MUI Ingatkan Bencana Besar jika Masyarakat Tak Patuhi Protokol Kesehatan Penumpang kereta rel listrik (KRL) menunggu kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa (9/6/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.

MerahPutih.com - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus corona.

Anwar mengatakan, masyarakat sudah mulai beraktivitas dan jalanan pun sudah mulai macet sehingga kewaspadaan harus lebih ditingkatkan. Selain itu, angka positif corona menembus angka seribu orang lebih dalam dua hari.

Baca Juga:

Tak Miliki SIKM di Bandara Soekarno-Hatta, Wajib Isolasi dengan Biaya Sendiri

"Dalam hal ini ada satu hal yang sangat perlu kita ketahui bersama bahwa situasi penyebaran covid-19 masih tinggi dan terus meningkat," ujar Anwar melalui keterangannya kepada wartawan, Kamis (11/6).

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan serta menjaga jarak jika terpaksa harus melakukan kegiatan di luar.

Langkah ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus di tengah masyarakat.

"Maka untuk kebaikan dan keselamatan kita bersama MUI menghimbau setiap anggota masyarakat untuk tetap waspada dengan menjaga diri dan keluarganya masing-masing agar tidak tertular dan terpapar virus corona," tutur Anwar.

Kondisi Pasar Cileungsi Kabupaten Bogor setelah sempat ditutup karena menjadi klaster penularan COVID-19. (ANTARA/M. Fikri Setiawan)
Kondisi Pasar Cileungsi Kabupaten Bogor setelah sempat ditutup karena menjadi klaster penularan COVID-19. (ANTARA/M. Fikri Setiawan)

Menurutnya, cara ini wajib dilakukan agar kehidupan dapat kembali, sehingga roda ekonomi akan kembali berjalan seperti semula.

Anwar menilai tanpa kepatuhan terhadap protokol kesehatan, angka positif corona akan melonjak. Hal ini dapat menyebabkan bencana kesehatan di tanah air.

"Tanpa adanya disiplin dan kepatuhan dari seluruh anggota masyarakat kepada protokol medis yang ada, maka tentu bencana dan malapetaka yang akan kita hadapi dan kita tentu saja tidak mau itu terjadi," pungkas Ketua PP Muhammadiyah ini.

Baca Juga:

Tahun Ajaran Baru Tetap Jalan, Pemerintah Diingatkan Sekarang Rakyat Lebih Kritis

Seperti diketahui, pasien positif corona di Indonesia mengalami penambahan menembus angka seribu selama dua hari terakhir.

Pada Selasa (9/6/2020) terjadi penambahan sebanyak 1.042 pasien positif corona. Sehari setelahnya pada Rabu (10/6/2020) pasien positif corona bertambah 1.241 orang sehingga menjadi total sebanyak 34.316 orang. (Knu)

Baca Juga:

Masih Zona Kuning, Cianjur Sepekan Tanpa Kasus COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasar Gondangdia Ditutup Gara-Gara Satu Pedagang Positif COVID-19
Indonesia
Pasar Gondangdia Ditutup Gara-Gara Satu Pedagang Positif COVID-19

Satu orang terpapar corona itu setelah menjalani rapid test yang hasilnya reaktif dan ditindaklanjuti tes swab dengan positif COVID-19.

Ancaman Reshuffle Jokowi Bukan Pepesan Kosong, Pengamat Beri Kisi Eliminasi
Indonesia
Ancaman Reshuffle Jokowi Bukan Pepesan Kosong, Pengamat Beri Kisi Eliminasi

Menteri yang ada dalam daftarnya itu kinerja mereka terlihat tak maksimal.

DPRD: Warga Jakarta Bakal Punya Wagub Pertengahan Maret
Indonesia
DPRD: Warga Jakarta Bakal Punya Wagub Pertengahan Maret

Fraksi Gerindra Syarief menargetkan bahwa pihaknya sudah bisa memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta pada awal Maret 2020 mendatang.

Cegah COVID-19, Warga Diimbau Terapkan 4 Sehat 5 Sempurna
Indonesia
Cegah COVID-19, Warga Diimbau Terapkan 4 Sehat 5 Sempurna

“Tidak ada manusia, negara yang bisa mengalahkan Covid, yang ada adalah beradaptasi,” ujarnya.

 Pembatasan Sosial Skala Besar Bisa Timbulkan Konflik Bila Tak Dikelola Dengan Baik
Indonesia
Pembatasan Sosial Skala Besar Bisa Timbulkan Konflik Bila Tak Dikelola Dengan Baik

Menurut Trubus, sebelum dikeluarkan PSBB, seharusnya mengeluarkan darurat kesehatan melalui Peraturan Presiden.

Kasus Positif Corona Melonjak Jadi 6.248 Orang
Indonesia
Kasus Positif Corona Melonjak Jadi 6.248 Orang

Pasien meninggal dunia bertambah 15 menjadi 535 orang.

Nadiem Diwanti-wanti Kurikulum Darurat Jangan Malah Bikin Susah Guru dan Siswa
Indonesia
Nadiem Diwanti-wanti Kurikulum Darurat Jangan Malah Bikin Susah Guru dan Siswa

Pemerintah mesti memperhatikan kesenjangan infrastruktur antar daerah

Dinas SDA DKI Baru Buat Sumur Resapan di Kantor-Kantor Pemerintah
Indonesia
Dinas SDA DKI Baru Buat Sumur Resapan di Kantor-Kantor Pemerintah

Kemungkinan juga nanti ada kerjasama hibah dengan masyarakat

Tanggapi Pandangan DPRD, Wagub DKI Janji Perbaiki Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
Indonesia
Tanggapi Pandangan DPRD, Wagub DKI Janji Perbaiki Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah

"Hal-hal yang bersifat teknis kiranya dapat dibahas pada Rapat Kerja Komisi bersama Eksekutif," tuturnya.

 Solo KLB COVID-19, Pengusaha Hotel Rumahkan Karyawan dan Minta Keringanan Pajak
Indonesia
Solo KLB COVID-19, Pengusaha Hotel Rumahkan Karyawan dan Minta Keringanan Pajak

PHRI Solo, kata dia, alan mengirimkan surat ke Pemkot Solo untuk meminta keringanan pajak. Pajak tersebut diantaranya pajak air tanah dan hiburan.