MUI Minta Masyarakat Introspeksi Soal Pembakaran Bendera Tauhid Anggota Banser membakar bendera berkalimat Tauhid di Garut. Foto: net

MerahPutih.com - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Didin Hafidhuddin meminta kepada masyarakat yang kecewa atas terjadinya aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid untuk menahan diri.

Bahkan, sambung Didin, masyarakat Indonesia berharap untuk mengoreksi diri sendiri, agar aksi pembakaran kalimat tauhid tak menjadi polemik perkepanjangan.

"Kita mengharapkan kepada yang tidak setuju untuk tidak meneruskan aksinya itu. Kemudian kita cooling down, masing-masing melakukan muhasabah. Melakukan introspeksi diri dimana letak kesalahan masing-masing," ujar Didin usai menggelar Rapat Pleno ke-3 di Gedung MUI, Jalan Proklamasi 51, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Didin Hafidhuddin

Karena Didin khawatir peristiwa pembakaran kalimat tauhid tersebut dimanfaatkan sebagai politik adu domba atau politik pecah belah. "Politik memecah belah kelompok umat dengan kelompok yang lain," jelasnya.

Didin pun berharap Barisan Ansor Serba Guna (Banser) untuk meminta maaf kepada umat islam terkait soal aksi pembakaran bendera bertulisan tauhid.

"Supaya semua pihak yang menjadi penyeban menjadi kegaduhan ini minta maaf. Paling tidak, meski tidak merasa salah perbuatanya itu telah membuat kegaduhan di masyarakat," tutupnya (Asp)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH