Mulai Besok, Kota Bogor Kembali Berlakukan Ganjil Genap Pelaksanaan kebijakan ganjil-genap pada akhir pekan di Kota Bogor. ANTARA/HO/Pemkot Bogor

MerahPutih.com - Satgas Penanganan COVID-19 Bogor memberlakukan kembali kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor di Bogor, Jawa Barat, pada akhir pekan. Kebijakan ini berlangsung mulai Jumat besok hingga Minggu

"Satgas berikhtiar untuk melanjutkan pelaksanaan kebijakan ganjil-genap, pada Jumat hingga Minggu besok, dan hasilnya akan dievaluasi," kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam keteranganya, Kamis (22/7)

Baca Juga

4.741 Kendaraan Diputar Balik, Pemkot Bogor Lanjutkan Ganjil Genap Hari ini

Menurut dia, dari pelaksanaan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor itu, jika hasilnya cukup efektif mengurangi mobilitas masyarakat maka akan dilanjutkan pada hari kerja selama 24 jam secara bergiliran.

Menurut Tyo, pada pelaksanaan kebijakan ganjil-genap polanya tidak lagi melakukan penyekatan terhadap masyarakat di seluar sektor kritikal dan esensial. Tapi diganti dengan mengatur mobilitas masyarakat.

Misalnya akan berbelanja kebutuhan sehari-hari atau berbelanja obat-obatan, sehingga mengurangi penumpukan massa pada waktu yang sama.

"Polanya diganti, dari melarang diubah menjadi mengatur, agar masyarakat bersabar bergantian untuk belanja kebutuhan sehari-hari termasuk obat-obatan, dan kebutuhan lainnya," kata Tyo.

Pelaksanaan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor di Kota Bogor (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)
Pelaksanaan kebijakan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor di Kota Bogor (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Ia menerangkan, penyekatannya diberlakukan di dalam kota dan di batas kota, secara bergiliran selama 24 jam.

"Lokasi penyekatannya, akan diberitahukan sekitar dua jam sebelum pelaksanaan ganjil-genap diberlakukan," katanya.

Pada pelaksanaan ganjil-genap mendatang, tetap diberlakukan pengecualian bagi kendaraan darurat. Seperti ambulans, kendaraan damkar, kendaraan yang akan tugas, kendaraan sembako, serta kendaraan online.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku dipanggil Presiden Joko Widodo ke untuk menjelaskan mengenai perkembangan penanganan pandemi virus corona.

Bima mengatakan pertemuan dengan Presiden Jokowi membicarakan seputar penanganan pandemi COVID-19 di Bogor. Dia menyampaikan laporan terkini serta langkah-langkah yang akan diambil berikutnya, baik dari hulu sampai ke hilir.

Menurut dia, Jokowi menyatakan bahwa langkah penanganan pandemi di Kota Bogor sudah sesuai dengan kehendak pemerintah pusat. Terutama mengenai pemberian bantuan terhadap masyarakat kecil.

Bima juga sempat mengajukan permintaan mengenai kebutuhan tenaga kesehatan, oksigen serta obat-obatan. Permintaan itu diajukan kepada Jokowi agar penanganan pasien COVID-19 di Bogor bisa diberikan lebih optimal.

Bima juga menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor fokus mengawasi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Pemantauan dilakukan terus-menerus karena tak sedikit warga meninggal dunia saat isolasi mandiri.

"Saya sampaikan bahwa 85 persen warga isoman yang meninggal dunia itu belum divaksin. Data ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa vaksin itu efektif," tuturnya. (Knu)

Baca Juga

Kasus Masih Melejit di Bogor, Ganjil-Genap Berlaku Setiap Akhir Pekan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Gambir
Indonesia
Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Gambir

Kebakaran melanda rumah di Jalan Tanjung Selor, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).

Ketakutan Jadi Alasan Masyarakat Mudah Percaya Obat Penyembuh COVID-19
Indonesia
Ketakutan Jadi Alasan Masyarakat Mudah Percaya Obat Penyembuh COVID-19

Lemahnya literasi masyarakat terhadap produk obat, jamu, dan herbal juga mendorong munculnya obat-obat tersebut.

Agar Pengiriman Kuota Tepat Sasaran, Pemerintah Diminta Cek Secara Berkala Nomor Siswa-Guru
Indonesia
Fokus Pemeriksaan Inspektorat, Kepala BPPBJ DKI Dicopot Anies
Indonesia
Fokus Pemeriksaan Inspektorat, Kepala BPPBJ DKI Dicopot Anies

Pekerjaan dalam di badan pelelangan barang dan jasa itu kan untuk Pemprov DKI Jakarta

PHK dan Ramadan Bikin Pengemis di Bandung Meningkat
Indonesia
PHK dan Ramadan Bikin Pengemis di Bandung Meningkat

PMKS yang turun kejalan karena PHK sebagai tren baru di Bandung.

PKB Usulkan Pemprov DKI Ganti Bantuan Sembako dengan Uang Tunai
Indonesia
PKB Usulkan Pemprov DKI Ganti Bantuan Sembako dengan Uang Tunai

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar Gubernur Anies Baswedan mengubah bantuan bagi warga yang terdampak pandemi COVID-19.

GBK Jadi Penyebab Wilayah Jaktim dan Jaksel Kerap Terendam Banjir
Indonesia
GBK Jadi Penyebab Wilayah Jaktim dan Jaksel Kerap Terendam Banjir

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjelaskan, penyebab sejumlah wilayah di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan sering terendam banjir saat hujan turun.

Satu Unit CCTV Penunjang e-TLE Tembus Rp3 Miliar
Indonesia
Satu Unit CCTV Penunjang e-TLE Tembus Rp3 Miliar

"Satu unit CCTV menyentuh angka Rp3 miliar. Pengadaanya dari Korlantas, kita hanya menjadi lokasi penempatannya saja," kata Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, Selasa (23/3).

KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring
Indonesia
KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring

KPU-Bawaslu Didorong Bikin Aturan Kampanye Daring