MUI Imbau Pemerintah dan DPR Tak Tunduk pada Produsen Minuman Beralkohol Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di Jakarta, Selasa (5/11/2019). ANTARA/Anom Prihantoro

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada pemerintah dan DPR agar tak tunduk pada para pedagang dan produsen minuman beralkohol.

Imbauan tersebut disampaikan menyikapi pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol.

"Menurut saya, dalam membuat UU tentang miras ini, pemerintah jangan tunduk kepada keinginan pedagang," kata Sekjen MUI Anwar Abbas dalam keterangannya, Jumat (13/11).

Baca Juga:

RUU Minuman Beralkohol Dinilai Picu Kesewenangan

Anwar mengingatkan, jangan sampai para pedagang dan produsen minuman beralkohol mencari untung dengan merugikan dan merusak fisik, jiwa dan agama orang lain yang mengkonsumsinya.

Menurut Anwar, minuman beralkohol secara ilmu kesehatan tidak baik. Selain itu, kata dia, dalam agama juga secara jelas dilarang karena dianggap lebih banyak mudharatnya.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/jarmoluk)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/jarmoluk)

Apalagi, lanjut Anwar, dalam pasal 29, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, pasal 1 menyebutkan bahwa negara Indonesia berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Mengkonsumsi miras jelas bertentangan dengan ajaran agama. Oleh karena itu, maka pemerintah dan DPR jangan membuat peraturan yang akan membuat rakyatnya jadi jatuh sakit atau akan terkena penyakit, serta melanggar ajaran agamanya," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

PKS Dorong Percepatan RUU Minuman Beralkohol

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penderita Corona WNA di Indonesia Meninggal Dunia
Indonesia
Penderita Corona WNA di Indonesia Meninggal Dunia

Sekarang dalam proses mengirimkan kembali jenazah ke negaranya

Pengelola Mal Wilayah Jakarta Syaratkan Pengunjung Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Pengelola Mal Wilayah Jakarta Syaratkan Pengunjung Patuhi Protokol Kesehatan

Pengunjung mal sudah dibuatkan antrian masuk, tempat cuci tangan, wajib memakai masker dan diukur suhu tubuhnya

Polisi Tolak Laporan Soal Nikita Mirzani
Indonesia
Polisi Tolak Laporan Soal Nikita Mirzani

Forum Masyarakat Pecinta Ulama (FMPU) DKI Jakarta melaporkan artis Nikita Mirzani ke Polda Metro Jaya atas dugaan melakukan sebuah tindakan atau dugaan ujaran kebencian terhadap Rizieq Shihab.

Empat Penyebab Kasus COVID-19 di Jakarta Tinggi
Indonesia
Empat Penyebab Kasus COVID-19 di Jakarta Tinggi

Ahmad Riza Patria membeberkan penyebab kasus COVID-19 di ibu kota masih tinggi walaupun sudah diberlakukan PSBB ketat.

PAN Desak Anies Lanjutkan Izin Reklamasi Pulau G
Indonesia
PAN Desak Anies Lanjutkan Izin Reklamasi Pulau G

Pemerintah DKI Jakarta wajib mengikuti perintah Mahkamah Agung (MA) untuk melanjutkan izin reklamasi Pulau G, Teluk Jakarta.

Pagebluk COVID-19 Ancam Nyawa Pekerja, Begini Solusi Menaker Buat Perusahaan
Indonesia
Pagebluk COVID-19 Ancam Nyawa Pekerja, Begini Solusi Menaker Buat Perusahaan

Ida juga meminta pengawas ketenagakerjaan meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan kader norma di perusahaan-perusahaan.

Polisi Segera Selidiki Klaim Hadi Pranoto soal Obat COVID-19
Indonesia
Polisi Segera Selidiki Klaim Hadi Pranoto soal Obat COVID-19

Kepolisian mengaku pihaknya masih mengecek dan menunggu laporan masyarakat khususnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang meragukan ucapkan Hadi.

Polda Metro Klaim Gage Efektif Turunkan Volume Kendaraan
Indonesia
Polda Metro Klaim Gage Efektif Turunkan Volume Kendaraan

"Ini sangat efektif terutama sangat terasa di ruas jalan Sudirman-Thamrin, bisa berkurang sampai 30-40%," tegas Sambodo

India Catat Angka Tertinggi, 49.000 Kasus COVID-19 dalam Sehari
Dunia
India Catat Angka Tertinggi, 49.000 Kasus COVID-19 dalam Sehari

Dilaporkan juga situasi kekurangan obat-obatan di rumah sakit sejumlah negara bagian.

Pinangki Bantah Pernah Sebut Nama ST Burhanudin dan Hatta Ali
Indonesia
Pinangki Bantah Pernah Sebut Nama ST Burhanudin dan Hatta Ali

Kuasa hukum Pinangki menyebut bahwa terdakwa melihat ada pihak-pihak yang sengaja menggunakan kasus ini untuk kepentingan tertentu