MUI Selesai Kaji Kehalalan Vaksin COVID-19 Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah selesai melakukan kajian kehalalan vaksin COVID-19.

"Dari persyaratan halal vaksin Sinovac dilaporkan bahwa kajian dari BPJPH atau badan jaminan produk halal dan LPPOMUI telah selesai," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dalam konferensi pers secara daring yang dipantau di Jakarta, Senin (7/12).

Setelah itu, kata Muhadjir, MUI segera menerbitkan fatwa mengenai kehalalan vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia. Untuk saat ini, MUI masih dalam proses penyusunan fatwa terkait vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Baca Juga:

Lima Jubir Bakal Saling Melengkapi Komunikasi dan Sosialisasi Vaksin COVID-19

Muhadjir yang juga tergabung dalam salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah mengatakan bahwa kondisi pandemi COVID-19 di dunia saat ini merupakan kondisi darurat yang bisa mengancam nyawa.

Dengan begitu, jika ada satu obat atau vaksin yang dinyatakan belum halal, tetap akan bisa dipakai dalam kondisi darurat jika belum ada obat atau vaksin yang halal.

"Kalau statusnya kedaruratan, untuk menghindari kematian, itu wajib dipakai, namun apabila sudah ada obat atau vaksin yang halal, penggunaan obat atau vaksin tersebut wajib menggunakan yang halal," tuturnya seperti dikutip Antara.

Petugas memindahkan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr/wpa/hp. (ANTARA FOTO/MUKHLIS JR)
Petugas memindahkan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr/wpa/hp. (ANTARA FOTO/MUKHLIS JR)

Seperti diketahui, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 dalam bentuk jadi telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Minggu (6/12) malam.

Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan, pengiriman vaksin tersebut merupakan pengadaan vaksin tahap pertama dari total 3 juta vaksin COVID-19 berupa virus SARS CoV-2 yang telah diinaktivasi.

Baca Juga:

Menkes Tegaskan Pemberian Vaksin Kiriman Pertama untuk Tenaga Kesehatan

Selanjutnya, vaksin COVID-19 akan segera dilakukan penerbitan emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksinasi COVID-19 tahap pertama akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga kesehatan penunjang yang bekerja di fasilitas kesehatan. (*)

Baca Juga:

Jabar Petakan Daerah Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Izinkan Warga Tadarus di Masjid, Anies: Jangan Buka Masker
Indonesia
Kedatangan Rizieq Bikin Simpang Gadog Macet, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
Indonesia
Kedatangan Rizieq Bikin Simpang Gadog Macet, Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Banyak santri yang memadati Simpang Gadog untuk menunggu kedatangan Rizieq

Gibran Janji Selesaikan Proyek Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Tahun Ini
Indonesia
Gibran Janji Selesaikan Proyek Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Tahun Ini

"Saya akan mencoba menyelesaikan masjid agar bisa selesai tahun ini," kata dia.

Armada Kapal Selam RI Kini Tersisa 4, Salah Satunya Sedang Turun Mesin
Indonesia
Armada Kapal Selam RI Kini Tersisa 4, Salah Satunya Sedang Turun Mesin

Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali, otomatis mengurangi kekuatan armada angkatan laut di tanah air.

Mendikbud Nadiem atau Menristek yang Terdepak? Pimpinan DPR Jawab Begini
Indonesia
Mendikbud Nadiem atau Menristek yang Terdepak? Pimpinan DPR Jawab Begini

Peleburan Kementerian ini hanya akan dipimpin oleh satu orang yang akan memimpin,

83 Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab Masih Gelap
Indonesia
83 Saksi Diperiksa, Kasus Penembakan 6 Pengikut Rizieq Shihab Masih Gelap

"Kami masih menunggu apakah ada informasi-informasi tambahan untuk tindak lanjutnya melakukan gelar perkara," ucapnya.

Gempa Berkekuatan 7,0 Guncang Turki, Disusul Tsunami
Dunia
Gempa Berkekuatan 7,0 Guncang Turki, Disusul Tsunami

Gempa bumi bermagnitudo 7.0 melanda Laut Aegea, Turki, pada hari Jumat (30/10), sekitar 7.00 WIB.

Laporan terhadap Jokowi Soal Kerumunan di NTT Kembali Kandas
Indonesia
Laporan terhadap Jokowi Soal Kerumunan di NTT Kembali Kandas

Bareskrim Polri kembali menolak laporan soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 yang dilakukan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke NTT.

BPIP Anggap Aksi Vandalisme Masjid Melawan Ajaran Pancasila
Indonesia
BPIP Anggap Aksi Vandalisme Masjid Melawan Ajaran Pancasila

Aksi vandalisme yang dilakukan oleh S (18) di sebuah masjid di Pasar Kemis, Tangerang, Banten, dinilai tindakan yang tak terpuji.

Dedi Mulyadi Mengaku Bingung dengan Kebijakan Larangan Ziarah Kubur
Indonesia
Dedi Mulyadi Mengaku Bingung dengan Kebijakan Larangan Ziarah Kubur

Anggota DPR Dedi Mulyadi mengaku bingung atas kebijakan pemerintah yang melarang ziarah kubur selama libur Lebaran 2021, mulai 12 hingga 16 Mei.