Mulai Agustus, SIM C Kendaraan Bermotor Dibagi Tiga Jenis Ilustrasi pembuaran SIM (Merahputih.com / Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Penggolongan surat izin mengemudi (SIM) C akan dimulai Agustus 2021 mendatang sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM yang disahkan pada 19 Februari 2021.

Kasi Standar Pengemdi Ditregident Korlantas Polri, AKBP Arief Budiman menerangkan implementasi penggolongan SIM C secara nasional ditargetkan dalam satu bulan kedepan. Artinya, bagi masyarakat yang mengendarai kendaraan roda dua di atas 250 cc ataupun di atas 500 cc maka diharapkan pada Agustus nanti sudah ditingkatkan golongannya.

Baca Juga:

Ini 63 Titik Penyekatan Keluar-Masuk Jakarta di Masa PPKM Darurat

"Dari C menjadi CI,” ujar Arief seperti dikutip dari akun Youtube NTMC, Rabu (14/7).

Penggolongan SIM C , CI, CII akan dibedakan sesuai dengan kapasitas isi silinder. Sesuai dengan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM Pasal 3 ayat 2, berikut merupakan penggolongan SIM C sesuai kapasitas dari kendaraan roda dua:

1. SIM C

Berlaku bagi kendaraan bermotor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc.

2. SIM CI

Berlaku bagi kendaraan bermotor dengan kapasitas silinder mesin diatas 250 cc sampai dengan 550 cc atau kendaraan roda dua yang menggunakan daya listrik.

3. SIM CII

Berlaku bagi kendaraan bermotor dengan kapasitas silinder mesin diatas 500 cc atau kendaraan roda dua yang menggunakan daya listrik.

Sementara itu, untuk tarif pembuatan SIM baru diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dengan rincian, untuk pembuatan SIM baru untuk SIM C Rp100.000, SIM CI Rp 100.000, serta CII Rp 100.000. Kemudian untuk perpanjangan pengendara dikenakan tarif yang sama untuk ketiga jenis SIM yakni Rp 75.000.

Ilustrasi: Peserta calon pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) tipe C melakukan tes prakter mengendarai motor roda dua di halaman Satpas Polres Metro Tangerang, Senin, (1/7). Merahputih.com/Rizki Fitrianto

Arief melanjutkan, bagi tiap pengendara yang hendak mengajukan kenaikan golongan SIM maka diwajibkan untuk membayar biaya penerbitan SIM baru. Namun, terdapat berbagai tahapan yang harus dilalui dalam mengajukan kenaikan golongan SIM tersebut.

Untuk memohon kenaikan golongan ke CI, memiliki SIM C yang telah digunakan selama 12 bulan sejak diterbitkan. Untuk dapat memiliki SIM CII maka SIM CI yang dimiliki telah digunakan selama 12 bulan sejak SIM CI diterbitkan.

Selain itu, aparat kepolisian juga akan memberikan dispensasi waktu bagi pengendara motor gede di atas 500 cc. Diharapkan pada Agustus 2021 nanti sudah beralih ke golongan SIM CI.

Baca Juga:

Lokasi Penyekatan di Jabodetabek Bertambah Jadi 72 Titik

Akan diberikan dispensasi kepada pengendara sepeda motor khususnya yang di atas 500 cc, selama Agustus diharapkan sudah naik ke golongan ke CI dan di tahun 2022 itu akan diberikan dispensasi.

“Artinya di sini, para pengendara sepeda motor tersebut tetap dapat mengendarai kendaraannya menggunakan SIM CI sampai 2022 nanti,” pungkasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Mulai Usut Dugaan Korupsi Cakada di NTB
Indonesia
KPK Mulai Usut Dugaan Korupsi Cakada di NTB

KPK bakal mengawasi jalannya proses Pilkada agar tidak ternodai oleh praktik rasuah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

KPK Ingatkan Pemprov NTB Tak Gunakan Bansos Untuk Kepentingan Pilkada
Indonesia
KPK Ingatkan Pemprov NTB Tak Gunakan Bansos Untuk Kepentingan Pilkada

Hal itu merupakan salah satu bentuk penyimpangan APBD

Kemenangan Telak Anak dan Mantu Jokowi
Indonesia
Kemenangan Telak Anak dan Mantu Jokowi

Bobby dan Gibran yang merupakan keluarga Presiden Joko Widodo dinilai kredibel dan sosok muda yang membawa perubahan ke arah lebih baik.

COVID-19 di Bangkalan Melonjak, Polisi Pantau Warga Yang Mau Masuk Surabaya
Indonesia
COVID-19 di Bangkalan Melonjak, Polisi Pantau Warga Yang Mau Masuk Surabaya

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangkalan saat ini ditutup untuk sementara, sejak Sabtu (5/6/2021), sebab 18 tenaga medis dan karyawan lainnya terkonfirmasi positif COVID-19.

Program 100 Hari Kerja Gibran-Teguh
Indonesia
Program 100 Hari Kerja Gibran-Teguh

"Program 100 hari ke depan pasti ada tapi tidak bisa saya bocorkan semuanya hari ini (Kamis)," kata Gibran.

Dua Laskar FPI Sudah Meninggal Sebelum Masuki Jalan Tol Jakarta-Cikampek
Indonesia
Dua Laskar FPI Sudah Meninggal Sebelum Masuki Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum harus ditingkatkan

Hukuman Mati Bagi Dua Mantan Menteri Jokowi Layak Diberikan
Indonesia
Hukuman Mati Bagi Dua Mantan Menteri Jokowi Layak Diberikan

"Undang-undangnya memungkinkan. Apabila syaratnya terpenuhi bisa diterapkan hukuman mati," kata Eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo.

Simak Nih, Instruksi Mendagri Soal Aturan Perjalanan di PPKM Darurat
Indonesia
Simak Nih, Instruksi Mendagri Soal Aturan Perjalanan di PPKM Darurat

Instruksi itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait PPKM Darurat dalam rangka mengendalikan penularan COVID-19 yang akan diberlakukan mulai 3 Juli 2021.

Jokowi Segera Keluarkan Inpres Guna Perluas Pelacakan COVID-19
Indonesia
Jokowi Segera Keluarkan Inpres Guna Perluas Pelacakan COVID-19

Presiden Jokowi kembali mengingatkan kunci penanganan pandemi COVID-19

Eks Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Istri Terkonfirmasi Positif COVID-19
Indonesia
Eks Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Istri Terkonfirmasi Positif COVID-19

Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 Fauzi Bowo atau Foke bersama sang istri Sri Hartati Bowo dikonfirmasi positif COVID-19, setelah melakukan tes swab PCR bersama pada 1 Juli lalu.