MUI: Adzan Jihad Haram karena Menyalahi Syariat Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat bersama dengan organisasi Islam lainnya sepakat bahwa seruan adzan jihad adalah haram karena menyalahi syariat agama.

Ketua MUI Jawa Barat Rahmat Syafei mengatakan, perubahan lafaz adzan dari "hayya alash-shalah" menjadi "hayya alal jihad" memang tidak boleh menurut syariat.

"Adzan itu sudah dari sananya tidak bisa diganggu gugat, diubah, tidak tambah tidak kurang," kata Rahmat di kantor MUI Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/12), dikutip Antara.

Baca Juga:

Pembuat Video Azan Jihad Kini Dicari Polisi

Menurut Rahmat, adzan yang memuat ajakan jihad itu dapat dipersepsi secara multitafsir. Padahal, kata dia, Indonesia merupakan negara yang damai.

"Adzan dengan hayya alal jihad itu menyulut kerusuhan, keributan, bahkan bisa memunculkan pertempuran," kata dia.

Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait penangkapan penyebar azan "jihad" di media sosial. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers Polda Metro Jaya terkait penangkapan penyebar azan "jihad" di media sosial. (Foto: MP/Kanugrahan)

Meski begitu, berdasarkan aturan di agama, para pelaku itu dapat dimaafkan apabila mereka memohon maaf dan juga bertaubat. Selebihnya, mereka perlu diberi edukasi bahwa adzan dengan lafaz jihad itu merupakan perbuatan tidak benar.

Baca Juga:

Motif Pelaku Sebarkan Azan 'Jihad' di Medsos

Namun dalam penegakan hukum, menurut dia, penyelesaian kasus adzan yang di luar syariat itu menyesuaikan dengan hukum di negaranya masing-masing karena penyimpangan adzan itu berpotensi juga terdapat unsur pelecehan.

"Walaupun disengaja, tapi di dalam agama itu barang siapa taubat dan memperbaiki diri, itu masalah selesai. Tapi soal hukum di Indonesia, unsur-unsurnya harus dilihat apakah melecehkan atau tidak," kata dia. (*)

Baca Juga:

Polisi Tangkap Penyebar Video Azan 'Jihad'

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Prakiraan Cuaca: Jakarta Cerah Sepanjang Minggu
Indonesia
Prakiraan Cuaca: Jakarta Cerah Sepanjang Minggu

Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu akan memiliki cuaca cerah berawan pada Minggu pagi.

Jenazah Rekan Seprofesinya Ditolak, Persatuan Perawat: Tak Memiliki Rasa Kemanusiaan
Indonesia
Jenazah Rekan Seprofesinya Ditolak, Persatuan Perawat: Tak Memiliki Rasa Kemanusiaan

Tidakan tersebut dinilai PPNI cenderung melawan hukum

Indonesia Masih Cari Utang Rp900 Triliun Sampai Akhir Tahun.
Indonesia
Indonesia Masih Cari Utang Rp900 Triliun Sampai Akhir Tahun.

Dengan adanya skema bagi beban antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menjadi sangat penting karena bakal menjaga sustainabilitas fiskal.

Kedatangan Rizieq Shihab Bikin Sejumlah Ruas Jalan Macet Total
Indonesia
Kedatangan Rizieq Shihab Bikin Sejumlah Ruas Jalan Macet Total

Beberapa titik yang macet antara lain kondisi lalu lintas di sekitaran Jalan Petamburan, Jakarta Pusat dan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Pembahasan APBD-P Rawan Disusupi Anggaran 'Siluman'
Indonesia
Pembahasan APBD-P Rawan Disusupi Anggaran 'Siluman'

KOPEL melihat hal ini sebagai praktik yang tidak selayaknya dilakukan

Penyebab Utama Penurunan Muka Tanah di Jakarta
Indonesia
Penyebab Utama Penurunan Muka Tanah di Jakarta

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan penyebab utama terjadinya penurunan muka tanah terjadi di Jakarta.

Usaha Lain Terpuruk, 10 Perusahaan Ini Jadi Pemberi Dividen Terbesar
Lainnya
Usaha Lain Terpuruk, 10 Perusahaan Ini Jadi Pemberi Dividen Terbesar

Di seluruh dunia, 27 persen perusahaan memotong dividen mereka. Sementara Eropa yang terkena dampak paling parah capai setengahnya melakukan pemotongan.

Pemprov DKI Cari Relawan Tenaga Medis Tangani Corona
Indonesia
Pemprov DKI Cari Relawan Tenaga Medis Tangani Corona

Bagi tenaga kesehatan yang berminat, bisa mendaftarkan diri ke bit.ly/RelawanCovid19DKI tanpa pengiriman berkas fisik.

Pasien COVID-19 di RSUP Persahabatan Didominasi Usia 40-60 Tahun
Indonesia
Pasien COVID-19 di RSUP Persahabatan Didominasi Usia 40-60 Tahun

RSUP Persahabatan masih menangani secara intensif mencapai 81 pasien kasus COVID-19