Mulai Banyak Digunakan, Ini Kelemahan Uang Elektronik Sejumlah layanan uang elektronik saat ini beredar (Foto: ojk.ri.id)

MerahPutih.Com - Pemakaian uang elektronik di Indonesia sudah mulai marak disosialisasikan. Supaya tidak ketinggalan, sebaiknya segera cari tahu terkait dengan sistem pembayaran yang satu ini.

Meskipun saat ini sudah banyak yang menggunakannya, bagi yang belum, disarankan untuk memahami lebih jauh terkait dengan e-money ini. Jangan sampai hanya sekedar ikut trend saja.

Jika tujuan ikut menggunakannya hanya untuk mengikuti trend, disarankan untuk memikirkannya kembali. Apalagi ternyata cukup banyak kelemahan yang ada pada jenis pembayaran modern yang satu ini.

Untuk itu, sebelum memutuskan untuk menggunakannya, mari kenali dulu beberapa kekurangan yang ada pada uang elektronik ini. Jadi jangan hanya kelebihannya saja yang dilihat.

Kartu e-money
Uang elektronik atau e-money (Foto: Ist)

Kekurangan Uang Elektronik

Ternyata meskipun sudah banyak yang memanfaatkan model pembayaran transaksi semacam ini, ternyata tanpa disadari banyak kekurangan yang ada pada e-money. Memangnya apa saja itu? Di bawah ini adalah ulasan lengkapnya. (Baca juga: Seberapa Perlu Payment Gateway untuk Bisnis Kamu?)

Sulitnya mengecek saldo

Salah satu kekurangan yang terbilang sangat mencolok adalah para penggunanya tidak bisa mengecek saldo. Oleh sebab itu bisa jadi saldo habis saat melakukan pembayaran.

Maka dari itu, potensi untuk terjadinya hambatan saat melakukan transaksi cukup besar. Hal ini lantaran potensi saldo habis juga sangat besar dikarenakan kamu tidak bisa mengecek saldonya secara langsung.

Kurang maksimal

Meskipun bisa dikatakan banyak sekali sosialisasi untuk beralih ke alat pembayaran dengan menggunakan e-money seperti ini, tetapi fakta di lapangan mengatakan jika masih banyaknya merchant yang belum menyediakan fasilitas untuk model pembayaran seperti ini di Indonesia. Kondisi seperti ini menjadikan penggunaan uang elektronik menjadi kurang begitu bisa dimaksimalkan.

Belum cukup aman

Kenapa bisa seperti itu, hal seperti ini disebabkan lantaran jika kartunya hilang, maka secara otomatis uang yang ada di dalamnya pun ikut hilang. Berbeda sekali dengan kartu ATM, ketika kartu ATM hilang maka bisa langsung diblokir rekeningnya dan secara otomatis uang juga akan terselamatkan.

Sedangkan e-money tidak dapat diblokir serta tidak dapat diklaim. Dan parahnya jika ditemukan seseorang, kartu tersebut bisa dipakai lantaran tidak menggunakan PIN seperti halnya kartu ATM.

Baca juga: Sudah Gunakan Kode Transfer Bank dengan Benar tapi Tetap Gagal?

Selain itu, belum dilengkapi pin serta di dalam kartu juga tidak tertera nama pemilik kartu melainkan hanya data saldo saja. Oleh sebab itu, potensi kartu tertukar menjadi semakin besar. Kemudian jika hilang, prosedur pengembaliannya juga terbilang sulit.

Uang elektronik bentuk online
Kelemahan e-money karena pembayarannya (Foto: Ist)

Cara Memiliki E-Money

Meskipun terdapat beberapa kekurangan dari uang elektronik semacam ini, tetapi kamu tidak bisa mengesampingkannya. Kenapa demikian, sebab model transaksi pembayaran semacam ini lambat laun juga akan menjadi semakin diminati.

Oleh sebab itu, seiring dengan berjalannya waktu, sudah pasti beberapa kekurangan tadi akan diminimalisir oleh para penerbit e-money. Jadi kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya.

Apalagi dengan kemajuan zaman yang semakin pesat, bisa diprediksi nantinya banyak transaksi pembayaran yang menggunakan uang elektronik semacam ini. Jika memang sepertu itu, pertanyaan yang akan muncul kemudian adalah bagaiaman caranya supaya bisa memiliki e-money ini?

Bagi yang ingin memiliki alat pembayaran transaksi yang satu ini, cara memilikinya terbilang cukup mudah dan simpel. Kamu tinggal mengajukan permohonan ke pihak perbankan atau lembaga selain bank yang sudah mendapatkan izin dari bank Indonesia untuk menerbitkannya.

Setelah mengerti bagaimana cara mendapatkannya, pertanyaannya kemudian adalah apa saja jenis e-money serta apa saja produk-produk dari e-money itu sendiri?

Jika dilihat dari bentuk fisiknya, kartu pembayaran ini bisa dibedakan menjadi 2 jenis, ada yang Pre-Paid Card yang berbentuk kartu dan juga E-Wallet yang tersedia dalam bentuk aplikasi digital.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa jenis dari e-money yang bisa dipilih, diantaranya adalah:

E-money Bank Mandiri

Yang menarik dari e-money dari Bank Mandiri ini adalah baik nasabah dan non nasabah bisa memilikinya. Dan terkait dengan pembelian kartu perdana Mandiri e-money ini bisa dilakukan di Cabang Bank Mandiri atau di Merchant retail seperti halnya Alfamart, Indomart, Superindo, Lawsen, Hypermart, dan lain-lain.

Tap Cash dari Bank BNI

Kartu keluaran dari Bank BNI ini selain bisa digunakan untuk melakukan transaksi belanjad di Alfamart dan Indomart, juga bisa digunakan untuk membayar Bus Trans Jakarta dan juga E-Parking.

Kemudian untuk pengisian ulang saldonya bisa Anda lakukan dibergai merchant-merchant yang sudah ada kerja sama dengan BNI atau Anda juga bisa mengisinya di cabang BNI terdekat.

e-money dari BCA
e-money dari BCA (Foto/Ist)

Flazz dari Bank BCA

Bisa dibilang salah satu Pre-paid card yang cukup banyak digunakan saat ini adalah Flazz yang diterbitkan oleh BCA. Terlebih lagi kartu Flazz ini memiliki cakupan yang luas dan sangat multifungsi. Bahkan lebih dari 57 ribu outler merchant yang sudah menyediakan fasilitas pembayaran dengan menggunakan kartu Flazz ini.

Brizzi dari Bank BRI

Yang menarik dari kartu Brizzi keluaran BRI ini adalah bisa dimiliki oleh siapapun tanpa terlebih dahulu harus memiliki rekening di Bank BRI. Dan tidak hanya itu saja, di dalamnya juga sering sekali memberikan promo menarik bagi para penggunanya.

E-Cash dari Bank Mandiri

Selain menerbitkan Pre-paid card, ternyata Bank Mandiri juga menerbitkan produk e-money lainnya yang berbentuk E-Wallet. Selain bisa Anda gunakan untuk melakukan transaksi belanja di beberapa merchant yang sudah ada kerjasama dengan bank Mandiri, E-cash ini juga bisa Anda manfaatkan untuk melakukan berbagai macam jenis transaksi keuangan secara online.

e-money dari Bank Mandiri
e-money produk Bank Mandiri (Foto/Ist)

T-Cash Tap dari Telkomsel

Telkomsel ini merupakan salah satu perusahaan non bank yang sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia untuk memberikan layanan e-money dengan produknya yang diberi nama T-Cash Tap.

Memang benar, memanfaatkan e-money untuk dijadikan sebagai alat transaksi pembayaran bisa dibilang langkah yang sudah tepat untuk saat ini. Tapi meskipun demikian, kamu tetap harus mempertimbangkan beberapa kelemahan uang elektronik sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Masa Depan Uang Elektronik

Sebenarnya, bisa dengan sangat mudah diprediksi pengguna e-money akan semakin banyak. Untuk saat ini, mungkin hanya kalangan tertentu saja yang memilikinya, seperti pekerja dan anak-anak muda.

Akan tetapi, para orang tua harus mulai memikirkan untuk memberikan e-money kepada sang buah hati. Yang pasti, ada banyak manfaatnya. Seperti contoh, anak tidak bisa jajan sembarangan. Tidak perlu dilarang jalan di pinggir jalan. Karena orang tua memberikan e-money, hanya toko atau tempat jajan tertentu yang bisa menerima pembayaran seperti ini. Dan kebanyakan, pemilik toko jajanan yang higienis saja yang menerima pembayaran ini.

Mungkin, sistem ini juga bisa diterapkan di kantin sekolah dengan tujuan agar tidak ada kasus anak kehilangan uang. Selain itu, pihak sekolah juga bisa mengontrol keuangan kantin jika sekolah yang mengelola keuangannya.

Sayangnya, masih sedikit yang menggunakan sistem pembayaran ini. Hanya terpusat di kota-kota besar saja. Namun, yang pasti uang elektronik memberikan banyak manfaat untuk semua kalangan. kamu pasti setuju, kan?(*)

*Artikel ini diolah merahputih.com dari berbagai sumber



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH