MUI Masih Cek Kehalalan Vaksin COVID-19 dari Tiongkok Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Schott AG

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan menargetkan penyuntikan pertama vaksin COVID-19 akan dilakukan akhir November, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Kementerian Agama memastikan keamanan dan kehalalan vaksin buatan Tiongkok tersebut.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto mengatakan tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Kementerian Agama telah berangkat ke negeri tirai bambu ini.

Mereka melakukan perjalanan ke Tiongkok untuk melakukan inspeksi terhadap tiga produsen vaksin yakni CanSino, Sinovac, dan Sinopharm. Tujuannya untuk mendapatkan data hasil uji klinis fase tiga yang dilakukan di sejumlah negara seperti di Turki, Kanada, dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga

Vaksin Corona Diprioritaskan Kelompok Usia 18-59 Tahun dan tak Miliki Penyakit Bawaan

"Artinya kita menunggu Emergency use authorization yang dikeluarkan BPOM dan sertifikat kehalalan dari MUI," ujar Achmad Yurianto dalam jumpa pers online, Senin (19/10).

Yuri juga menegaskan, vaksinasi COVID-19 bukan senjata ampuh untuk menyelesaikan pandemi virus corona di Indonesia. Karena itu, orang yang telah disuntik vaksin harus tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Tapi vaksin ditujukan untuk memberikan kekebalan agar saat terpapar virus tidak jadi sakit. Jadi mencegah menjadi sakit akibat terpapar virus," imbuhnya.

Mantan Jubir Penanganan COVID-19 Indonesia yang akrab disapa Yuri tersebut menyebutkan, perwakilan dari BPOM dan MUI saat ini masih berada di Tiongkok untuk mendapatkan data mengenai vaksin virus corona dari produsen vaksin Sinovac, Sinofarm, dan Cansino.

"Perwakilan dari kedua lembaga tersebut masih berada disana untuk mendapatkan data mengenai vaksin serta melihat proses penyediaan bahan baku dan pembuatan vaksin guna memastikan keamanan dan kehalalannya," tuturnya. (Knu)

Baca Juga

Paksa Bawa Pulang Jenazah Dalam Perda Penanganan COVID-19 Disanksi Denda Rp7,5 Juta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Muncul 'Raja Kecil' di KPK, IPW Nilai Disebabkan Pimpinan Kurang Berwibawa
Indonesia
Muncul 'Raja Kecil' di KPK, IPW Nilai Disebabkan Pimpinan Kurang Berwibawa

"Pimpinan KPK seperti tersandera dan tunduk kepada wadah oegawai (WP) yang sesungguhnya adalah bawahannya," sebut Neta.

Kapolsek Pasar Kliwon Solo Kalah Gugatan dari Pemilik Toko Miras
Indonesia
Kapolsek Pasar Kliwon Solo Kalah Gugatan dari Pemilik Toko Miras

Mereka digugat pemilik toko di Pengadilan Negeri (PN) Solo dan dinyatakan kalah dengan putusan harus mengembalikan puluhan krat miras bir pada pemiliknya.

Wagub DKI: Program Pengendalian Banjir Berjalan Baik
Indonesia
Wagub DKI: Program Pengendalian Banjir Berjalan Baik

Riza menuturkan, telah berbagai upaya dilakukan oleh dinas terkait dalam program pengendalian banjir.

Khawatir Rem Darurat PSBB Jadi Pepesan Kosong, PSI Tagih Janji Anies
Indonesia
Khawatir Rem Darurat PSBB Jadi Pepesan Kosong, PSI Tagih Janji Anies

Anies beberapa kali berjanji akan menarik rem mendadak

Menteri Basuki Tunggu Undangan Terkait Revitalisasi Monas
Indonesia
Menteri Basuki Tunggu Undangan Terkait Revitalisasi Monas

DPRD DKI Jakarta kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara proyek tersebut sampai terjadi kejelasan akan izin-izin yang ada.

Gibran dan Purnomo Jalani Uji Kelayakan di DPD PDIP Jateng
Indonesia
Gibran dan Purnomo Jalani Uji Kelayakan di DPD PDIP Jateng

"Ya benar wawancaranya lama. Banyak banyak hal dibincangkan. Inti pembicaraan menarik tadi di dalam. Lebih ke sharing ilmu. Sebagai anak muda harus diisi dengan ilmu-ilmu," ujar Gibran

Klaster Secapa COVID TNI-AD Terus Berkurang
Indonesia
Klaster Secapa COVID TNI-AD Terus Berkurang

Berkurangnya pasien positif tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR) pada swab test lanjutan yang memperlihatkan bahwa mereka negatif.

Ini Tumpuan Pemerintah Pulihkan Ekonomi di 2021
Indonesia
Ini Tumpuan Pemerintah Pulihkan Ekonomi di 2021

Reformasi sosial akan mencakup reformasi sistem kesehatan, pendidikan, dan ketahanan bencana.

Indonesia Alami Gelombang Panas 40 Derajat, Simak Penjelasan BMKG
Indonesia
Indonesia Alami Gelombang Panas 40 Derajat, Simak Penjelasan BMKG

karena kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak tergolong sebagai gelombang panas.

Jenazah Protap COVID-19 Terus Bertambah, TPU Pondok Ranggon Diperluas
Indonesia
Jenazah Protap COVID-19 Terus Bertambah, TPU Pondok Ranggon Diperluas

Kurang lebih 13.291 meter persegi dari TPU Pondok Ranggon