MUI Nilai Surat yang Persoalkan Pendirian Rumah Ibadah di Jayapura Merupakan Ujaran Kebencian ilustrasi gereja (pixabay)

Merahputih.com - Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia Ikhsan Abdullah mengatakan sikap Persekutuan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGG) jika tidak diatasi dengan baik dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Maka, polisi wajib melakukan penyelidikan terhadap motif dari pernyataan sikap tersebut," kata Ikhsan di Jakarta, Selasa (20/3).

Menurut dia, seperti dilansir Antara, dari perspektif hukum pidana perbuatan tersebut merupakan ujaran kebencian. Tindakan polisi bisa meluruskan mengenai latar belakang munculnya sikap tersebut.

Dia mengatakan jika sekelompok orang apalagi panutan masyarakat dalam komunitas agama tertentu diberikan keluasaan untuk menyerang kepada komunitas agama lain tentu saja tidak boleh diabaikan.

Tindakan itu, kata dia, harus segera diatasi dengan mendapatkan prioritas penanganan karena berpotensi memicu konflik sosial yang bisa mengancam stabilitas nasional.

Untuk itu, dia berharap sepenuhnya agar pihak Polri dapat melakukan penyelidikan secepatnya pada para pendeta yang mengatasnamakan PGGJ.

Dengan begitu, kata dia, harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang berbudaya dan sekaligus sebagai bangsa yang religius dapat terpelihara dengan sebaik-baiknya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH