MUI Bandung Harapkan Ceramah Id Hanya 20 Menit Salat di Masjid. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mendukung kebijakan desentralisasi pelaksaan salat Idul Fitri, yakni dengan tidak menggelar Salat Id dengan massa besar. MUI juga siap membantu menyediakan khatib maupun teks ceramah Idul Fitri.

Ketua MUI Kota Bandung, Miftah Faridl menuturkan, bagi masyarakat yang memerlukan teks ceramah ataupun bantuan khatib bisa menghubungi pengurus MUI di level kewilayahan, baik kecamatan ataupun kelurahan.

Baca Juga:

PBNU Minta Masyarakat Sudahi Polemik Salat Idul Fitri

"Andaikata diperlukan tenaga khatib, kita akan bantu. Kalau mau menunjuk salah seorang warganya menjadi khatib, MUI juga menyediakan teks untuk khotbah salat Id," ucap Miftah di Bandung, Selasa (11/5).

Miftah memaparkan, isi teks yang dibuat oleh MUI juga merujuk pada pedoman pelaksanaan Salat Id yang diedarkan oleh Kementerian Agama. Yakni tidak lebih dari 20 menit.

Perihal konten ceramah, MUI tidak mewajibkan untuk mengikutinya. Bagi penceramah yang sudah berpengalaman dapat mengembangkan kembali tema pembahasannya. Namun untuk pemula bisa dijadikan sebagai panduan.

"Biasanya tegantung intonasi khatib. Tapi sudah diberitahu, bagi mereka yang biasa lambat ada poin-poin yang harus disesuaikan. MUI hanya menyediakan, tidak wajib karena banyak ulama yang lebih kreatif. Sifatnya semacam panduan teks yang membantu bagi yang belum pernah menjadi khotib,” bebernya.

Secara garis besar Miftah mengungkapkan, isi teks yang dibuat menggambarkan perihal hakikat puasa dalam membentuk pribadi yang lebih sabar dan ikhlas. Hal ini cukup relevan untuk menciptakan masyarakat agar lebih memahami kondisi mutakhir tentang pandemi COVID-19.

"Pertama, memberi kemudahan kepada mereka yang mungkin baru pertama jadi khatib. Kedua, mudah-mudahan ada keseragaman dalam hal selain menikmati Idulfitri juga dengan sabar menjalani hari raya,” jelasnya.

Kepala Bagian Kesejarteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Setda Kota Bandung, Momon Ahmad Imron mengimbau kepada seluruh panitia pelaksana Salat Id agar melapor ke kelurahan.

Hal itu agar Satgas Penanganan Covid-19 level kewilayahan bisa turut memantau persiapan pelaksanaannya. Sehingga pelaksanaannya bisa sesuai standar protokol kesehatan.

Ketua MUI Kota Bandung, Miftah Faridl (kedua dari kanan). (Foto: Humas Kota Bandung)
Ketua MUI Kota Bandung, Miftah Faridl (kedua dari kanan). (Foto: Humas Kota Bandung)

"Satgas Penanganan Covid-19 di level kelurahan jumlahnya cukup terbatas. Sehingga ketegasan panitia dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan salat Id yang aman dan nyaman," katanya.

Kepala Kementerian Agama Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi. Menurutnya, panduan untuk pelaksaan sudah diedarkan secara jelas oleh Kementerian Agama. Tinggal kesiapan panitia untuk mengikutinya secara disiplin guna menghindari lonjakan penyebaran kasus COVID-19.

"Zona merah dan kuning dilarang melaksanakan salat Idul Fitri. Kota Bandung sebetulnya berada di zona hijau. Tapi tetap DKM atau panitia harus menyiapkan agar sesuai protocol kesehatan," ujar Tedi. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Anies Sambut Baik Masjid Istiqlal Batal Gelar Salat Idul Fitri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiba di Jakarta, Pemudik Jalani Tes Swab di Polsek Gambir
Indonesia
Tiba di Jakarta, Pemudik Jalani Tes Swab di Polsek Gambir

Sejumlah warga yang baru saja pulang mudik langsung menjalani tes swab di Polsek Metro Gambir, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran virus COVID-19.

DPD PKS Geram Sekretaris F-PKS DPRD Solo Belot Dukung Gibran
Indonesia
DPD PKS Geram Sekretaris F-PKS DPRD Solo Belot Dukung Gibran

"Saya sengaja mengenakan kemeja (khas pendukung Gibran). Ini simbolis (dukungan) dari saya sebagai salah satu anggota Fraksi PKS," kata Didik.

Harlah ke-95 NU, Bamusi Ungkap Kedekatan NU dengan Bung Karno
Indonesia
Harlah ke-95 NU, Bamusi Ungkap Kedekatan NU dengan Bung Karno

Organisasi sayap PDI Perjuangan tersebut menyatakan, kedekatan Bung Karno dengan para ulama NU seperti Hadratusysyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah telah sangat lama terjalin.

Buka Saat Libur Lebaran, Polisi Minta Tempat Rekreasi Jual Tiket Secara Online
Indonesia
Buka Saat Libur Lebaran, Polisi Minta Tempat Rekreasi Jual Tiket Secara Online

Dalam operasi 'Ketupat Jaya' ini, Polda Metro Jaya melakukan penyekatan di 31 titik. Selain itu, Polda Metro Jaya juga mendirikan 77 pos pengamanan.

Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Tiga Kali
Indonesia
Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Tiga Kali

Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengeluarkan guguran lava pada Rabu (11/11)

RUU Cipta Kerja Diprotes, Bahlil: Seolah Negara Ini Mau Bubar Saja
Indonesia
RUU Cipta Kerja Diprotes, Bahlil: Seolah Negara Ini Mau Bubar Saja

Investasi akan membuka lapangan kerja bagi lulusan-lulusan perguruan tinggi. Pasalnya, lulusan baru itu tentu tidak akan terserap seluruhnya menjadi pegawai negeri sipil atau perusahaan BUMN.

Alasan Negara Ambil Alih TMII dari Yayasan Harapan Kita Milik Keluarga Soeharto
Indonesia
Alasan Negara Ambil Alih TMII dari Yayasan Harapan Kita Milik Keluarga Soeharto

Kemudian ada tim legal audit dari Fakultas Hukum UGM yang masuk ke sana

Perumnas Dapat Rp650 Miliar Kejar 1 Juta Rumah MBR
KPR
Perumnas Dapat Rp650 Miliar Kejar 1 Juta Rumah MBR

Investasi pemerintah untuk PEN ini berbentuk surat utang jangka panjang yang diterbitkan melalui penawaran terbatas Perum Perumnas.

Update COVID-19 Jumat (12/2): Pasien Sembuh COVID-19 Capai 1 Juta
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (12/2): Pasien Sembuh COVID-19 Capai 1 Juta

Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR)

Pemerintah Yakin 3 Juta UMKM Masuk Ekosistem Online
Indonesia
Pemerintah Yakin 3 Juta UMKM Masuk Ekosistem Online

Jumlah UMKM yang masuk ekosistem digital masih kecil. Pasalnya, hingga saat ini, baru sekitar 10 juta UMKM dari total sekitar 60 jutaan UMKM.