MUI Jawab Peluang Abdul Somad Dijerat Penistaan Agama Mirip Ahok Ustaz Abdul Somad sedang memberikan ceramah agama (Foto: Screenshot youtube.com)

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat suara tentang peluang pendakwah Uztaz Abdul Somad (UAS) bakal bakal dijerat pasal penistaan agama layaknya eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

MUI menjelaskan tuduhan dugaan penistaan agama dalam ceramah UAS tentang salib masuk wilayah norma hukum yang berada di bawah kewenangan aparat kepolisian.

Baca Juga: UAS: Apakah Saya Mesti Meminta Maaf?

"Pasal yang Anda sebutkan penistaan itu kan wilayah norma ya. Kalau soal norma kan kami tidak punya wewenang apa-apa," kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/8).

mui
Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi (Foto: mui.or.id)

Masduki sendiri mengakui hadis yang dikutip Somad dalam ceramah itu bersifat multitafsir. Namun, dia tak mau memberi jawaban tegas apakah MUI akan bersedia memberikan penjelasan kepada polisi atau tidak terkait masalah ini.

Baca Juga: Ade Armando Pertanyakan Rujukan UAS Sebut Ada Setan dan Jin Kafir di Salib

Saat ini, Polri telah membentuk tim untuk memelajari laporan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Korneles Jalanjinjina dan sejumlah pihak lain terkait dugaan pasal penodaan agama Ustaz Abdul Somad.

“Sudah membentuk tim dan sudah melakukan evaluasi materi laporan dan barang bukti yang diajukan pihak pelapor,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, kemarin.

Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: humas.polri,go.id)
Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: humas.polri,go.id)

Meski begitu polisi tidak buru-buru memanggil saksi. Polisi juga tidak memermasalahkan langkah pihak UAS yang melaporkan balik karena itu secara prinsip adalah hak konstitusional yang berlaku sama. “Artinya siapa saja silahkan, asal ada bukti kuat untuk melapor,” tambahnya.

Baca Juga: Polda Metro Janji Periksa Uztad Abdul Somad Terkait Polemik Salib

UAS dilaporkan karena pernyataanya. Pelapor membawa barang bukti berupa potongan video dalam flashdisk yang sudah juga dibuatkan sinopsisnya.

Di sisi lain UAS telah menyatakan jika substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah satu jemaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.

Ustaz kondang itu mejelaskan jika ceramah yang mengundang polemik itu dilakukan di Masjid An-Nur Pekanbaru sekitar tiga tahun lalu. Ia menjelaskan tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS yang tertera dalam Alquran dan Sunah Nabi Muhammad SAW. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Awal Agustus Pengumuman Seleksi Administrasi PNS 2021, Pelamar Keberatan Bisa Protes
Indonesia
Awal Agustus Pengumuman Seleksi Administrasi PNS 2021, Pelamar Keberatan Bisa Protes

Semula pengumuman seleksi PNS 2021 dilaksanakan hari ini 28 - 29 Juli 2021.

ICW: KPK Era Firli Bahuri Sejak Awal Tak Mau Ringkus Harun Masiku
Indonesia
ICW: KPK Era Firli Bahuri Sejak Awal Tak Mau Ringkus Harun Masiku

“Sejak awal ICW sudah memiliki keyakinan bahwa KPK bukan tidak mampu untuk meringkus mantan calon legislatif asal PDIP, Harun Masiku, akan tetapi memang tidak mau,” kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana

Pelaku Kerusuhan di Jakarta Diduga Ditunggangi Kelompok Ini
Indonesia
Pelaku Kerusuhan di Jakarta Diduga Ditunggangi Kelompok Ini

Massa yang melakukan kerusuhan tersebut bukan dari elemen buruh hingga mahasiswa.

Dewas Putuskan Direktur Labuksi KPK Langgar Kode Etik
Indonesia
Dewas Putuskan Direktur Labuksi KPK Langgar Kode Etik

Atas pelanggaran etiknya, Mungki dijatuhi sanksi ringan berupa teguran tertulis.

Kejaksaan Buru Penyebar Dokumen Soal Pemeriksaan Anggota Harus Izin Jaksa Agung
Indonesia
Kejaksaan Buru Penyebar Dokumen Soal Pemeriksaan Anggota Harus Izin Jaksa Agung

Pedoman Nomor 7 Tahun 2020 belum secara resmi dikeluarkan atau diedarkan oleh Biro Hukum Kejaksaan Agung.

PSI Nilai Target Pajak APBD DKI Rp43,37 Triliun Ketinggian
Indonesia
PSI Nilai Target Pajak APBD DKI Rp43,37 Triliun Ketinggian

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menilai target pajak APBD DKI tahun 2021 senilai Rp43,37 triliun terlampau tinggi.

Cari Periset Global, BRIN Hanya Buka Lowongan Buat Lulusan S3 dan Diaspora
Indonesia
Cari Periset Global, BRIN Hanya Buka Lowongan Buat Lulusan S3 dan Diaspora

Sebanyak 325 formasi dibuka dengan rincian 104 formasi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) untuk formasi peneliti ahli madya dan 221 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi peneliti ahli muda.

Polresta Digugat Gegara Amankan Mahasiswa, Gibran Tak Mau Ikut Campur
Indonesia
Polresta Digugat Gegara Amankan Mahasiswa, Gibran Tak Mau Ikut Campur

Ketua Yayasan Mega Bintang Solo 1997 Boyamin Saiman mengatakan, apa yang menimpa Arkham potensi menimbulkan trauma.

Pesan Pangdam Jaya untuk Prajuritnya Pasca Penembakan di Cengkareng
Indonesia
Pesan Pangdam Jaya untuk Prajuritnya Pasca Penembakan di Cengkareng

Kapolda juga sudah memerintahkan agar jajarannya meringankan beban keluarga korban

Ada Euforia Belanja Karena Lebaran Tahun Lalu Tak Beli Baju Baru
Indonesia
Ada Euforia Belanja Karena Lebaran Tahun Lalu Tak Beli Baju Baru

Saat malam takbiran, pusat perbelanjaan dan mal di Kota Bandung, bakal tutup lebih cepat. Padahal, aturan yang diterapkan maksimal pukul 21.00 WIB.