MUI Tegaskan Pilkada Saat Pandemi Jadi Bencana Bagi Negeri Kerumunan massa saat daftar pilkada. (Ismail/Jawa Tengah).

MerahPutih.com - Desakan menunda pelaksanaan Pilkada Serentak terus bergulir. Kali ini, Majelis Ulama Indonesia yang menyerukan penundaan. Alasannya, kondisi pandemi COVID-19 masih cukup parah ditandai dengan penambahan kasus positif yang tinggi.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas adanya orang berkumpul di acara-acara pilkada dan pada hari pemilihan tentu jelas bisa membawa dampak besar terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa rakyat.

"Keadaan seperti itu bisa menjadi tempat penyebaran virus corona secara lebih masif,” ujar Anwar melalui keterangannya kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (21/9).

Baca Juga:

Ketum Parpol Diminta Bikin Kesepakatan Tidak Kampanye Undang Massa

Menurut Anwar, jika semakin banyak yang tertular COVID-19 akibat Pilkada, bukan hanya kesehatan yang terganggu. Namun juga kehidupan sosial dan sektor ekonomi masyarakat luas.

“Untuk itu pemerintah dan pimpinan partai politik serta pihak KPU dan Bawaslu hendaknya benar-benar bisa mengkaji ulang tentang waktu penyelenggaraan pilkada tersebut dengan sebaik-baiknya,” kata Anwar.

Anwar mengatakan, negara dan pemerintah memiliki tugas untuk melindungi jiwa rakyatnya. Kalau kesehatan dan jiwa masyarakat terancam maka kehidupan sosial ekonomi rakyat juga akan semakin dalam terpuruknya.

Sehingga pemerintah harus memikirkan secara matang terkait pelaksanaan Pilkada pada tahun ini. Jika pun pemerintah ingin tetap melaksanakan pilkada serentak, maka sistem penyelenggaraannya harus benar-benar bisa menjamin tidak terjadinya penularan secara massif.

TPS Pemilu
TPS Pemilu. (Foto: Antara).

“Bila keputusannya akan tetap dilaksanakan maka sistem penyelenggaraannya harus benar-benar bisa menjamin agar tidak terjadinya penularan dari virus yang berbahaya ini kepada lainnya,” kata Anwar.

Pilkada serentak yang rencananya akan diselenggarakan di akhir tahun bertujuan untuk membawa kepada kemaslahatan. Namun, Indonesia sedang dilanda wabah COVID-19, di mana kasus pasien yang sakit dan meninggal tampak semakin meningkat dengan tajam.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah ini, jika pemerintah tetap menyelenggarakan Pilkada serentak di tengah COVID-19, maka akan menimbulkan kemafsadatan dan bencana bagi negeri ini.

“Untuk itu pemerintah dan pimpinan partai politik serta pihak KPU dan Bawaslu hendaknya benar-benar bisa mengkaji ulang tentang waktu penyelenggaraan Pilkada tersebut dengan sebaik-baiknya,” katanya. (Knu)

Baca Juga:

Konser dan Rapat Umum Dilarang, Pertemuan Timses Dibatasi Maksimal 50 Orang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gegara Bus DKI, Penumpukan Penumpang di Stasiun Bogor Berkurang
Indonesia
Gegara Bus DKI, Penumpukan Penumpang di Stasiun Bogor Berkurang

Pemprov DKI menyediakan 50 bus gratis untuk mengangkut warga di wilayah Bogor, Depok, Tangerang (Bodetabek)

Peneliti Senior LIPI Ingatkan Pemerintah Perbaiki Komunikasi Politiknya
Indonesia
Peneliti Senior LIPI Ingatkan Pemerintah Perbaiki Komunikasi Politiknya

Padahal kan demokrasi diadakan agar konflik itu tidak mengerucut

 Piala Dunia U-20 di Solo, Iwan Bule Puji Kualitas Stadion Manahan Tak Kalah dari GBK
Olahraga
Piala Dunia U-20 di Solo, Iwan Bule Puji Kualitas Stadion Manahan Tak Kalah dari GBK

Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule menegaskan kualitas Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah hampir sama dengan Gelora Bung Karno (GBK)

Larangan Polisi Tilang SIM Diperpanjang Sampai 31 Agustus
Indonesia
Larangan Polisi Tilang SIM Diperpanjang Sampai 31 Agustus

Lantaran membludaknya pemohon memperpanjang SIM di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan wilayah lain di Indonesia.

 Jubir Corona Singgung Anak Muda Sebagai Biang Tertularnya Virus Corona ke Orang Tua
Indonesia
Jubir Corona Singgung Anak Muda Sebagai Biang Tertularnya Virus Corona ke Orang Tua

"Kita lindungi yang sakit agar dia bisa melakukan isolasi diri dengan baik, agar dia tidak menularkan kepada orang lain, agar dia tidak kontak dekat dengan orang lain dan agar dia tetap di rumah," ucap Yurianto

 Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi Corona, Menag Yakin Umat Makin Sabar dan Bertakwa
Indonesia
Rayakan Idulfitri di Tengah Pandemi Corona, Menag Yakin Umat Makin Sabar dan Bertakwa

"Kita menjadi umat yang soleh, menjalankan tuntunan beribadah dan juga sekaligus memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama," tutur Menag.

Tak Mau Dicap 'Omdo', Jokowi Ultimatum Menteri Cairkan Semua Bansos Pekan Ini
Indonesia
Tak Mau Dicap 'Omdo', Jokowi Ultimatum Menteri Cairkan Semua Bansos Pekan Ini

"Ini sudah sangat sangat mendesak sekali. Jangan nanti di bawah melihat hanya omong saja, tapi barang tidak sampai ke rakyat ke masyarakat,” katanya.

Hari Ini Empat Wilayah Jakarta Diprakirakan Diguyur Hujan Ringan
Indonesia
Hari Ini Empat Wilayah Jakarta Diprakirakan Diguyur Hujan Ringan

Pada malam hingga dini hari, seluruh wilayah Ibu Kota diperkirakan berawan

Hari Raya Waisak, 1.948 Napi Beragama Buddha Diberi Remisi Khusus
Indonesia
Hari Raya Waisak, 1.948 Napi Beragama Buddha Diberi Remisi Khusus

Dari 1.049 penerima RK Waisak, 1.039 napi menerima RK I

Langkah Kementerian PUPR Wujudkan Kota Layak Huni
City Property
Langkah Kementerian PUPR Wujudkan Kota Layak Huni

Program penataan kota juga dilakukan Kementerian PUPR dengan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).