MUI Belum Fatwakan Hari Valentine, Bagaimana Hukumnya? Majelis Ulama Indonesia

MerahPutih.com - Hari Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari merupakan momen yang tidak boleh dilewati. Berbagai jenis aktivitas digelar untuk memperingati momen yang akrab disebut hari kasih sayang.

Tetapi, tidak jarang kegiatan yang dilakukan di Hari Valentine menjurus kepada hal-hal negatif, seperti hura-hura, mabuk-mabukan hingga pesta seks.

Ketua Bidang Fatwa MUI Khuzaima T. Yanggo

Pertanyaannya? Apa hukum memperingati Hari Valentine menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Bidang Fatwa MUI Khuzaima T. Yanggo saat dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini MUI belum pernah mengeluarkan fatwa terkait peringatan Hari Valentine. Alasannya, tidak ada yang meminta MUI untuk mengeluarkan fatwa soal itu.

"Ndak ada fatwa MUI, MUI tidak pernah memfatwakan (Valentine)," katanya kepada wartawan, Kamis (14/2).

Kata Guru besar UIN Jakarta, untuk mengeluarkan fatwa, MUI harus berpedoman kepada prosedur, harus ada yang memohon fatwa untuk itu.

"Namanya fatwa kalau ada yang meminta (mustafti). Kalau tidak ada yang minta apanya yang mau difatwakan. Karena masalah banyak sekali mau difatwakan," terangnya.

Namun, menurut dia, secara garis besar hukum merayakan Hari Valentine harus dilihat sisi baik dan buruknya.

"Kalau perayaan hari Valentine disalahgunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan tujuan syariat islam, ya gak boleh," ujarnya.

Ilustrasi

Sebaliknya, jika digunakan untuk hal-hal positif dan bermanfaat silahkan saja. (Fdi)

Kredit : fadhli


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH