MUI Minta FPI Batalkan Aksi Bela Rizieq Shihab di Depan Istana Rizieq Shihab. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (DPP MUI) meminta Front Pembela Islam (FPI) untuk membatalkan aksi bela Rizieq Shihab di depan Istana Negara, Jumat (18/12).

"Saya minta dengan sangat para pihak harus menahan diri dari kerumunan, karena demo tidak bisa menjaga diri dari kerumunan yang berpotensi tertular COVID-19," kata Sekjen DPP MUI Amirsyah Tambunan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/12).

Baca Juga

Demo Tuntut Bebaskan Rizieq di Istana Ilegal?

Amirsyah menuturkan massa FPI dapat melakukan cara lain untuk menyampaikan tuntutan terkait pembebasan Rizieq Shihab dan usut tuntas enam laskar FPI yang meninggal dunia karena ditembak polisi.

Selain itu, dia meminta pengikut Rizieq harus mempertimbangkan etika untuk unjuk rasa ke jalanan karena masa pandemi COVID-19.

"Rencana aksi turun ke lapangan yang dilakukan FPI harus lebih beretika mengingat situasi pandemi dan COVID-19 semakin tinggi," tutur Amirsyah.

Ambulans membawa jenazah Laskar FPI dari RS Polri. Foto: ANTARA

Amirsyah menyarankan FPI mengirimkan tuntutan melalui media sosial atau surat resmi kepada lembaga yang dituju, serta patuh terhadap aturan karena Indonesia sebagai negara hukum.

Bahkan Amirsyah menyatakan pimpinan FPI dapat bersilaturahmi dengan pihak tertentu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, massa dari Front Pembela Islam (FPI) berencana menggelar aksi unjuk rasa besok disekitar Istana Negara, Jakarta Pusat.

Mereka menuntut pembebasan penahanan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) hingga kasus tewasnya enam laskar khusus mereka. (Knu)

Baca Juga

Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Dimulai Tahun Depan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Survei Voxpol: Konflik Internal Reda, Demokrat Kembali ke Papan Tengah
Indonesia
Survei Voxpol: Konflik Internal Reda, Demokrat Kembali ke Papan Tengah

Partai oposisi lainnya juga masih berada di papan tengah yaitu PKS 5,3 persen

Tinjau Progres Program Solo Smart City, Kakorlantas Polri Temui Gibran
Indonesia
Tinjau Progres Program Solo Smart City, Kakorlantas Polri Temui Gibran

Polri menjadikan Polresta Surakarta, Jawa Tengah sebagai Percontohan penerapan program Solo Smart City.

Antisipasi Kerumunan Libur Nataru, Satpol PP Solo Siapkan Swab On The Spot
Indonesia
Antisipasi Kerumunan Libur Nataru, Satpol PP Solo Siapkan Swab On The Spot

Tes swab dilakukan untuk memastikan kasus COVID-19 tidak naik usai Libur Nataru.

BNPT Gandeng Eks Napiter untuk Tangkal Hoaks Terkait Vaksinasi
Indonesia
BNPT Gandeng Eks Napiter untuk Tangkal Hoaks Terkait Vaksinasi

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggandeng eks narapidana di Soloraya untuk menangkal hoaks terkait vaksinasi di kalangan masyarakat.

KPK Buru Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Buru Azis Syamsuddin

KPK sedang memburu Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Saat ini, tim penyidik lembaga antirasuah sedang menelusuri rumah Azis.

Water Cannon Semprot Disinfektan ke Lapak di Tanah Abang, Ini Klarifikasi Polisi
Indonesia
Water Cannon Semprot Disinfektan ke Lapak di Tanah Abang, Ini Klarifikasi Polisi

Aksi polisi menyemprotkan cairan disinfektan ke lapak ekspedisi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, menggunakan mobil water cannon viral di media sosial. Polisi pun memberikan klarifikasi.

Ini Alasan Nurhadi Hantam Anak Buah Firli Bahuri
Indonesia
Ini Alasan Nurhadi Hantam Anak Buah Firli Bahuri

Petugas Rutan sudah melaporkan Nurhadi ke polisi

Demokrat Sarankan PPKM Level 4 Dilanjutkan
Indonesia
Demokrat Sarankan PPKM Level 4 Dilanjutkan

Presiden Jokowi harus dapat memimpin langsung penerapan dan penanganan dalam PPKM Level ini

Cerita Tenaga Medis Lansia yang Diberi Vaksin COVID-19
Indonesia
Cerita Tenaga Medis Lansia yang Diberi Vaksin COVID-19

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggelar vaksinasi COVID-19 perdana bagi usia diatas 60 tahun pada Senin (8/2).

Polisi Pastikan Tidak Ada Proses Seleksi Bagi 57 Mantan Pegawai KPK
Indonesia
Polisi Pastikan Tidak Ada Proses Seleksi Bagi 57 Mantan Pegawai KPK

Hingga kini ke-57 mantan pegawai KPK masih terus intensif melakukan komunikasi antarsatu sama lain.