MUI: Jangan Kaitkan Pelaku Pengeboman di Sri Lanka dengan Agama Tertentu Sekjen MUI Anwar Abbas

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras peledakan bom di beberapa gereja di Sri Lanka saat perayaan Paskah. Menurut Sekjen MUI Anwar Abbas, tindakan pengeboman itu dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Mereka tidak memiliki rasa kemanusiaan sehingga telah menyebabkan sekitar 200 orang menjadi korban," kata Anwar kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (22/4).

 Sekjen MUI Anwar Abbas
Sekjen MUI Anwar Abbas

Anwar mengatakan, tindakan pelaku merupakan perbuatan tercela dan tidak beradab dan harus ditindak dan dihentikan.

"Kami mengimbau pihak kepolisian Sri Lanka untuk secepatnya dapat mengungkap dan menangkap para pelaku dari tindakan yang tidak berperikemanusiaan ini," imbuh Anwar.

"Lalu menyeret mereka ke meja hijau untuk diadili dan dijatuhi hukuman yang seberat-beratnya," jelas Anwar.

MUI juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para keluarga korban agar mereka tetap tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan ini.

Anwar lantas meminta masyarakat dunia untuk tidak mengakaitkan tindakan yang tidak beradab ini dengan agama para pelakunya.

"Tujuannya agar masalah tidak melebar ke mana-mana," pungkas Anwar.

Sebuah gereja di Negombo, Sri Lanka pasca ledakan. Foto: euronews

Seperti diketahui, telah terjadi teror bom di kota Colombo, Sri Lanka. Bom meledak di 6 titik yang memakan korban lebih dari 200orang meninggal. Lalu, sekitar 400 lebih luka-luka. Kejadian ini bertepatan dengan perayaan Hari Paskah.

Tiga titik dari tolal enam bom terjadi di gereja. Dan tiga lainnya di hotel-hotel mewah kota Colombo. Nama hotel yang terkena bom, yakni Shangri-La Colombo, Kingsbury Hotel, dan Cinnamon Grand Colombo. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH