres (Kutoarjo-Yogyakarta PP), dan KA Lokal yang dioperasikan oleh KAI Commuter.

Seorang warga mengakses aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 14 Januari 2021. ANTARA/Zabur Karuru.
Seorang warga mengakses aplikasi PeduliLindungi pada gawai miliknya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 14 Januari 2021. ANTARA/Zabur Karuru.

Para pengguna yang belum divaksin karena alasan medis misalnya para penyintas COVID-19 dapat menunjukkan surat keterangan resmi dari dokter di Puskesmas maupun Rumah Sakit mengenai kondisinya.

"Dengan surat keterangan yang sesuai, para pengguna ini tetap dapat menggunakan jasa KRL," jelas Anne.

Khusus bagi para pengguna yang hendak menggunakan aplikasi PeduliLindungi, maka Anne meminta untuk mengunduh aplikasi sebelum tiba di stasiun dan pastikan aplikasi pada ponsel dapat berfungsi normal.

Para pengguna selanjutnya dapat memindai kode QR di area masuk stasiun dengan aplikasi untuk melakukan cek in. Bila syarat vaksinasi sudah sesuai maka akan terlihat warna hijau saat melakukan cek in.

Sesampainya di stasiun tujuan, para pengguna tidak perlu melakukan cek out. "Kami imbau selalu menyiapkan sertifikat vaksin dalam bentuk cetak ataupun digital sebagai antisipasi saat aplikasi tidak dapat digunakan," sebut Anne.

Saat ini stasiun yang belum dapat melayani cek in dengan aplikasi ini adalah Stasiun Duri, Stasiun Cilebut, Stasiun UI, dan Stasiun Sawah Besar serta seluruh stasiun di wilayah KRL Yogyakarta-Solo, dan Kutoarjo.

Pada stasiun-stasiun tersebut seluruhnya pemeriksaan sertifikat vaksin melalui sertifikat yang dicetak fisik atau digital dengan tetap menunjukkan kartu identitas.

Operasional dan layanan KAI Commuter berjalan normal dengan 983 perjalanan per hari dimulai pukul 04.00-22.00 WIB.

Bila terpantau ada potensi kepadatan pengguna KAI Commuter juga akan melakukan rekayasa pola operasi untuk melayani stasiun-stasiun yang mulai padat.

Untuk mengantisipasi kepadatan di dalam kereta, petugas akan melakukan penyekatan apabila kondisi di stasiun maupun di KRL sudah sesuai kuota.

Agar terhindar dari potensi antrean, pengguna dapat melihat informasi kepadatan di stasiun melalui aplikasi KRL Access atau menggunakan KRL di luar jam-jam sibuk.

"KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan penggunaan masker ganda, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum maupun sesudah naik kereta," tutup Anne. (Knu)

Baca Juga

Naik Kereta di 11 Stasiun KRL ini Wajib Punya Aplikasi PeduliLindungi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Diam-Diam Jokowi Pakai Dana Haji Rp38,5 Triliun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Diam-Diam Jokowi Pakai Dana Haji Rp38,5 Triliun

Uang haji dikelola dan dikembalikan manfaatnya untuk jemaah haji

COVID-19 DKI, Penambahan Kasus Baru Hari Ini Capai 1.237 Jiwa
Indonesia
COVID-19 DKI, Penambahan Kasus Baru Hari Ini Capai 1.237 Jiwa

Dengan positivity rate 9,2 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.237 jiwa.

Kerumunan Pasar Tanah Abang Diduga Dorong Penambahan Kasus COVID-19
Indonesia
Kerumunan Pasar Tanah Abang Diduga Dorong Penambahan Kasus COVID-19

Melihat kerumunan di Pasar Tanah Abang sejak 1 Mei lalu, petugas pun kesulitan apabila melakukan tracing. Hal ini karena kebanyakan pengunjung Pasar Tanah Abang bukanlah warga Jakarta.

Pegawai KPK Gugat Informasi Hasil TWK ke KIP
Indonesia
Pegawai KPK Gugat Informasi Hasil TWK ke KIP

Sebanyak 11 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif menggugat keterbukaan informasi kepada Komisi Informasi Pusat.

Ini Penyebab Masyarakat Kesulitan Cari Obat Rujukan COVID-19
Indonesia
Ini Penyebab Masyarakat Kesulitan Cari Obat Rujukan COVID-19

Dinkes Kota Bandung telah berkoordinasi dengan BPOM perihal obat-obatan yang menjadi rujukan untuk pasien terpapar COVID-19 dengan gejala ringan.

Mantan Kapolda Metro Irjen Untung S Radjab Meninggal Dunia
Indonesia
Mantan Kapolda Metro Irjen Untung S Radjab Meninggal Dunia

Beliau akan dimakamkan dekat pesantren beliau

Kebakaran Taman Sari Jakarta Barat Hanguskan 112 Rumah
Indonesia
Kebakaran Taman Sari Jakarta Barat Hanguskan 112 Rumah

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini dan penyebab pasti kebakaran juga belum diketahui. Namun dugaan awal penyebab kebakaran akibat arus pendek (korsleting) listrik.

Seribuan Puskesmas di Jabar Sudah Dilatih Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Seribuan Puskesmas di Jabar Sudah Dilatih Vaksinasi COVID-19

Mencegah lonjakan kasus positif COVID-19, Satgas Penanganan COVID-19 Jabar menggelar rapid test antigen kepada pelaku perjalanan dan wisatawan pada 23-27 Desember 2020.

Upacara Pembukaan PON XX Papua Paling Lama 90 Menit
Indonesia
Upacara Pembukaan PON XX Papua Paling Lama 90 Menit

Mereka tidak boleh pergi ke mana-mana

Gibran Ajukan Dana BTT dan Bansos Rp 50 Miliar
Indonesia
Gibran Ajukan Dana BTT dan Bansos Rp 50 Miliar

Gibran mengajukan dana sebesar Rp 50 miliar pada DPRD Solo untuk membantu warga yang terdampak pandemi dan PPKM Darurat.