Muhammadiyah Tegaskan Pembatalan Haji Tak Melanggar Syariah Maupun UU Jemaah haji wukuf di Arafah. Foto: Net

Merahputih.com - PP Muhammadiyah menilai keputusan Pemerintah membatalankan ibadah haji 1441 H merupakan langkah yang tepat. Secara Syariah tidak melanggar karena diantara syarat haji selain mampu secara ekonomi, kesehatan, mental, dan agama, juga aman selama perjalanan.

"Secara undang-undang juga tidak melanggar," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti kepada wartawan, Selasa (2/6).

"Dengan belum adanya keputusan Pemerintah Arab Saudi mengenai haji, sangat sulit bagi Pemerintah Indonesia untuk dapat menyelenggarakan ibadah haji tahun ini,” jelas Mu’ti.

Baca Juga

Lewat Jalur Diplomasi Haji, Indonesia Minta Tambah Kuota Hingga 250 Ribu

Mu’ti juga menyebutkan bahwa ada tiga konsekuensi yang harus diberikan solusi. Pertama, antrian haji yang semakin panjang. Kedua, biaya haji yang sudah dikeluarkan oleh masyarakat dan mungkin dikelola oleh biro haji dan KBIH. Ketiga, pertanggungjawaban dana APBN haji.

“Masyarakat, khususnya umat Islam, hendaknya tetap tenang dan dapat memahami keputusan Pemerintah. Keadaannya memang darurat. Semuanya hendaknya berdoa agar Covid 19 dapat segera diatasi,” pungkas Mu’ti.

Seperti diketahui, Menteri Agama Fachrul Razi memastikan bahwa keberangkatan Jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M dibatalkan.

Para petugas haji mulai diberangkatkan Kamis malam (7/8) untuk menyambut dan melayani jamaah haji yang tiba mulai Jumat pagi (8/8) di Arafah (Hanni Sofia)
Para petugas haji mulai diberangkatkan Kamis malam (7/8) untuk menyambut dan melayani jamaah haji yang tiba mulai Jumat pagi (8/8) di Arafah (Hanni Sofia)

Kebijakan ini diambil karena Pemerintah harus mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi Corona yang belum usai.

“Saya hari ini telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M,” tegas Menag dalam kesempatan telekonferensi dengan awak media di Jakarta, Selasa (02/6).

“Sesuai amanat Undang-undang, selain mampu secara ekonomi dan fisik, kesehatan, keselamatan, dan keamanaan jemaah haji harus dijamin dan diutamakan, sejak dari embarkasi atau debarkasi, dalam perjalanan, dan juga saat di Arab Saudi,” sambungnya.

Baca Juga

Rata-rata Masa Tunggu 20 Tahun, Indonesia Minta Tambahan Kuota Haji

Menag menegaskan bahwa keputusan ini sudah melalui kajian mendalam. Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi, dapat mengancam keselamatan jemaah.

Agama sendiri mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan. Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PDIP Harus Tanggung Jawab Atas Kasus yang Libatkan Wahyu Setiawan
Indonesia
PDIP Harus Tanggung Jawab Atas Kasus yang Libatkan Wahyu Setiawan

Elit partai paham aturan ini, tapi dengan sadar mau melanggar

Polisi Belum Pastikan Insiden Ledakan di Menteng Ulah Teroris
Indonesia
Polisi Belum Pastikan Insiden Ledakan di Menteng Ulah Teroris

Insiden yang menyebabkan kerusakan pada mobil jenis Pajero Sport di lokasi itu akan keluar Senin (6/7) hari ini.

Puan Minta Sumbar Dukung Pancasila, Politisi PDIP Kritik PKS
Indonesia
Puan Minta Sumbar Dukung Pancasila, Politisi PDIP Kritik PKS

PDIP menilai semangat berbangsa atas dasar Pancasila di Sumbar nampak menurun. Selain itu, 10 tahun di bawah kepemimpinan kader PKS, Sumbar tidak mengalami kemajuan yang fundamental.

[HOAKS atau FAKTA]: PPDB DKI Picu Kekisruhan, Anies Malah Ngumpet
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PPDB DKI Picu Kekisruhan, Anies Malah Ngumpet

Anies Baswedan sendiri masih sering muncul di hadapan publik

Anies Siap Laksanakan Tes Cepat Massal Virus Corona di Jakarta
Indonesia
Anies Siap Laksanakan Tes Cepat Massal Virus Corona di Jakarta

Anies melanjutkan, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes), dan seluruh aparat keamanan di DKI, bahkan di bawahnya bakal disiagakan.

Guru Ngaji Meninggal Dunia dalam Banjir di Kelurahan Cipinang Melayu
Indonesia
Guru Ngaji Meninggal Dunia dalam Banjir di Kelurahan Cipinang Melayu

Satu warga bernama M Ali (82) meregang nyawa saat banjir melanda kediamannya di Kelurahan Cipinang Melayu.

Momen Natal, Anies Ingatkan Keberagaman dan Persatuan
Indonesia
Momen Natal, Anies Ingatkan Keberagaman dan Persatuan

Menurut Anies, keberagaman adalah suratan Tuhan, hukum alam, manusia menerima itu sebagai kenyataan. Tapi persatuan adalah usaha manusia.

Pasien Suspect Corona Asal Sukoharjo Meninggal di RSUD Dr Moewardi
Indonesia
Pasien Suspect Corona Asal Sukoharjo Meninggal di RSUD Dr Moewardi

Jenazah langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Solo oleh pihak rumah sakit.

Rapid Test Digelar di Barak Pengungsi Merapi
Indonesia
Rapid Test Digelar di Barak Pengungsi Merapi

Total ada 44 orang yang ikut rapid test. Hasilnya satu orang reaktif namun dalam kondisi sehat.

Nadiem Diminta Bertindak Soal Video Viral 'Islam Yes Kafir No'
Indonesia
Nadiem Diminta Bertindak Soal Video Viral 'Islam Yes Kafir No'

Perlunya untuk segera membenahi sistem pendidikan moral