MUI Haramkan Penyebar Hoaks Corona Sampai Tuntut Jaga Perbatasan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Foto: ANT

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat meminta pemerintah untuk melakukan pembatasan akses orang-orang di lintas negara untuk mengantisipasi merebaknya wabah virus Corona (Covid-19). “Pemerintah wajib melakukan pembatasan super ketat terhadap keluar-masuknya orang dan barang ke dan dari Indonesia, kecuali petugas medis dan impor barang kebutuhan pokok serta keperluan emergency,” kata Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Hasanuddin Abdul Fatah kepada wartawan, Selasa (17/3).

Baca Juga:

Catat, Indonesia Perpanjang Status Darurat Virus Corona Sampai Lewat Lebaran!

Hasanuddin mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk taat pada imbauan dari pemerintah untuk mengatasi wabah Covid-19 itu. MUI juga meminta agar tidak ada diskriminasi apapun kepada masyarakat yang diduga terjangkit alias berstatus suspect, kemudian bagi yang sudah positif terjangkit, maupun yang sudah dinyatakan sembuh.

“Umat Islam wajib mendukung dan mentaati kebijakan pemerintah yang melakukan isolasi dan pengobatan terhadap orang yang terpapar COVID-19, agar penyebaran virus tersebut dapat dicegah,” tutur Kiai Hasanuddin.

virus corona
Ilustrasi wabah virus corona yang sudah dinyatakan sebagai pandemi dunia. (Foto: Pixabay/_freakwaze_)

Baca Juga:

Pemerintah Minta Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Isolasi Mandiri di Rumah

Tak hanya itu, MUI juga menyatakan penyebaran berita palsu alias hoaks mengenai virus corona adalah haram hukumnya bagi umat muslim. "Tidak bisa dipertangungjawabkan dan menyebabkan kepanikan, itu juga haram," kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am Sholeh,

Apalagi, kata Ni'am, hoaks membuat resah dan panik masyarakat yang sedang menghadapi pandemi COVID-19. Publik pun diimbau tetap waspada terhadap kabar dan informasi yang berseliwaran mengenai COVID-19, jangan lantas percaya begitu saja.

"Kedua, jadikan informasi otoritatif sebagai pegangan. Ketiga, jangan terpengaruh menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan apalagi menyebabkan kepanikan," kata Ni'am, yang juga mantan Ketua KPAI itu. (Knu)

Baca Juga

Bencana Simalakama Isolasi Pasien Positif Corona di Rumah Versi Pakar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Syahganda Nainggolan Cs Diborgol Dinilai Tak Etis
Indonesia
Syahganda Nainggolan Cs Diborgol Dinilai Tak Etis

Langkah Bareskrim Polri menampilkan Syahganda Nainggolan cs dengan baju tahanan terkesan kurang etis.

Sah-Sah Saja Din Syamsuddin Hingga Rocky Gerung 'Berkoalisi'
Indonesia
Sah-Sah Saja Din Syamsuddin Hingga Rocky Gerung 'Berkoalisi'

Kekuatan moral bisa saja berpengaruh namun tidak bisa kalau dalam konteks kekuatan politik

Update COVID-19 Senin (25/5): Pasien Sembuh Nyaris Tembus 6.000 Orang
Indonesia
Update COVID-19 Senin (25/5): Pasien Sembuh Nyaris Tembus 6.000 Orang

Kasus pasien meninggal akibat COVID-19 mengalami penambahan 19 orang

Kasus Terinfeksi Corona di Spanyol Lampaui 100.000
Dunia
Kasus Terinfeksi Corona di Spanyol Lampaui 100.000

Jumlah kasus meningkat menjadi 102.136 dan merupakan kenaikan dari 94.417 dibandingkan pada Selasa (31/3).

 Hari Ini Waspadai Hujan Lebat dan Petir di Seluruh Wilayah Jakarta
Indonesia
Hari Ini Waspadai Hujan Lebat dan Petir di Seluruh Wilayah Jakarta

Bukan hanya itu, sejak pukul 01.00 WIB, BPBD Jakarta melalui akun twitter resminya @BPBDJakarta telah mengeluarkan peringatan dini bakal terjadi cuaca buruk di Ibu Kota.

Penerimaan Pajak Turun, DJP Ketuk Hati Warga Negara
Indonesia
Penerimaan Pajak Turun, DJP Ketuk Hati Warga Negara

"Hari Pajak kali ini kita jadikan sebagai momentum dalam peningkatan kesadaran masyarakat untuk taat dan patuh membayar pajak,” ujar Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo

Kasus COVID-19 Brazil Tembus Angka Empat Juta
Dunia
Kasus COVID-19 Brazil Tembus Angka Empat Juta

Menurut kementerian, tercatat 43.773 kasus baru dan 834 kematian COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

Strategi Bima Arya Cegah Warga Bogor Semakin Terpapar COVID-19
Indonesia
Strategi Bima Arya Cegah Warga Bogor Semakin Terpapar COVID-19

Sebagai wujud implementasinya, Bima Arya mencontohkan bagaimana dia memberlakukan kebijakan ketat bagi para pengemudi ojek online di Kota Bogor.

Anak Buah Meninggal Karena COVID-19, Begini Kondisi Terkini Menteri Edhy
Indonesia
Anak Buah Meninggal Karena COVID-19, Begini Kondisi Terkini Menteri Edhy

Kematian pejabat yang bertemu dan mendampingi Menteri Edhy dalam perjalan dinasnya, merupakan orang kedua setelah Bupati Berau, Muharram (52),

Skenario Awal Berubah, Tersangka Tidur Tiga Jam dengan Jenazah Hakim PN Medan
Indonesia
Skenario Awal Berubah, Tersangka Tidur Tiga Jam dengan Jenazah Hakim PN Medan

Salah satu fakta baru yakni tersangka ZH yang tak lain merupakan istri korban sempat tidur selama tiga jam di samping jenazah suaminya setelah melakukan eksekusi.