MUI Minta Stadion Jadi Alternatif Lokasi Salat Jumat Ribuan umat muslim tengah menunaikan ibadah salat tahajud berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Merahputih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta dibukanya tempat lain seperti musala, aula, gedung olahraga, stadion, dan lainnya untuk tempat melaksanakan ibadah Salat Jumat

MUI telah menetapkan Fatwa Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan sholat Jumat Dua Gelombang yang menyatakan bahwa Salat Jumat dilakukan dua gelombang merupakan tidak sah.

Baca Juga:

Persentase Korban Meninggal Akibat Corona di Indonesia Dinilai Cukup Tinggi

"Para ulama dari zaman ke zaman tidak memilih opsi sholat Jumat dua gelombang atau lebih di tempat yang sama karena sholat Jumat sudah membolehkan dilakukan lebih dari satu masjid di satu kawasan," kata Sekjen MUI Anwar Abbas kepada wartawan, Kamis (4/6).

Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yusnar Yusuf memberi solusi yakni dengan membuka opsi Salat Jumat di tempat lain misal musala hingga stadion.

Kegiatan I'tikaf yang memiliki arti berdiam diri dengan lebih khidmat menjalankan ibadah di Masjid, beberapa amalan ibadah yang wajib dilakukan saat melakukan I'tikaf yaitu Shalat, perbanyak membaca Kitab Suci Al-Qur'an, perbanyak berzikir dan bershalawat. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Ilustrasi Salat Jumat (Merahputih.com/Rizki Fitrianto)

MUI berpandangan bahwa solusi untuk situasi saat ini ketika masjid tidak menampung jamaah Salat Jumat karena adanya jarak fisik atau physical distancing adalah bukan dengan mendirikan Salat Jumat secara bergelombang di satu tempat tapi dibukanya kesempatan mendirikan Salat Jumat di tempat lain seperti musala, aula, gedung olahraga, stadion, dan sebagainya.

Alternatif itu dilakukan oleh umat Islam karena dapat menghadirkan kemaslahatan bagi umat Islam dan seluruh masyarakat Indonesia.

"Karena hal itu mempunyai dasar alasan syari'ah (hujjah syar'iyah) yang lebih kuat dan lebih membawa kemaslahatan bagi umat Islam," jelasnya.

Baca Juga:

Cara Korea Selatan Kontrol Laju Virus Corona Dalam Waktu 14 Hari

Yusnar juga mengungkapkan, bagi jamaah yang datang terlambat dan tidak dapat tempat di masjid serta tidak menemukan tempat lain untuk Salat Jumat atau dalam kondisi adanya alasan yang dibenarkan syari'ah (udzur syar'i) dapat menggantinya dengan Salat Zuhur.

"Maka wajib menggantinya dengan Salat Zuhur sebagaimana disebutkan dalam fatwa MUI tersebut," ungkapnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH