MUI Yakin Pembagian BLT Putus Mata Rantai Penularan COVID-19 Petugas medis melintasi ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta. ANTARA FOTO/ Hendra Nurdiyansyah

Merahputih.com - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mendukung upaya pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada para pekerja yang terdampak penaganan COVID-19. Kebijakan ini harus ditempuh jika serius untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 ini.

"Kalau rakyat masih berkeliaran mencari nafkah maka akan sulit bagi kita menghambat penyebarannya," kata Anwar kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (27/3).

Baca Juga:

Warga yang Merasa Tertular Virus Corona Jangan Minum Obat Sendiri

Anwar melanjutkan, dengan diberikannya BLT ini maka pemerintah bisa melarang mereka untuk keluar rumah. Tentu mereka terima karena tak terbebani dan dibebani oleh fikiran mencari uang untuk keluarganya.

"Kami mengharapkan agar kebijakan ini secepatnya dikeluarkan dan dilaksanakan," jelas Anwar.

Mengingat dana yang dikeluarkan cukup besar, Anwar mendesak Presiden Joko Widodo memanggil pengusaha besar di negeri ini dan mewajibkan mereka untuk menyumbang bagi penanggulangan wabah corona ini.

Lalu, Anwar jug mengusulkan Presiden supaya secepatnya menandatangani ketentuan tentang pemotongan zakat bagi ASN ( Aparatur Sipil Negara) yang dananya nanti dipergunakan untuk menolong dan membantu mereka yang terpukul ekonominya oleh kehadiran wabah ini.

Anwar menambahkan, pemerintah perlu menindak orang yang mempermain-mainkan dana BLT ini. "Sehingga pengalokasian dananya tidak tepat sasaran," imbuh Anwar yang juga Ketua PP Muhammadiyah ini.

Impor bawang putih dari Tiongkok menyebabkan harga komoditas tersebut sulit dikendalikan
Penjual bawang putih di Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/2).(MP/Ismail)

Ia meminta masyarakat agar ikut memantau pengelolaannya agar apa yang menjadi tujuan dari pemerintah dan bersama dapat tercapai.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 29,3 juta masyarakat yang masuk ke dalam kelompok 40% termiskin di Indonesia, hingga para kelompok pekerja informal termasuk para pengemudi ojek online (ojol).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan kebijakan ini digulirkan pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat di tengah pelemahan ekonomi akibat dampak virus corona (COVID-19).

"Untuk meningkatkan daya beli, kita bagi dalam beberapa kelompok tujuan stimulus, pertama pasti adalah masyarakat rumah tangga termiskin, 40% rumah tangga termiskin, 29,3 jt akan alokasikan dalam bentuk bantuan langsung tunai," kata Susi saat video conference BNPB, Jakarta, Kamis (26/3).

Baca Juga:

Alat Rapid Test Corona Mulai Digunakan, Pemerintah Klaim Hasilnya Banyak yang Negatif

Susi menjelaskan, pada kelompok rumah tangga 40% termiskin ini yang baru terdata dengan jelas sebanyak 15,2 juta itu pun data pada program kartu sembako. Sedangkan 14,1 juta sedang didata kembali.

Selain itu, Susi mengatakan pemerintah juga memberikan BLT kepada kelompok masyarakat yang bekerja di sektor informal. Mulai dari warung, toko, pedagang pasar. Pemerintah akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk mendata sektor tersebut. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH