MUI Sebut Pro Kontra Fatwa soal Ibadah Dipicu Kesalahpahaman Warga Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr HM Asrorun Niam Sholeh MA saat memberikan keterangan pers di BNPB Jakarta, Kamis (19/3/2020). Foto: BNPB

MerahPutih.com - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh menyebut masih ada kesalahpahaman di masyarakat terkait fatwa nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah virus corona.

“Pro dan kontra di masyarakat ini lebih banyak dipicu kesalahpahaman dalan pemahaman fatwa,” ucap dia di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta Timur, Kamis (19/3).

Baca Juga

Pengamat Beberkan Risiko Jika Pilkada Tak Ditunda

Dia menjelaskan, setelah MUI mengeluarkan fatwa pihaknya kemudian melakukan rapat evaluasi yang diikuti secara oleh oleh 37 anggota komisi Fatwa MUI secara online. Dalam rapat itulah dirinya menilai ada kesalahpahaman ditengah masyarakat.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr HM Asrorun Niam Sholeh MA saat memberikan keterangan pers di BNPB Jakarta, Kamis (19/3/2020). (ANTARA/ (Muhammad Zulfikar)
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr HM Asrorun Niam Sholeh MA saat memberikan keterangan pers di BNPB Jakarta, Kamis (19/3/2020). (ANTARA/ (Muhammad Zulfikar)

Asrorun menjelaskan fatwa tersebut bukan melarang melaksanakan ibadah di tempat umum, melainkan mengimbau jika seseorang terkena virus corona maka dia tidak boleh menjalankan ibadah di tempat umum.

“Yang harus dipahami ada kondisi kondisionalitas terkait dengan person dan kondisionalitas terkait dengan kawasan. Seseorang terkena virus covid maka dia tidak boleh berada di komunitas publik termasuk untuk kepentingan ibadah publik bukan berarti meniadakan ibadah tapi semata kepentingan memberikan perlindungan agar tak menular ke yang lain,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, apabila seseorang dalam kondisi sehat dan berada di kawasan rendah terjangkit virus corona maka kewajiban ibadah tetap dilaksanakan. Meski begitu dengan catatan harus memperhatikan protokol kesehatan, sosial dan bermasyarakat.

Baca Juga

Jokowi Minta Tenaga Medis Diberikan Perlindungan Maksimal

“Penting dalam kondisi orang sehat dan dalam kawasan rendah melaksanakan aktifitas ibadah memperhatikan aspek kesehatan,” ujar Asrorun. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH